UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI
CMJ
PDF

Keywords

Nyamuk Aedes aegypti, Biji Kelor, Repelan

How to Cite

Pakan, P., Rini, D., & Setiono, K. (2020). UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) SEBAGAI REPELAN TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(1), 485-490. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/2656

Abstract

Demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor. Repelan merupakanbahan yang bersifat menolak gigitan nyamuk yang bisa berupa bahan kimia seperti DEET (N,N-diethyl-m-toluamide) dan juga bisa berupa minyak atsiri yang berasal dari bahan alami dari tumbuhan yang relative lebih aman adalah daribijikelor (MoringaOleifera L. L.). Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas repelan bijikelor (MoringaOleifera L. L.). terhadap nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan rancangan penelitian postest only control group design. Repelan minyak atsiri biji kelor dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25% dan 3,12% disemprotkan pada tiap lengan bawah relawan lalu dimasukkan dalam kandang nyamuk yang berisi 50 ekor nyamuk Aedes aegypti dewasa dan dihitung jumlah nyamuk yang hinggap selama 30 detik. Uji repelan dilakukan tiga kali replikasi. Daya proteksi dihitung menggunakan rumus dari WHOPES. Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis. Analisis post hoc menggunakan Mann Whitney. Hasil Penelitian adalah Hasil uji Kruskal-Wallismenunjukkan nilai p=0,01 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antara 6 kelompok konsentrasi repelan. Analisis post hocMann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kontrol negatif dengan konsentrasi 6,25%, konsentrasi 12,5%, konsentrasi 25%, dan konsentrasi 50%, konsentrasi 3,12% dengan konsentrasi 25% dan konsentrasi 50%, konsentrasi 6,25% dengan konsentrasi 25% dan konsentrasi 50%. Rata-rata daya proteksi repelan pada konsentrasi 50% adalah 96,66%. Efektivitas repelan dari biji kelor (Moringa Oleifera L. L.) dengan konsentrasi tinggi mempunyai daya proteksi yang tinggi juga terhadap nyamuk Aedes aegypti.

PDF

References

1. Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2011.
2. Kementerian Kesehatan RI. Infodatin Dbd 2016. Situasi DBD di Indonesia. 2016. p. 1–12.
3. Priyono R, Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2016. 2016;
4. Riskesdas 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehat Republik Indones. 2018;1–100.
5. Werdiningsih I. Lotion Ekstrak Daun Zodia ( Evodia sauveolens ) Sebagai Repellent Nyamuk Aedes sp. J Vektor Penyakit [Internet]. 2018;12:103–8. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/vektorp/article/view/839/420
6. Yuniarsih e. Uji efektivitas losion repelan minyak mimba (azadirachta indica a. Juss) terhadap nyamuk aedes aegypti. Uji efektivitas losion repelan minyak atsiri mimba (azadirachta indica a juss) terhadap nyamuk aedes aegypti. 2010;210.
7. Soedarto. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Jakarta: Sagung Seto; 2011.
8. Prabhu K, Murugan K, Nareshkumar A, Ramasubramanian N, Bragadeeswaran S. Larvasida dan potensi repellent dari Moringa Oleifera L. terhadap vektor malaria , Anopheles stephensi Liston ( Insecta : Diptera : Culicidae ). 2011;1(2):124–9.
9. Sofia fk. Hubungan antara pemakaian repellent anti nyamuk dan kejadian penyakit demam berdarah dengue pada anak di kota surakarta. Hub antara pemakaian repelan anti nyamuk dan kejadian penyakit demam berdarah dengue pada anak di kota surakarta. 2013;73.
10. Widyorini P, Endah Wahyuningsih N, Murwani Bagian Kesehatan Lingkungan R, Kesehatan Masyarakat F. Faktor Keberadaan Breeding Place Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Semarang. 2016;4:2356–3346.
11. Palgunadi BU, Rahayu A. Aedes aegypti sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue. Universits Wijaya Kusuma Surabaya; 2011.
12. Febrina claresta tjung. Fakultas Kedokteran universitas nusa cendana. Uji efektivitas repelan minyak atsiri kulit buah jeruk nipis (citrus aurantii) terhadap nyamuk aedes aegypti. 2016;(2):1–57.
13. Integrated Taxonomy Information System 2018. Moringa Oleifera L. Lam. 2018;
14. Pangan JT. Tanaman kelor (Moringa Oleifera L.). Ekp. 2015;13(3):1–13.
15. Isnan w. Ragam manfaat tanaman kelor ( Moringa Oleifera L. lamk.) Bagi masyarakat. 2017;14:63–75.
16. Sarmoko dan Nur, Alfan K. Kelor (Moringa Oleifera L. L.). Cancer Chemoprevention Res Cent Farm UGM Yogyakarta [Internet]. 2014; Available from: http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id
17. Krisnadi. gizi kelor. Jakarta. 2012;32.
18. Prabhu K, Murugan K, Nareshkumar A, Ramasubramanian N, Bragadeeswaran S. Larvicidal and repellent potential of Moringa Oleifera L. against malarial vector, Anopheles stephensi Liston (Insecta: Diptera: Culicidae). Asian Pac J Trop Biomed. 2011;1(2):124–9.
19. Ario MD. Daya Proteksi Ekstrak Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn.) sebagai Repellent terhadap Nyamuk Aedes Aegypti. UNiversitas Lampung; 2015.
20. Susilowati S, Kurniawati FV. Uji Aktivitas Repellent Fraksi Kloroform Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A . Juss) terhadap Nyamuk Aedes aegypti. 2012;
21. Dantje T. Sembel. Toksikologi Lingkungan. 1st ed. Yogyakarta: Andi; 2015.
22. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Indonesia; 2014.
23. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2000.
24. Emilan T, Kurnia A, Utami B, Diyani LN, Maulana A. Konsep Mutu Herbal: Pemastian Mutu Produk Herbal. [Depok]: Universitas Indonesia; 2011.
25. Khoirani N. Karakterisasi Simplisia dan Standarisasi Ekstrak Etanol Herba Kemangi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 2013.
26. Farmakope Indonesia. V. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.
27. Inggrid MH, Djojosubroto H. Destilasi Uap Minyak Atsiri dari Kulit dan Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii). Univ Katolik Parahyangan.2008;0-16.
28. Purwiyanto A. Modul Praktikum Oseanografi Kimia. 2013.
29. Imron M, Munif A. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan. Jakarta: Sagung Seto; 2010.
30. WHO. Guidelines for Efficacy Testing of Mosquito Repellents for Human Skin. 2009.
31. World Health Organization. Guidelines for Efficacy Testing of Spatial Repellents. Who. 2013;5-7,14-15,28-30,41-48
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.