PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG
PDF

Keywords

Gagal ginjal, Hemodialisis, GSH

How to Cite

Sianturi, E., Amat, A., & Wahyuningrum, S. (2019). PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR GLUTATION TEREDUKSI (GSH) PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(2), 308-316. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1804

Abstract

Gagal Ginjal memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap seperti hemodialisis. Pasien hemodialisis beresiko mengalami kelainan kardiovaskular lebih tinggi daripada populasi umum. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan resiko ini adalah stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan kadar radikal bebas dan antioksidan. Glutation tereduksi (GSH) adalah salah satu antioksidan penting dalam tubuh yang menurun.

Tujuan  penelitian ini mengetahui pengaruh hemodialisis terhadap kadar GSH pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah One-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan cara pemilihan sampel jenis Consecutive sampling. Kadar GSH pada sampel darah diuji menggunakan Elisa Reader. Hasil penelitian  jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 31 orang. Rerata kadar GSH pada pre-hemodialisis lebih tinggi dari pada rerata kadar GSH pada post-hemodialisis. Pada pre-hemodialisis rerata kadar GSH yaitu 1,80 nmol/ml lebih tinggi daripada post-hemodialisis yaitu 1, 72 nmol/ml. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan nilai p= 0,422 (>0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar GSH pasien gagal ginjal sebelum dan sesudah hemodialysis. Kesimpulan  penelitian ini tidak terdapat pengaruh hemodialisis terhadap  kadar GSH pada pasien gagal ginjal kronik

PDF

References

1. PERNEFRI. 5th Report Of Indonesian Renal Registry. Jakarta; 2012

2. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional 2013; 2013.

3. Suwitra K. Bab 25 Nefrourologi 283 Penyakit Ginjal Kronik. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, K simadibrata M, Setiyohadi B, Syam FA, editors. Buku ajar Ilmu penyakit dalam. VI. Jakarta: InternaPublishing; 2014. p. 2161–7.

4. LM W. Anatomi Dan Fisiologi Ginjal Dan Saluran Kemih. In: Wilson LM PS, editor. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC.; 2014. p. 867–871

5. Indonesian P, Registry R, Renal I, Indonesia PN, Kesehatan D, Kesehatan D et al. 7 th Report Of Indonesian Renal Registry 2014. Jakarta; 2014.

6. RSUD Maumere Rawat 30 orang. Pos Kupang. 2018

7. Pasien Cuci Darah Meningkat. Pos Kupang. 2018;

8. Nurudhin A. Pengaruh metilprednison dosis rendah terhadap kadar hs-CRP dan C3 pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 pasca hemodialisis. fakultas kedokteran UNS/ RS. DR. Moewardi Surakarta; 2010.

9. Anami HK, Butar-butar WR, Asni E. Pengaruh Hemodialisis Terhadap Kadar Glutation Tereduksi ( GSH ) Plasma Pasien Hemodialisis RSUD Arifin Ahmad. JIK. 2011;Jilid 5(nomor 1):Hal. 13-18.

10. Durak I, Kacmaz M, Elgun S, Ozturk H. Oxidative stres in patients with chronic renal failure: effects of hemodialysis. Med Princ Pr. 2004;13:84–87.

11. Liakopoulos V, Roumeliotis S, Gorny X, Dounousi E, Mertens P. Oxidative Stress In Hemodialysis Patients: A Review of the Literature. Oxid Med Cell Longev. 2017

12. Yuniastuti A, Yusuf I, Massi M N, Budu. Status antioksidan Glutation pada pasien tuberculosis paru dibalai kesehatan paru (BKP makasar)2013. J of biology education [Internet]. 2013;5. Available From: http://journal.unnes.ac.id/nju/indek.php/biosaintifika

13. Ozden M, Maral H, Akaydin D, Cetinalp P, Kalender B. Erythrocyte glutathione peroxidase activity, plasma malondialdehyde and erythrocyte glutathione levels in hemodialysis and CAPD patients. Clin Biochem [Internet]. 2002;35(4):269–73. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12135687

14. Ogunro P, Oluyombo R, Ajala M, Oshodi T. The effect of a membrane dialyzer during hemodialysis on the antioxidant status and lipid peroxidation of patients with end-stage renal disease. Saudy J kidney Dis Transplant [Internet]. 2014;25(6):1186–93. Available from: http://www.sjkdt.org/article.asp?issn=1319-2442;year=2014;volume=25;issue=6;spage=1

15. Setiawan B, Suhartono E. Stres Oksidatif dan Peran Antioksidan pada Diabetes Melitus. Maj. Kedokteran Indonesia [Internet]. 2005;55.

16. Putri Y A, Thaha M. Role of Oxidative stress an chronic kidney disease progression. The Indonesian Journal of internal medicine [Internet]. 2014:46

17. Astutik P, Adriani M, Wirjatmadi B. Kadar Radikal superoksid (O2-), nitric oxide (NO) dan asupan lemak pada pasien hipertensi dan tidak hipertensi. J Gizi Indonesia [Internet]. Dec 2014;3: 1-6

18. Rahmawati A. Mekanisme terjadinya inflamasi dan stress oksidatif pada obesitas. J El-Hayah[Internet]. 2014;5

19. Köken T, Serteser M, Kahraman A, Gokce C, Demir S. Changes in serum markers of oxidative stres with varying periods of haemodialysis. Nephrology 2004; 9 , 77–82

20. Rico MG, Puchades MJ, Ramon RG, Saez G, Tormos MC, Miguel A. Effect of hemodialysis therapy on oxidative stres in patients with chronic renal failure. Nefrologia 2006; 26:1–9

21. Himmelfarb J, Mcmenamin E, Mcmonagle E. Plasma aminothiol oxidation in chronic hemodialysis patients. Kidney International 2002, Vol. 61, pp. 705–716

22. Alhamdani MS, Al-najjar AF, Al-kassir AH. The effect of hemodialysis and dialyzer 18 biocompatibility on erythrocyte glutathionedefense system in chronic hemodialysis patients. The International Journal of Artificial Organs 2005 Vol. 28/6 , pp. 576-582
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.