Pengaruh Perbedaan Sumber Bibit terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Oenaek, Kabupaten Kupang, Indonesia
Abstract
Studi ini bertujuan membandingkan respons pertumbuhan, hasil produksi, dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii dari tiga sumber bibit berbeda seperti bibit petani, stek vegetatif, serta kultur jaringan. Pemeliharaan dilakukan di perairan Oenaek, Kupang Barat, selama 45 hari (Juli–Agustus 2025) menggunakan metode longline berbasis Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian statistik ANOVA (α = 0,05) pada data pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), produksi, kadar karagenan dan kualitas air membuktikan bahwa jenis bibit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, SGR, serta produksi total. Bibit dari stek vegetatif menunjukkan performa tertinggi (pertumbuhan mutlak 208 g; SGR 2,44% hari⁻¹; produksi 217,87 g), bibit kultur jaringan (135 g; 1,77% hari⁻¹; 147,27 g) dan bibit petani (107 g; 1,43% hari⁻¹; 136 g). Kadar karagenan relatif sepadan antarperlakuan (P>0,05), meski stek vegetatif tetap mencatatkan angka tertinggi sebesar 47,63%. Dapat disimpulkan bahwa bibit stek vegetatif merupakan pilihan paling efisien untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas K. alvarezii pada kondisi perairan setempat.
Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, stek vegetatif, kultur jaringan, karagenan, pertumbuhan, produksi.
John Agusthinus Wetang(1*)

