HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA ENDE
PDF

Keywords

anak usia 3-5 tahun, status gizi, perkembangan anak

How to Cite

Sengi, T., Manafe, D., & Rini, D. (2019). HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA ENDE. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(2), 243-248. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1796

Abstract

Masa balita merupakan periode perkembangan otak yaitu bertambahnya fungsi tubuh yang lebih kompleks. Pada masa ini, otak anak lebih terbuka untuk proses pembelajaran, pengkayaan dan lebih peka terhadap lingkungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah status giz. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 3-5 tahun di TK Negeri Pembina Ende. Metode jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 127 anak yang dipilih dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah KPSP dan penilaian status gizi dengan indeks BB/TB. Uji analisis yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi baik (85%), memiliki perkembangan yang sesuai (80.3%). Hasil uji spearman rank menunjukan bahwa p = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan yang bisa ditarik adalah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak usia 3-5 tahun

PDF

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pelayanan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. 2010;2.
2. Jimoh AO, Anyiam JO, Yakubu AM. Relationship between child development and nutritional status of under-five Nigerian children. South African J Clin Nutr. 2017;1(1):1.
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Lap Nas 2013. 2013;214.
4. Kemenkes RI. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2016. 2017;8, 34.
5. Dinkes Kabupaten Ende. Profil Kesehatan Kabupaten Ende Tahun 2016. 2017;49, 55.
6. WHO. The Global Strategy for Women’s, Children’s and Adolescents’ Health (2016-2030): Survive, Thrive, Transform. United Nations. 2015;1:25.
7. Zablotsky B, Ph D, Black LI, Blumberg SJ, Ph D. Estimated prevalence of children in 2014 – 2016 with diagnosed developmental disabilities in the United States. 2017;(291):1–8.
8. IDAI - Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak [Internet]. [cited 2018 Apr 30]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
9. Diana FM. Pemantauan Perkembangan Anak Balita. J Kesehat Masy. 2010;4(2):116–29.
10. Sachdeva S, Amir A, Alam S, Khan Z, Khalique N, Ansari MA. Global developmental delay and its determinants among urban infants and toddlers: A cross sectional study. Indian J Pediatr. 2010;77(9):975.
11. Surbainingsih S. Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Balita Usia 4-5 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Gendingan Yogyakarta Tahun 2015. J Kebidanan. 2015;6–7.
12. Entie R. Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 1 sampai 5 Tahun di Kelurahan Tidar Utara, Kota Magelang. J Keperawatan Soedirman. 2017;12(1):31.
13. Santri A, Idriansari A, Girsang BM. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Toddler ( 1 - 3 Tahun) dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah. J Ilmu Kesehat Masy. 2014;5(1):64.
14. Soetjiningsih. Buku Ajar I Ilmu Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Sagungseto; 2012.
15. Elnovriza D, Yenrina R. Hubungan Status Gizi dan Keikutsertaan dalam Layanan Tumbuh Kembang terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 2-5 Tahun di Padang. J Kesehat Masy. 2012;6(2):81.
16. Gibney MJ, Margetts BM, Kearney JM, Arab L. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC; 2009. 304 p.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.