Studi Literatur Penampilan Reproduksi Sapi Bali Pada Peternakan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif Di Daerah Lahan Kering Nusa Tenggara Timur

  • Imanuel J. Borithnaban(1)
    Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
  • Tarsisius Considus Tophianong(2)
    Laboratorium Klinik, Reproduksi, Patologi dan Nutrisi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana
  • Nancy D. F. K. Foeh(3*)
    Laboratorium Klinik, Reproduksi, Patologi dan Nutrisi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Bali Cattle, Semi intensive, Maintenance Reproductive, Appearance of Bali Cattle

Abstract

Bali cattle are native to Indonesia and are derivatives of wild cattle called banteng (Bos bibos or Bos sondaicus) which are found in Ujung Kulon, Java Island and have undergone a process of domestication. In general, the Balinese cattle raising system in NTT can be divided into 3, namely the extensive, intensive and semi-intensive rearing system. The appearance of cattle reproduction represents the quality of the maintenance management that has been carried out. The purpose of preparing this literature study is to determine the reproductive performance of Bali cattle on semi-intensive care farms and to determine age at first calving, days open, pregnancy rate, birth rate, and calving interval of Bali cattle in semi-intensive rearing. This literature study is obtained from collecting various reference sources using the Mendeley and Google Scholar applications. After being analyzed and evaluated, it is obtained that the reproductive performance of Balinese cattle on semi-intensive rearing farms can be seen from high fertility rates, variations in body weight at various levels of age, rearing systems, reproductive management and feeding management and age at first calving, average age at first calving of cows Bali is 1098 ± 12.0 days, days open Bali cattle have an average minimum condition at 121.5 days, the presentation of the pregnancy rate is still low, the percentage of birth rates each year has certain variations and the calving interval of Bali cattle on semi-intensive care farms is an average of 15 to 17 months.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arimbawa I.W.P, Trilaksana I.G.N.B, Pemayun T.G.O. 2012. Reproduksi L, Estrus S. Gambaran Hormon Progesteron Sapi Bali selama Satu Siklus Estrus. 2012;1(3):330-336.
Asana, F., Ba’a, L. O., & Aka, R. (2018). Pertambahan Alamiah Dan Distribusi Angka Kelahiran Sapi Bali Di Kota Baubau. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 3 (1): 1.
Astiti, L. G. S., & Panjaitan, T. (2013). Serum Progesterone Concentration in Bali Cow During Pregnancy. doi:10.7392/Veterinary.70081943
Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (BPS NTT). 2014. Nusa Tenggara Timur dalam Angka, BPS NTT, Kupang.
Boda B, A. Lomboan, J.F. Paath, M. J. Hendrik. 2020. Penampilan Reproduksi Sapi Potong Lokal Di Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow. Zootec, 40 (2) : 763–772.
Budiyanto, A., Tophianong, T.C., Dalimunthe, N.W. 2013, Perbandingan Calving Interval (CI) Sapi Bali Pada Peternakan Dikandangkan dan Semi Dikandangkan Di Daerah Kupang Nusa Tenggara Timur, Procceeding Seminar Nasional Peran Rumah Sakit Hewan Dalam Penanggulangan Penyakit Zoonosis. Yokyakarta cit.
Dapasesi J, Tophianong TC, Gaina CD. 2020. Tinjauan hasil inseminasi buatan Sapi Bali Di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Jurnal Veteriner Nusantara, 3 (1): 32-40.
Darmadja, 1980. Setengah Abad Sapi Bali Tradisional dalam Ekosistem Peternakan Bali. Disertasi Universitas Padjadjaran Bandung.
Eriansyah A. 2016. Pengaruh Fase Kelahiran Terhadap Days Open dan Calving Interval Pada Ternak Sapi Perah. (SKRIPSI).
Gunawan, A., R. Sari, Y. Parwoto, & M. J. Uddin. 2011. Non genetic factors effect on reproductive performance and preweaning mortality from artificially and naturally bred in Bali cattle. J. Indonesian. Trop. Anim. Agric, 36 (2): 83–90.
Habaora F, Fuah AM, Abdullah L, Priyanto R, Yani A, Purwanto BP. 2019. Performans reproduksi sapi bali berbasis agroekosistem di Pulau Timor. Journal of Tropical Animal Production, 20 (2): 141-156.
Habib MA, Bhuiyan AKFH, and Amin MR, 2010. Reproductive Performance Of Red Chittagong Cattle In A Nucleus Herd. Bang. Journal of Animal Science. 39 : 9 – 19.
Kune P, Solihati N. 2007. Tampilan Birahi dan Tingkat Kesuburan Sapi Bali Timor yang Diinsiminasi. Jurnal Ilmu Ternak, 7 (1): 1-5.
Kurniawan, H. 2009. Faktor–FaktorYang Mempengaruhi Calving Interval pada Sapi Perah Laktasi di Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pengalengan Jawa Barat. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Meta. A. 2020. Analisis Tingkat Mortalitas Sapi Bali pada Pemeliharaan Tradisional di Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu. Journal of Animal Science International Standard of Serial Number 2502-1869. J A S, 3 (3): 43-46.
Mulik, M., & Jelantik, I. G. (2009). Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pada Sistem Pemeliharaan Ekstensif Di Daerah Lahan Kering: Pengalaman Nusa Tenggara Timur. Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan Dalam Sistem Peternakan Rakyat, 1–15.
Nitis IM, TGO Pemayun. 2000. Reproduksi Sapi Bali pada sistem Tiga Strata di Daerah Tingkat II Badung: Penampilan Reproduksi Ke-4. Fapet Unud. Denpasar. Hal 18.
Pian. A.I. 2017. Penampilan Reproduksi Sapi Bali Pada Sistem Pemeliharaan Semi Intensif. SKRIPSI. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
Retno, P., A, M. Nur Ihsan dan Nuryadi.2014.Evaluasi Efisiensi Reproduksi Sapi Perah Peranakan Fries Holland (PFH) Pada Berbagai Paritas Di Kud “ Sumber Makmur” Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. J. Ternak Tropika, 15 (2): 60-64. Ridha, M., Hidayati. Dan Adelina, T. 2007. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Jarak Beranak (Calving Interval) Sapi Bali di Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Jurnal Peternakan, 4 (2): 65–69.
Syamsudin JA, Ilyas dan I, Syamsuddin. 2006. Potensi Limbah Tanaman Sebagai Sumber Pakan Sapi Potong Dalam Mendukung Integrasi Ternak-Tanaman Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Di Sampaikan Pada Seminar Nasional “Paningkatan Akses Pangan Hewani Melalui Integrasi Pertanian-Peternakan Berkelanjutan Menghadapi Era ACFTA” Dilaksanakan Oleh Fakultas Peternakan Universitas Jambi Pada Tanggal 23 Juni 2010 Di Jambi.
Siswanto M, Patmawati NW, Trinayani, Wandia NN, Puja IN. 2013. Penampilan Reproduksi Sapi Bali Pada Peternakan Intensif di Instalasi Pembibitan Ulukan. Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan, 1 (1): 11-15.
Sugeng YB. 2008. Sapi Potong. Semarang: Penebar Swadaya cit. Aggriana A. 2014. Prevalensi Infeksi Cacing Hati (Fasciola sp.) pada Sapi Bali di Kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Makassar. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin.
Talib C. 2002. Sapi Bali Di Daerah Sumber Bibit Dan Peluang Pengembangannya. Wartazoa. 12 (3).
Toelihere M, 2002: Increasing the success rate and adoption of artificial insemination for genetic improvement of Bali cattle. Workshop on Strategies to Improve Bali Cattle in Eastern Indonesia. Udayana Eco Lodge Denpasar Bali 4-7 February 2002.
Tonbesi TT. Ngadiyono N, Sumadi. 2009. Estimasi potensi dan kinerja sapi bali di Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Buletin Peternakan, 33 (1): 30-39.
Tophianong TC, B Agung, N Erif Maha. 2014. Tinjauan Hasil Inseminasi Buatan Berdasarkan Anestrus Pasca Inseminasi Pada Peternakan Rakyat Sapi Bali Di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Jurnal Sain Veteriner, ISSN: 0126-0421.
Tophianong, T.C., Mukhlis, A., Tri, B., Safryl, F. 2015. Kajian Status Gangguan Reproduksi Sapi Bali Di Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Balai Veteriner Lampung Direktorat Jendral Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian. Volume xx – Edisi xx – Desember 2015. ISSN : 1411-9161.
Umam, A. K., Srianto, P., Kuncorojakti, S. 2015. Efisiensi Reproduksi Sapi Peranakan Limousin dan Madura Hasil Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang. AGROVETERINER 4 (1):
Wahyudi, L., Susilowati, T., & Wahyuningsih, S. 2013. Reproductive performance of dairy cattle with varity parity in Kemiri Village , Jabung Sub District, Malang Regency. Jurnal Ternak Tropika, 14 (2): 13–22.
Yulyanto, C. A., T. Susilawati., M. N. Ihsan. 2014. Penampilan Reproduksi Sapi Peranakan Ongole (PO) dan Sapi Peranakan Limousin di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo dan Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 24 (2): 49-57
Zavadilová. L., Štípková. M. 2013. Effect of age at first calving on longevity and fertility traits for Holstein cattle. 55 Czech J. Anim. Sci., 58, 2013 (2): 47–57.

PlumX Metrics

Published
2022-12-15
How to Cite
Borithnaban, I., Tophianong, T., & Foeh, N. (2022). Studi Literatur Penampilan Reproduksi Sapi Bali Pada Peternakan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif Di Daerah Lahan Kering Nusa Tenggara Timur. Jurnal Veteriner Nusantara, 5(1), 31-41. https://doi.org/10.35508/jvn.v5i1.4259
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.