Persembuhan luka incisi kulit mencit (Mus musculus) dengan pemberian ekstrak etanol teripang getah (Holothuria leucospilota)
Full-Text (pdf)

Keywords

healing wounds
bioactive

How to Cite

Ollu, S., Pandarangga, P., & Ndaong, N. (2019). Persembuhan luka incisi kulit mencit (Mus musculus) dengan pemberian ekstrak etanol teripang getah (Holothuria leucospilota). Jurnal Veteriner Nusantara, 2(1), 60-69. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/jvn/article/view/1096

Abstract

The purpose of this research is to compare the effect of the ethanol black sea cucumber (Holothuria leucospilota) extract with betadine in the healing wound process of incised skin of mice (Mus musculus) through observation of gross pathology and histopathology. This research used mice with age of 6-8 weeks, male and divided into three groups, which were negative control (aquades), the positive control (betadine), and the treatment (ethanol black sea cucumber extract). All mice were incised by surgical blade in the middle of the back with the depth of up to layer of dermis. Furthermore, the wounds were lubricated directly by aquades, betadine and ethanol black sea cucumber extract. The gross pathology data were obtained in eight days through the observation of color, dry cuts, the closing time, the scab formation and the increase the length of hair around and the wound size. The parameters used in histopathology analysis of healing wounds process were the presence of increasing number of cells fibroblast, angiogenesis, and the number of the inflammation cells around the wound. The results showed that the effect of ethanol black sea cucumber (H. leucospilota) extract accelerated the wound healing process in the incised skin of mice (Mus musculus). It was caused by the bioactive content of black sea cucumber, such as saponin, flavonoid, lectin and amino acids which can speed up wound healing wound.

Full-Text (pdf)

References

American Veterinary Medical Association. 2013. AVMA Guidelines for the Euthanasia of Animals. Schaumburg: 2013 Edition.
Anindyajati TP, Harsini, Widjijo. 2013. ’Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kulit Jambu Mente dalam Bahan Kumur terhadap Proliferasi Sel Fibrolas pada Penyembuhan Luka (In Vitro). The Internatonal Symposium an Oral and Dentist Science. Dalam. Rahardjo, C. P. N. R. P. 2014. Pengaruh Gel Teripang Emas Terhadap Fibroblas di Daerah Tarikan pada Relaps Gigi Setelah Perawatan Ortodonti. Jurnal Kedokteran Gigi, 8(1).
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2014, Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik Secara In Vivo. BPOM.
Badan Pusat Statistik. 2012, Perikanan, Nusa Tenggara Timur dalam angka, BPS NTT.
Chairunnisa, N. 2012, ’Uji Potensi Ekstrak Kasar Teripang Holothuria Atra Jaeger Sebagai Pencegah Kanker Melalui Uji Mikronukleus Terhadap Sumsum Tulang Mencit (Mus Musculus L.) Jantan Galur DDY’. Skripsi, S.pd, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Depok.
Corsetti, G., D’Antona, G., Dioguardi, F. S., and Rezzani, R., 2010, Topical Application of Dressing with Amino Acids Improves Cutaneous Wound Healing in Aged Rats, J. Acta Histochemica Elsevier, 112:497-507.
Dance, S.K., Lane I. dan Bell, J.D. 2003, Variation in short-term survival of cultured Sandfish (Holothuria scabra) released in mangrove-seagrass and coral reef flat habitats in Solomon Islands. Aquaculture 220: 495-505.
Dealey, C., Cameron, J. 2008. Wound Management. Edisi Pertama. Wiley-Blackwell. Singapura.
Febram, B., Wientarsih, I. dan Pontjo, B. 2010, Activity Of Ambon Banana (Musa Paradisiaca Var. Sapientum) Stem Extract In Ointment Formulation On The Wound Healing Process Of Mice Skin (Mus Musculus Albinus). Majalah Obat Tradisional. 15(3):121-137.
Guo, S.Y., Guo, Z., Guo, Q., Chen, B.Y. and Wang, X.C. 2003, Expression, Purification and Characterization of Arginine Kinase from the Sea Cucumber Stichopus japonicus. Protein Expression and Purification 29: 230-234.
Guyton. C.A.Hall.E.John. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC. Jakarta. Hlm 480-481. Dalam. Tanggo, V.T.I.P. 2013,’ Pengaruh Pemberian Topikal Ekstrak Kulit Delima Pada Penyembuhan Luka Split Thickness Kulit Tikus’, Disertasi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / Rsud Dr. Soetomo. Surabaya.
Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia. Institut Teknologi Bandung, Bandung. Dalam, Pranoto, E.N., Ma’ruf, W.F. dan Pringgenies, D. 2012, Kajian Aktivitas Bioaktif Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria scabra) Terhadap Jamur Candida albicans, Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan, 1(1):1-8.
Hernani, M.Y., Mufrod, dan Sugiyono. 2012, formulasi salep ekstrak air tokek (Gekko Gecko L.) untuk penyembuhan luka. Majalah Farmaseutkai. 8 (1).
Ilodigwe, E.E., Ndunagu, L.U., Ajaghaku, D.L. dan Nedosa, U.A. 2012, Evaluation of the Wound Healing Activity of a Polyherbal Remedy. Annals of Biological Research. 3(11) : 5393-5398.
Indahyani, A. 2014, ‘Pengaruh Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria Scabra) dan Teripang Campedak (Bohadshia marmorata) dalam Bentuk Sediaan Gel Terhadap Penyembuhan Luka Bakar’, Skripsi. Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Hassanudin, Makasar.
Jaya, Miko, A. 2010. Isolasi Dan Uji Efektivitas Antibakteri Senyawa Saponin Dari Akar Putri Malu (Mimosa pudica). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang. P.17.
Kumalasari, E. dan N. Sulistyani. 2011. Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Batang Binahong (Anredera cordifolia(Tenore) Steen) terhadap Candida albicans serta Skrining Fitokimia. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 1(2):51-62.
Kumar V., Abbas, A.K., Fausto, N., Robbins dan Cotran’s (ed). 2003, Pathologic Basis of Disease. Philadelphia. Saunders.
Listyanti AR. 2006. Pengaruh Pemberian Getah Batang Pohon Pisang Ambon (Musa parasidiaca var. Sapientum) dalam Proses Persembuhan Luka pada Mencit (Mus musculus albinus). [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Novriansyah, R. 2008. Perbedaan kepadatan kolagen di sekitar luka incisi tikus wistar yang dibalut kasa konvensional dan penutup oklusif hidrokoloid selama 2 hari.Tesis. Program Pendidikan Dokter Spesialis I Ilmu Bedah, Universitas Diponegoro, Semarang.
Maharani T. W., Mukaromah H.A., Farabi F.M., 2010. Uji Fitokimia Daun Sukun kering (Artocarpus altilis). DIII Analisis kesehatan Ubiversitas Muhammadiyah Semarang.
Martoyo J, Aji N, Winanto Tj. 2000. Budidaya Teripang. Jakarta: Penebar Swadaya. Dalam. Kustiariyah, 2007. Teripang Sebagai Sumber Pangan dan Bioaktif. Buletin Tekhnologi Hasil Perikanan. 10(1):1-10.
Mokhlesi A., Saeidinia S., Gohari R. A., Shahverdi R.A., (2012). Biological Activities of the Sea Cucumber Holothuria leucospilota. Asian Journal of Animal and Veterinary Advances 7(3):243-249.
Necas J, Bartosikova L, Brauner P, Kolar J. 2008. Hyaluronic acid (hyaluronan): a. review. Veterenarian Medicine (53).
Noor, J. 2011, Metologi Penelitian, Cetakan-1, Kencana Prenada Media Group, Jakarta. Indonesia.
Pranoto, E.N., Ma’ruf, W.F. dan Pringgenies, D. 2012, Kajian Aktivitas Bioaktif Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria scabra) Terhadap Jamur Candida albicans, Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan, 1(1):1-8.
Rahardjo, C., Prameswari, N. dan Rahardjo, P. 2014, ‘Pengaruh Gel Teripang Emas Terhadap Fibroblas di Daerah Tarikan pada Relaps Gigi Setelah Perawatan Ortodonti’. Jurnal Kedokteran Gigi, 8(1) :17-25.
Rahmawati, I. 2014, ‘Perbedaan Efek Perawatan Luka Menggunakan Gerusan Daun Petai Cina (Leucaena glauca, Benth) dan Povidon Iodine 10% dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bersih pada Marmut (Cavia porcellus). Jurnal Wiyata 1(2).
Rizal, M.B. 2013, Komposisi Senyawa Organik dan Anorganik Ekstrak Teripang Pasir dan Teripang emas yang Kompatibel Terhadap Pulpa’. Skripsi. Universitas Huang Tuah. Surabaya.
Roihanah, S., Sukoso, S. dan Andayani. 2012, ’Aktivitas Antibakteri Ekstrak Teripang Holothuria sp. Terhadap Bakteri Vibrio Secara In vitro’.Exp. Life Sci. 2(1).
Sangi, M., M. R. J. Runtuwene., H. E.I. Simbala dan V.M. A. Makang. 2008, ‘Analisa Fitokimia Tumbuhan Obat di Minahasa Utara’. Chem.. Prog. 1(1):47-53.
Sari, P.I., Wibowo, A.M. dan Arreneuz, S. 2015, ‘Aktivitas Antibakteri Ekstrak Teripang Butoh Keling (Holothuria Leucospilota) dari Pulau Lemukutan Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Dan Staphylococcus Epidermidis’. JKK, 4(4): 21-28.
Sastrawan I.N., Meiske S., Kamu V., 2013,’Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Adas (Foeniculum vulgare) Menggunakan Metode DPPH’. Jurnal Ilmiah Sains 14(2):110-115.
Tanggo, V.T.I.P. 2013. ’Pengaruh Pemberian Topikal Ekstrak Kulit Delima Pada Penyembuhan Luka Split Thickness Kulit Tikus’, Disertasi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga / Rsud Dr. Soetomo. Surabaya.
Tobo, H. F., Mufidah, Taebe, H. B., Makhmud, A.I., 2001. Fitokimia I (Ekstraksi Komponen Kimia Bahan Alam). Laboratorium Fitokimia Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Hasanuddin, Makassar.
Tursina, L.M. 2011. ‘Uji Antifeedant Ekstrak Kasar Teripang Holothuria atra dan Bohadschia marmorata Terhadap Ikan Karang di Perairan Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta’. Skripsi, Fakultas Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Depok.
Velnar, T., Bailey, T. dan Smrkol, V. 2009, ‘The Wound Healing Process: an Overview of the Cellular and Molecular Mechanisms’. The Journal of International Medical Research. 37(5) :1528-1542.
Wardani, L.P. 2009.’Efek Penyembuhan Luka Bakar Gel Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle) pada Kulit Punggung Kelinci’, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Surakarta, Surakarta.
Wulandari, N., Krisanti, M., Elfidasari, D. 2012, ‘Keragaman
Teripang asal Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Teluk Jakarta’
Unnes Journal of life science. 1(2):1-7.
Yunanto, A., Hartato, E., Budiarti, Y, L.,2005,’Peran alcohol 70%, Povidone-Iodine 10% dan Kasa Kering steril dalam Pencegahan Infeksi pada Perawatan Tali Pusat.Sari Pediatri. 7(2):58-62.
Zachary, F.J. and McGavin, D.M.(ed) 2010, Phatologic Basis of Veterinary Disease, Elvesier.

Downloads

Download data is not yet available.