Pelabuhan Boom Batu Jambi: Perjalanan Dari Pelabuhan Bersejarah Menuju Destinasi Komersial Moderen

  • Uswatun Khasanah(1*)
    Universitas Jambi
  • Isrina Siregar(2)
    UNJA
  • (*) Corresponding Author
Kata Kunci: pelabuhan boom batu, komersial modern, cagar budaya

Abstrak

Artikel ini membahas perjalanan Pelabuhan Boom Batu di Jambi dari pelabuhan bersejarah menjadi destinasi komersial modern, dengan fokus pada dampak pembangunan mal World Trade Center (WTC) yang mengakibatkan hilangnya sebagian situs warisan budaya ini. Menggunakan metode penelitian sejarah dan teknik pengumpulan data berbasis perpustakaan, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran Pelabuhan Boom Batu dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Jambi, serta bagaimana modernisasi mengancam pelestarian situs bersejarah ini. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka, merujuk pada dokumen sejarah, catatan, dan literatur relevan lainnya. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pembangunan komersial membawa dampak ekonomi positif, hilangnya nilai warisan Pelabuhan Boom Batu mengurangi signifikansi sejarah dan identitas budaya Jambi. Penelitian ini berharap dapat memberikan perspektif kritis tentang pentingnya menyeimbangkan modernisasi dengan pelestarian warisan sejarah di tengah pertumbuhan ekonomi.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Daliman, A. 2018. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta; penerbit Ombak.
Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, 2006. DED Pelabuhan Muara Sabak, Konsultan PT. Maxitech Utama Indonesia, Jambi.
Din, M. A. O. (2011). Asal usul orang Melayu: menulis semula sejarahnya (The Malay origin: rewrite its history). Jurnal Melayu, 7, 1-82.
Departemen Perhubungan, 2000. Peraturan Pemerintah RI No. 14 Tahun 2000 tentang tarif atas jenis penerimaan negara yang berlaku pada Departemen Perhubungan. Departemen Perhubungan, Jakarta.
Elsbeth Locher-Scholten, 1994. kesultanan sumatra dan negara kolonial hubungan jambi batavia 1830- 1907. dan bangkitnya imprealisme Belanda. Leiden; Hlm 39.
Faradina, A., Siregar, I., & Purnomo, B. 2023. MENGUNGKAP KEJAYAAN SEJARAH MARITIMINDONESIA. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(3), 117-125.
Fitriani, A., Dari, R. W., Siregar, I., & Purnomo, B. 2023. Jejak Historis Dan Peran Indonesia Dalam Jalur Rempah Sebagai Warisan Budaya Bahari. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(2), 9-18.
Indonesische Documentatie Dienst Van Anp-Aneta,1948. Koninklijk Instituut Voor Taal, Land En Volkenkunde; Anp- Anets’s Gravenhage Tahun, Hlm 503- 504.
Keppres No.32, Tahun 1990. tentang: Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Koentjaraningrat. 1983. Metode penelitian masyarakat. Jakarta: Gramedia.
Kodoatie, Robert J., 2006. Analisis Ekonomi Teknik. Penerbit Andi, Semarang.
Pasal 1 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2010. tentang Cagar Budaya.
Perpres RI No.112 Tahun 2007. dan Permendag RI No.53 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan danPembinaan Pasar Tradisional.
Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Melayu Jambi.
Saputra, W. M., Muntamah, S., Siregar, I., & Purnomo, B.2023. Pengaruh Dermaga Boom Batu Di Jambi Pada Tahun 1926-1942. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah, 2(2), 1-8.
Suparmoko.M.2020. Konsep Pembangunan Berkelanjutan Dalam Perencanaan Pembangunan Nasional dan Regional. Jurnal ekonomi dan menejemen vol. 9 no 1 april hlm 39 -50.
Gottschlk, L. 1986. Mengerti sejarah diterjemahkan oleh Nugroho Notosusanta.Jakarta:Universitas Indonesia, Press.
Grigg, Neil, & Fontane G. Darell, . 2000. Infrastructure Systems Management & Optimization. International Seminar “Paradigm & Strategy of Infrastructure management, Civil Engineering Department Diponegoro University.
Triatmodjo, Bambang. 2003. Pelabuhan. Beta Offset. Yogyakarta.
Waridah, Siti., dkk. 2000. Antropologi. Jakrta: PT Bumi Aksara.

PlumX Metrics

Diterbitkan
2025-10-04
Bagian
Articles