PREVALENSI RISIKO TINGGI DISPLASIA CERVIKS PADA METODE IVA POSITIF DAN PAPSMEAR DI PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG
CMJ
PDF

Keywords

displasia, Inspeksi Visual Asetat, papsmear

How to Cite

Br. Damanik, E., Tallo Manafe, D., & Setianingrum, E. (2020). PREVALENSI RISIKO TINGGI DISPLASIA CERVIKS PADA METODE IVA POSITIF DAN PAPSMEAR DI PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(1), 394-402. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/2642

Abstract

Displasia merupakan gambaran adanya tanda keganasan  serviks. Gambaran ini dapat ditemukan pada pemeriksaan dengan metode papsmear. Sedangkan pada pemeriksaan dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat  (IVA) tidak ditemukan gambaran displasia. Tujuan metode papsmear merupakan skrining ideal terbukti dibeberapa Negara maju mampu menurunkan insiden penderita kanker serviks hingga 90% dan menurunkan angka mortalitas 70%-80%. Peneliti melakukan skrining atas pasien yang dianggap positif kanker serviks pada pemeriksaan IVA, dengan melakukan pemeriksaan papsmear. Metode jenis penelitian ini adalah cross sectional dimana wanita usia subur diperiksa dan dilakukan pemeriksaan IVA. Ketika dilakukan IVA dengan meneteskan cairan asam asetat ke bagian serviks, dan didapati warna keperakan yang menandakan adanya tanda-tanda keganasan maka segera dipisahkan. Wanita dengan gambaran pemeriksaan seperti diatas dikumpulkan dan dilakukan skrining ulang dengan melakukan pemeriksaan papsmear yaitu dilakukan pengambilan sekret pada bagian zona transisi serviks dengan spatula ayre, lalu sekret dihapus di slide dan dibuat pengecatan dengan cairan Papaniculou. Tenaga ahli Patologi akan membaca slide dimikroskop. Hasil dari penelitian ini yaitu Pasien dengan Reactive cellular changes (RCC)  ditemukan 64 orang. Kebanyakan dengan Inflammation (Intrauterine contraceotive devide (IUD), 2 orang  pasien dengan gambaran Atropi dan 1 pasien dengan epitelial hyperplasia. Sedangkan 3 pasien dengan ASCUS yaitu Atipical squamous cells yang banyak (Of undetermined squamous cells) dan 3 pasien ditemukan dengan LSIL (Low grade squamous intraepithelial lesion). Ditemukan 21 pasien dengan gambaran Unsatisfactory obscuring by blood dan tidak ditemukan sel epitel metaplasia skuamos dan sel-sel endoserviks. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan WUS yang di papsmear ditemukan adanya inflamasi terutama karena pemakaian kontrasepsi, sedangkan dari 10 pasien yang diduga positif pada pemeriksaan IVA dan kemudian dilakukan pemeriksaan papsmear menunjukkan gambaran displasia dengan hasil ASCUS, LSIL dan Endometrial hyperplasia. Beberapa pasien belum dapat disimpulkan karena belum memenuhi kriteria dalan mendiagnosis papsmear. Pasien yang diduga positif pada pemeriksaan IVA belum pernah dilakukan tindakan cryotherapi sehingga dapat jelas gambaran tanda displasia

PDF

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/view/1937/penderita-kanker-diperkirakan-menjadi-penyebab-utama-beban-ekonomi-terus-meningkat.html. Accessed March 25, 2019.

2. Bray F, Ferlay J, Soerjomataram I, Siegel RL, Torre LA, Jemal A. Global cancer statistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA Cancer J Clin. 2018;68(6):394-424. doi:10.3322/caac.21492

3. ICO Information Centre on HPV and Cancer (HPV Information Centre). Human Papillomavirus and Related Diseases Report. Summary Report 10 December 2018

4. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 2017. (Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, ed.). Kupang; 2018.

5. Jonathan S. Berek. Berek & Novak’s Gynecology. 15h ed. (Berek DL, ed.). LIPPINCOTT WILLIAMS & WILKINS, a WOLTERS KLUWER business; 2012.

6. Kemenkes RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasil Utama Riskesdas 2018. Balitbangkes. 2018.

7. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks. Kom Penanggulangan Kanker Nas. 2013:1-36. doi:10.1152/ajprenal.00405.2007

8. Alliance for Cervical Cancer Prevention (ACCP). Planning and Implementing Cervical Cancer Prevention and Control Programs: A Manual for Managers. Seattle: ACCP; 2004. http://screening.iarc.fr/doc/ACCP_screen.pdf. Accessed May 15, 2019.

9. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Buletin Kanker. Bul Kanker. 2015. doi:ISSN 2088-207x

10. John V Basmajian. Panggul Wanita. In: Grant Anatomi Klinik. 10th ed. Singapore: Elsevier; 2011:265-269.

11. Rasjidi I. Epidemiologi Kanker Serviks. Indones J Cancer. 2009;3(3). doi:10.33371/IJOC.V3I3.123

12. Saladin KS. The Female Reproductive System. In: Anatomy and Phisiology The Unity of Form and Function. 6th ed. McGraw-Hill International Edition; 2012:1067-1069.
13. V. P. Eroschenko. Serviks, Vagina, Plasenta, dan Kelenjar Mammae. In: D. Dharmawan and N. Yesdelita, ed. Atlas Histologi DiFiore: Dengan Korelasi FUngsional. 11th ed. Jakarta: EGC; 2010:470-471.

14. Mescher AL. Histologi Dasar Junqueira, Teks Dan Atlas. 12th ed. Jakarta: EGC; 2011.

15. Imam Rasjidi. Anatomi Leher Rahim. In: Manual Prakanker Serviks Edisi Pertama. Jakarta: CV Sagung Seto; 2008:27-29.

16. Kemenkes RI Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Cegah Kanker Serviks, Kenali Lebih Dalam Pembunuh Nomor Satu Kaum Hawa. promkes.kemkes.go.id. http://promkes.kemkes.go.id/?p=7945. Accessed March 8, 2019.

17. ICO. Human Papillomavirus and Related Diseases Report - World. HPV Inf Cent. 2015:1-278. doi:10.1023/A:1002041122449

18. Burd E. Human papillomavirus and cervical cancerBurd E (2003) Human papillomavirus and cervical cancer. Clin Microbiol Rev 16: 1–17 Available at: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673607614160. Clin Microbiol Rev. 2003;16(1):1-17. doi:10.1128/CMR.16.1.1

19. Dr. dr. Imam Rasjidi S (K) O. Deteksi DIni Dan Pencegahan Kanker Pada Wanita. Cetakan I. (Dr. dr. Imam Rasjidi S (K) O, ed.). Jakarta: Sagung Seto; 2009.

20. Campisi J. Aging, Cellular Senescence, and Cancer. Annu Rev Physiol. 2013;75(1):685-705. doi:10.1146/annurev-physiol-030212-183653

21. Depkes RI. Kategori Umur. Jakarta; 2009.

22. Purwaningsih H, Prajatmo H, Widyawati . Risk factors associated with the occurrence of precancerous cervical lesions at health centres of Karanganyar regency. Int J Community Med Public Heal. 2017;3(6):1437-1441. https://www.ijcmph.com/index.php/ijcmph/article/view/418/397. Accessed May 14, 2019.

23. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta; 2018.

24. Cuzick J, Sasieni P, Singer A. Risk factors for invasive cervix cancer in young women. Eur J Cancer. 1996;32(5):836-841. doi:10.1016/0959-8049(95)00650-8

25. Manuaba IBG. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2009.

26. Stumbar SE, Stevens M, Feld Z. Cervical Cancer and Its Precursors: A Preventative Approach to Screening, Diagnosis, and Management. Prim Care Clin Off Pract. 2019;46(1):117-134. doi:10.1016/J.POP.2018.10.011

27. Smatko AJ. Smegma in carcinoma of cervix. Am J Obstet Gynecol. 1959;78(1):226. doi:10.1016/0002-9378(59)90686-6

28. Chen S-D, Liu W-D, Ye X-H, Liu Y-H, Liu Z-C. Multiple Sexual Partners as a Potential Independent Risk Factor for Cervical Cancer: a Meta-analysis of Epidemiological Studies. Asian Pacific J Cancer Prev. 2015;16(9):3893-3900. doi:10.7314/apjcp.2015.16.9.3893


29. Comparison of risk factors for invasive squamous cell carcinoma and adenocarcinoma of the cervix: Collaborative reanalysis of individual data on 8,097 women with squamous cell carcinoma and 1,374 women with adenocarcinoma from 12 epidemiological studies. Int J Cancer. 2007;120(4):885-891. doi:10.1002/ijc.22357

30. Mazloomzadeh S, Molaei B, Jalilvand A, Ahmadnia E, Avazeh A, Maleki A. Prevalence of Abnormal Papanicolaou Test Results and Related Factors among Women Living in Zanjan, Iran. Asian Pacific J Cancer Prev. 2015;16(16):6935-6939. doi:10.7314/apjcp.2015.16.16.6935

31. Han SN, Mhallem Gziri M, Van Calsteren K, Amant F. Cervical cancer in pregnant women: Treat, wait or interrupt? Assessment of current clinical guidelines, innovations and controversies. Ther Adv Med Oncol. 2013;5(4):211-219. doi:10.1177/1758834013494988

32. Williams JW, Pritchard JA, MacDonald PC, Gant NFCN-M. Williams Obstetrics. Ed. 23. Jakarta: EGC; 2012.

33. Stumbar SE, Stevens M, Feld Z. Cervical Cancer and Its Precursors. Prim Care Clin Off Pract. 2019;46(1):117-134. doi:10.1016/j.pop.2018.10.011

34. Bruni L, Diaz M, Barrionuevo-Rosas L, et al. Global estimates of human papillomavirus vaccination coverage by region and income level: a pooled analysis. Lancet Glob Heal. 2016;4(7):e453-e463. doi:10.1016/S2214-109X(16)30099-7

35. Imam Rasjidi. Epidemiologi Kanker Serviks. Tangerang; 2009. https://media.neliti.com/media/publications/63677-ID-epidemiologi-kanker-serviks.pdf. Accessed May 16, 2019.

36. Cohen PA, Jhingran A, Oaknin A, Denny L. Cervical cancer. Lancet. 2019;393(10167):169-182. doi:10.1016/S0140-6736(18)32470-X

37. Gross Pathology. Libre Pathology. https://librepathology.org/wiki/Gross_pathology. Accessed March 9, 2019.

38. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran : Kanker Serviks. Kom Penanggulangan Kanker Nas. 2017;28(1):158-160. doi:10.1111/j.1467-6435.1975.tb01941.x

39. Rasjidi I. Modalitas Deteksi Dini Kanker Serviks. In: Manual Prakanker Serviks Edisi Pertama. Jakarta: CV Sagung Seto; 2008:45-69.

40. Kementerian Kesehatan RI. GERMAS Wujudkan Indonesia Sehat. http://www.depkes.go.id/article/view/16111500002/germas-wujudkan-indonesia-sehat.html. Published 2016. Accessed March 9, 2019.

41. IDAI - Sekilas tentang Vaksin HPV. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv. Accessed May 6, 2019.

42. Mastutik G, Alia R, Rahniayu A, Kurniasari N, Rahaju AS, Mustokoweni S. Skrining Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan Rumah Sakit Mawadah Mojokerto. Maj Obstet Ginekol. 2015;23(2):54.

43. Anatomical and pathological basis of visual inspection with acetic acid (VIA) and with Lugol’s iodine (VILI). https://screening.iarc.fr/viavilichap1.php?lang=1. Accessed May 14, 2019.

44. Sankaranarayanan R, Wesley RS. World Health Organization-International Agency for Research on Cancer (IARC). http://www.iarc.fr/. Accessed April 1, 2019.

45. Rasjidi I. IVA. In: Manual Prakanker Serviks Edisi Pertama. Jakarta: CV Sagung Seto; 2008:49.

46. Rasjidi I. Manual Prakanker Serviks Edisi Pertama. Jakarta: CV Sagung Seto; 2008.

47. Laila N. IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). In: Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2010:113.

48. Prawirohardjo S. Kanker Serviks. In: M. Farid Azis, Andri Jono AB, Saifuddin, eds. Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. Edisi Pertama. Ed. Pertam. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2006:113.

49. Laila N. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika; 2011.

50. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2015.

51. Sastroasmoro S. Penelitian Kasus Kontrol. In: Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Binarupa Aksara; 2011:68-90.

52. Sastroasmoro S. Perkiraan Besar Sampel. In: Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. 4th ed. Sagung Seto; 2011:130-144.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.