HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA KUPANG
PDF

Keywords

TB paru, dukungan sosial, tingkat pendidikan, kualitas hidup

How to Cite

Priambada, I., Buntoro, I., & Tallo Manafe, D. (2019). HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(2), 178-185. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1784

Abstract

Tuberkulosis Paru atau TB Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB Paru ini dapat menurunkan kualitas hidup seseorang karena penyakit ini dapat menyebabkan seseorang menjadi dikucilkan dari masyarakat dan kurang mendapatkan dukungan sosial. Selain kualitas hidup yang dipengaruhi oleh dukungan sosial, kualitas hidup juga dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pasien TB Paru tersebut karena tingkat pendidikan mempengaruhi apakah pasien tersebut dapat menerima keadaan yang terjadi pada dirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan tingkat pendidikan dengan kualitas hidup pada penderita tuberkulosis paru di Kota Kupang. Metodologi  penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah penderita tuberkulosis paru di Kota Kupang berjumlah 80 responden. Pengukuran dukungan sosial menggunakan Social Provision Scale oleh Cutrona dan Russel, pengukuran tingkat pendidikan menggunakan data sosiodemografik dan pengukuran kualitas hidup menggunakan Whoqol-Bref. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitina ini pengukuran dukungan sosial didapatkan 27 responden (33.75%) mendapat dukungan sosial baik dan 58 responden (66.25%) mendapat dukungan sosial sedang. Hasil pengamatan tingkat pendidikan terakhir responden didapatkan 19 responden (23.75%) Perguruan Tinggi, 31 responden (38.75%) Sekolah Menengah Atas, 4 responden (5%) Sekolah Menengah Pertama dan 26 responden (32.50%) Sekolah Dasar. Hasil pengukuran kualitas hidup didapatkan 24 responden (30%) memiliki kualitas hidup baik dan 56 responden (70%) memiliki kualitas hidup buruk. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (p=0.045) dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kalitas hidup pasien TB Paru (p=0.092).

PDF

References

1. Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2016.

2. Global Tuberculosis Report 2017. Geneva: World Health Organization;2017.

3. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia;2016.

4. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI;2013.

5. Data Penderita TB Paru Kota Kupang. Departemen Kesehatan Kota Kupang. 2016.

6. Ratnasari NY. Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Penderita Tuberkulosis Paru (TB Paru) di Balai Pengobatan Penyakit Paru (BP4) Yogyakarta Unit Minggiran. J Tuberkulosis Indones. 2012 Maret;8:7-11.

7. Terok MP, Bawotong J, Untu FM. Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Pasien Tuberkulosis Paru di Poli Paru BLU RSUP Prof. Dr. R. Kandou Manado. Ejournal Keperawatan (E-Kp). 2012;1(1):1-10.

8. Abrori I, Ahmad RA. Kualitas hidup penderita tuberkulosis resisten obat di kabupaten Banyumas. J Community Med Public Heal. 2018 Februari;34(2):55-61

9. Syahdrajat T. Panduan Menulis Tugas Akhir Kedokteran & Kesehatan. Edisi Pertama. Jakarta: Prenadamedia Group; 2015.

10. Budiarto E. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Cetakan ke 1. Jakarta: EGC; 2001.

11. Sugiyono. Statistik Nonparametris untuk Penelitian. Cetakan ke 11. Bandung: Alfabeta; 2013.

12. Dahlan S. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Salemba Medika; 2010.

13. Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2014. Dinas Kesehatan Kota Kupang. 2014.

14. Master Data Pusat Kesehatan Masyarakat Per Akhir 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017.

15. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta;2007.

16. Hutari S, Wongkar MCP, Langi AY. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, dan Status Gizi dengan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tuminting. J e-Clinic. 2014 Maret; 2(1).

17. Fitria E, Ramadhan R, Rosdiana Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Rujukan Mikroskopis Kabupaten Aceh Besar. SEL J Kesehat. 2017 Juli;4(1):13-20.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.