UJI DAYA ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP CACING ASCARIS SUUM SECARA IN VITRO
PDF

Keywords

papaya seeds
anthelmintic

How to Cite

Ujan, O., Saputra, A., & WINARSO, A. (2021). UJI DAYA ANTHELMINTIK EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP CACING ASCARIS SUUM SECARA IN VITRO. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1), 11. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jvn/article/view/6045

Abstract

The purpose of this study was to determine the anthelmintic test of ethanol extract of papaya seeds on Ascaris suum worms in vitro and to find out the compounds contained therein based on phytochemical tests. The materials used were papaya seeds (Carica papaya), Ascaris suum worms, 70% ethanol, 0,9% NaCl, and Pyrantel pamoate. Extraction of papaya seeds was done by maceration method using 70% ethanol solvent. Identification of Ascaris suum worms was carried out based on the morphological characteristics of the worm (female/male, length, and diameter). Testing of ethanol extract of papaya seeds was carried out in 4 groups consisting of three treatment groups and one control group. Three treatment groups used ethanol extract of papaya seeds with a concentration of 2,5%, 5%, 7,5%, and the control group using pyrantel pamoate 7,5%. Potential of ethanol extract of papaya seeds was seen from the time needed to kill Ascaris suum worms. Where the ethanol extract of papaya seeds was 2,5% with an average mortality time of 5,96 hours, a concentration of 5% with a mean of 3,98 hours, a concentration of 7,5% with a mean of 2,52 hours and a control group with a mean time of death of 2,18 hours. The results showed that there was a statistically significant effect (P<0,05) on P1 and P2 and there was no significant effect (P>0,05) on P3. It can be concluded that immersion using pyrantel 7,5% is still higher than P1 and P2 and immersion using pyrantel 7,5% has the same anthelmintic effect as P3. In the phytochemical test, ethanol extract of positive papaya seeds contained saponin, tannin, alkaloid, phenol, flavonoid and triterpenoid.

PDF

References

Agustina, K. 2013, Identifikasi dan Prevalensi cacing Tipe Stongyle pada Babi di Bali. Buletin Veteriner Udayana. 5(2).
Agustina. 2017, Kajian Karakterisasi Tanaman Pepaya (Carica Papaya L.) di Kota Madya Bandar Lampung. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lampung.
Andiarsa, D. 2014, Efektifitas Biji Pepaya dalam membunuh Ascaris suum : uji in-vitro. Jurnal Vektor Penyakit. 8(1):21 – 26.
Ardana, I. B., Putra D. K. H. 2008, Ternak Babi. Udayana University Press. Bali.
Budiyanti, R. T. 2010, Efek Antihelmintik Infusa Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata, Nees) terhadap Ascaris suum Secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Busman., H. 2015, Efektivitas Dosis Optimal Antihelmintik Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya Linn) terhadap Ascaris suum Goeze secara in-vitro. Jurnal Medika Malahayati. 2(3):105 – 109
Dalimartha, S. 2009, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 6. Jakarta: PT. Pustaka Bunda.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000, Acuan Sediaan Herbal. Jakarta: Direktorat Jendral POM Depkes, hal. 121-125
Ganiswara S. G. 2007, Farmakologi dan terapi. 5th edition. Gaya Baru, Jakarta.
Guna, I. N. W., Suratma, N. A., Damriyasa I. M. 2014, Infeksi cacing nematoda pada usus halus babi di Lembah Baliem dan pegunungan Arfak Papua. Buletin Veteriner Udayana. 6(2):2-5.
Hamzah, A., Hambal, M., Balqis, U., Athaillah, F., Darmawi., Maryam., et al. 2016, in vitro Anthelmintic Activity of Veitchia merrillii Nuts Againts Ascaridia galli. Traditional Medicine Journal. 21(2):55-62 ISSN : 1410-5918
Hernani., Rahardjo, M. 2006, Tanaman Berkhasiat Antioksidan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Jehemat, A., Moenthe, U.G., Katipana, N. 2008, Pemanfaatan Nira Lontar Sebagai Bahan Pakan Sumber Energi Tambahan Bagi Ternak Babi dan Perbandingannya untuk Memproduksi Gula. Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Fakultas Peternakan. Universitas Nusa Cendana. Kupang. 1:87-93.
Jones, W. P., Kinghorn, A. D. 2006, Extraction of Plant Secondary Metabolites. In: Sarker, D., Latif Z., Gray, A. L, eds. Natural Product Isolation Second Edition. New Jersey, Humana Press.
Kalie, M.B. 2004, Bertanam Pepaya. Jakarta : PT. Penebar Swadaya.
Kuntari, T. 2008, Daya Anthelmintik Air Rebusan Daun Ketapang (Cassia aiata L) terhadap Cacing Tambang Anjing in vitro. Logika. (5) ISSN : 1410-2315
Levine, N. D. 1990. Buku Pelajaran Parasitologi Veteriner. Gadjah Mada University Press.
Lohiya, N. K., Manivannan, B., Mishra, P. K., Pathak, N., Sriram, S., Bhande, S. S., Panerdoss, S. 2002, Chloroform Extract of Carica papaya Seeds Induces Long-Term Reversible Azoo-spermia in Langur Monkey, Asian J Androl. 4(1):17- 26.
Mahatriny, N. N., Payani, N. P. S., Oka, I. B. M., Astuti, K. W. 2014, in : Cit Dwi Astuti, 2009, Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) yang Diperoleh dari Daerah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 11.
Martiasih, M., Boy, R. S., Kianto, P. A. 2012, Aktifitas Antibakteri Ekstrak Biji Pepaya terhadap Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes. Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.
Maulidya, D. A., Kahtan M. I., Widiyantoro, A. 2017, Daya Antelmintik Ekstrak Etanol Daun Kesum (Polygonum minus) terhadap Ascaridia galli Secara in vitro. Jurnal Cerebellum. 3(1).
Meisya, T. A. G. 2012, Pengaruh Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava, linn) Terhadap Mortalitas Ascaris suum, Gooze in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Mejer, H., Roepstroff, A. 2006, Ascaris suum infections in pigs born and raised oncontaminated paddocks. Parasitology. Cambridge University Press: 1-8.
Muktiani, 2011, Bertanam Varietas Unggul Pepaya California. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.
Mulyono, L. M. 2013, Aktifitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L) terhadap Escherichia coli dan Streptococcus aureus. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 2(2).
Nasa, 2017, Budidaya Pepaya California, Nasa, 16 Juni 2017.
Pratiwi, I. 2009, Uji Antibakteri Ekstrak Kasar Daun Acalypha indica terhadap Bakteri Staphylococcus aureuslmonella choleraesuis dan Salmonella typhimurium. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA UNS, Surakarta.
Purbasari, C. 2011, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes) dengan Metode Difusi Agar. Bandung : Fakultas Farmasi, Universitas Islam Bandung.
Putra, W.S. 2012, 68 Buah Ajaib Penangkal Penyakit. Yogyakarta: Katahati.
Rachman, I. S. 2011, Uji Aktifitas Ekstrak Biji Pepaya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang RI.
Rahmalia, A. D. 2010, Efek Antihelmintik Infusa Biji Kedelai Putih (Glycine Max (L) Merril) terhadap waktu Kematian Cacing Gelang Babi (Ascaris suum, Goeze) In Vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret. Surakarta
Roberts, L.S. and Janovy, J. Jr. 2005, Gerald D. Schmidt and Larry S. Roberts’ Foundations of Parasitology 7th edition. New York: McGraw-Hill Companies, pp: 431-435.
Rompas, R. A., Edy, H. J., Yudistira, A. 2012, Isolasi dan Identifikasi flavonoid dalam Daun Lamun (Syringodium Isoetifolium). Pharmacon. 1(2):59-63.
Rusmantini, T. 2009, Penyakit Parasit pada Usus. Di dalam Natadisastra, D., Agoes, R. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Saha, B. K., Abdullah, A. H., Rahman, M. A., Hassan, M., Begum, N. 2015, Comparative efficacy of neem leaves extract and levamisole against ascariasis in chicken. Int. J. Nat. Soc. Sci., (2): 43-48.
Santoso, S. D. 2016, Uji Efektivitas Antelmintik Dekokta Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis) terhadap Acrais Suum, Goeze secara in vitro. Program Studi DIII Farmasi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah, Ciamis.
Satriawan, A. H. 2009, Pengaruh Ekstrak Daun Dewa (Gynura Pseudochina) terhadap Kematian Cacing Ascaris suum Secara in vitro. Skripsi. Universitas Islam Sultan Agung.
Satriyasa, B. K., Pangkahila, W. 2010, Fraksi Heksan Dan Fraksi Metanol Ekstrak Biji Pepaya Muda Menghambat Spermatogonia Mencit (Mus musculus) Jantan. Jurnal Veteriner. 11(1):36-40
Setiaji, A. 2009, Efektifitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) Untuk Pencegahan dan Pengobatan Ikan Lele Dumbo Clarias sp yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian. Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Soulsby, E. J. L. 1982, Helminths, Antropods and Protozoa of Domesticated Animals. Inglish Laguage Book Service Bailiere Tindall. 7th Ed. 231-257.
Subronto., I. Tjahajati. 2001, Ilmu Penyakit Ternak II. Gadjah Mada University Press:, Yogyakarta.
Sukadana, I. M., Santi, S. R., Juliarti, N. K. 2008, Aktivitas antibakteri senyawa golongan triterpenoid dari biji pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Kimia. 2(1):15-18
Suryastini, K. A. D., Dwinata, I. M., Damriyasa, I. M. 2012, Akurasi Metode Ritchie dalam Mendeteksi Infeksi Cacing Saluran Pencernaan pada Babi. Indonesia Medicus Veterinus. 1(5):567–581.
Swadini, N. R. 2012, Perbedaan Daya Antihelmintik antara Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.), Daun Pare (Momordica charantia Linn.) dan Kombinasinya terhadap Cacing Ascaris suum, Goeze Secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Syarif, A., Elysabeth. 2007, Antelmintik Dalam Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta : Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Indonesia. 541-550.
Taylor, M. A., Coop, R. L., Wall, R. L. 2007, Veterinary Parasitology. 3rd ed. Oxford: Blackwell Publishing.
Theodoropoulos, S. G., Theodoropoulou, E., Melissaropoulou, G. 2001, Worm Control Practices Of Pig Farmers in Greece. Veterinary Parasitology. 97(5):285-293.
Tiwow, D., Bodhi, W., Kojong, N. S. 2013, Uji Efek Anthelmintik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu) terhadap Cacing Ascaris Lumbricoides dan Ascaridia galli Secara in vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT. Manado. (2)2.
Tjay, T. H., Rahardja, K. 2007, Obat-Obat Penting Khasiat Penggunaan dan Efek Sampingnya. Jakarta: Elex Media Komputindo. 433.
Tjokropranoto, R., Rosnaeni, Nathania, M. Y. 2011, Anthelmintic Effect of Ethanol Extract of Pare Leaf (Momordica charantia) Against Female Ascaris Suum Warm in vitro. Jurnal Medika Planta. 1(4):33-39.
Triawan, R. 2017, Uji Aktivitas Antibakteri dan Uji Toksisitas Akut Dermal Sediaan Sabun Cair Wajah Antijerawat Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya L.). Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah, Purwekerto.
Umri, R. N. 2010, Perbandingan Potensi Daya Hambat Ekstrak Etanol dari Biji Pepaya yang dikeringkan dengan Matahari Langsung dan diangin-anginkan terhadap Escherichia coli. Farmasi Politekkes Depkes, Jakarta.
Utami, R. P. 2017, Aktivitas Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Meniran (Phyllanthus Niruri L.) terhadap Cacing Ascaridia galli Secara in vitro. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Tanjungpura, Pontianak.
Walansendow, R., Janette, M, R., Lydia, T. 2016, Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Kualitas Spermatozoa Tikus Wistar (Rattus norvegicus). Jurnal e- Biomedik (eBm). 4(1):1–4.
Yoshihara, S. 2008, Hepatic Lesions Caused by Migrating Larvae of Ascaris suum in Chickens. Journal Vet Med Sci. 70(10):1129-1131.
Yowi, M., Moenek, D., Foenay, T. 2016, Daya Membunuh Cacing Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya) pada Ayam Buras. Partner. (1):1-5
Yuniawati, M., Purwanti, A. 2008, Optimasi Kondisi Proses Ekstraksi Minyak Biji Pepaya. Jurnal Teknologi Technoscientia. Jurusan Teknik Kimia. Yogyakarta IST Akprind. 1(1):75-85
Zajac, A. M. and G. A. Conboy. 2006, Veterinary Clinical Parasitology 7th Edition. Oxford: Blackwell Publising. pp: 108-111.