IDENTIFIKASI DAN ANALISIS GAMBARAN BAKTERIOLOGIS TANGAN PERAWAT INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD PROF. DR. W.Z. JOHANNES KUPANG
CMJ
PDF

Keywords

Infeksi nosokomial, Perawat, ICU, Gambaran Bakteriologis

How to Cite

Septyowati, M., Pakan, P., & Artawan, I. (2020). IDENTIFIKASI DAN ANALISIS GAMBARAN BAKTERIOLOGIS TANGAN PERAWAT INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD PROF. DR. W.Z. JOHANNES KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(1), 535-541. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/2663

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian di rumah sakit. Pasien yang mempunyai kecenderungan terkena infeksi nosokomial 5-8 kali lebih tinggi adalah pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) karena pasien umumnya menderita penyakit berat dan dalam kondisi immunocompromise. Tangan petugas kesehatan merupakan perantara paling sering untuk infeksi nosokomial, salah satu petugas kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian infeksi nosokomial adalah perawat, oleh karena itu kebersihan tangan perawat menjadi hal yang penting dalam pengendalian infeksi nosokomial. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gambaran bakteriologis tangan perawat ICU RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest dengan perlakuan sebelum dan sesudah mencuci tangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 17 orang. Penelitian dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon diperoleh hasil nilai p = 0.000 (p=<0.05) artinya terdapat perbedaan yang bermakna pada jumlah koloni bakteri sebelum mencuci tangan dengan jumlah koloni bakteri setelah mencuci tangan. Jenis bakteri yang paling banyak ditemukan sebelum dan sesudah mencuci tangan adalah coccus gram positif (79.4% dan 70.6%). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapatperbedaan yang bermakna pada jumlah koloni bakteri sebelum mencuci tangan dengan jumlah koloni bakteri setelah mencuci tangan

PDF

References

1. Darmadi. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Salemba Medika; 2008.
2. KEPMENKES RI. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta; 2008.
3. WHO. Prevention of Hospital-Acquired Infections. A Practical Guide. 2002.
4. Noer SF. Pola Bakteri dan Resistensinya Terhadap Antibiotik yang Ditemukan pada Air dan Udara Ruang Instalasi Rawat Khusus RSUP dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar. Maj Farm dan Farmakol. 2008;16(2):73–8.
5. Zulkarnain. Infeksi Nosokomial. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
6. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes. Surveilans HAI Juli-September 2019. 2019.
7. Erasmus V, Daha TJ, Brug H, Richardus JH, Behrendt MD, Vos MC, et al. Systematic Review of Studies on Compliance with Hand Hygiene Guidelines in Hospital Care. 2010;31(3).
8. Pediatri S. Infeksi Bakteri Gram Negatif di ICU Anak: Epidemiologi, Manajemen Antibiotik dan Pencegahan. 2004;6.
9. Kasumayanti E. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Nosokomial pada Pengelola Limbah Medis Padat (Cleaning Service) Di RSUD Bangkinang Tahun 2016. 2017;1(2).
10. Wikansari N. Pemeriksaan Total Kuman Udara dan Staphylococcus aureus di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2012;1(2):384–92.
11. Murthy R, Grein J. Guide To Infection Control In The Hospital : Hand Hygiene Monitoring. International Society for Infectious Disease. 2018;Chapter 59.
12. Talon D, Mulin B, Rouget C, Bailly P, Thouverez M VJ. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. 1998 [cited 2019 Apr 10]. p. 978–84. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9517620
13. Asmirajanti M., Sinaga N. Hubungan Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan Dan Kejadian Infeksi Nosokomial Di Ruang ICU Dan NICU RS Awal Bros Tangerang. 2013.
14. Zuhriyah L. Bacteriological Descriptions Of Nurses’s Hand. 2004;50–3.
15. Mohammed M, Mohammed A, Mirza M GA. Nosocomial Infections: An Overview. Int Res J Pharm. 2014;5(1):7–12.
16. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit. 2001.
17. Jawetz, Melnick, Adelberg . Mikrobiologi Kedokteran 25th ed. Jakarta: EGC; 2012.
18. Pollack RA, Findlay L, Mondschein W, Modesto RR. Praktik Laboratorium Mikrobiologi Edisi 4. 4th ed. Dwinita TV, editor. Jakarta: EGC; 2016. 47-48 p.
19. Wati RY. Pengaruh Pemanasan Media Plate Count Agar ( PCA ) Berulang Terhadap Uji Total Plate Count ( TPC ) di Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Hasil Pertanian Unand. 2018;1(2):44–7.
20. Ferdiaz S. Analisis Mikrobiologi Pangan. Institut Pertanian Bogor; 2008. dalam Buku Ajar Mikrobiologi: Paket keahlian kimia analis. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013.
21. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1778/MENKES/SK/XII/2010. 2010.
22. Salawati L. Pengendalian Infeksi Nosokomial Di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit. J Kedokt Syiah Kuala. 2012;12(1):47–52.
23. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Kebersihan Tangan Mempengaruhi Keselamatan Pasien. 2009.
24. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Hand Hygiene in Healthcare Settings. Centers Dis Control Prev [Internet]. 2012; Available from: http://www.cdc.gov/handhygiene/Basics.html.
25. Longtin Y, Sax H, Allegranzi B, Schneider F, Pittet D. Hand Hygiene. N Engl J Med. 2012;13(364):24–8.
26. World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care: a Sumary. 2009.
27. Oranusi US, Akanade VA DS. Assessment of Microbial Quality and Antibacterial Activity of Commonly Used Hand Washes. J Biol Chem Res. 2013;30(2):570–80.
28. Mwambete K, Lyombe F. Antimicrobial Activity of Medicated Soaps Commonly Used By Dar Es Salaam Residents In Tanzania. Indian J Pharm Sci. 2011;73(1):92–8.
29. Burton, Maxine, Cobb, Emma, Donachie, Petter., Judah, Gaby, Curtis, Val. and Schmidt W-P. The Effect Of Handwashing With Water Or Soap On Bacterial Contamination Of Hands. Int J Environ Res Public Heal. 2011;(8):97–104.
30. Selvamohan T, Sandhya V. Studies On Bactericidal Activity Of Different Soaps Against-Bacterial Strains. J Microbiol Biotechnol Res. 2012;2(5):646–50.
31. Presscott, Lansing M, Harley, John P, Klein DA. Microbiology. 5th Ed. 5th ed. United States of America: McGraw-Hill Medical Publishing Division; 2003.
32. Mercks. Nutrient Agar MSDS (Material Safety Data Sheet) or SDS, CoA and CoQ, dossiers, brochures, and certificates [Internet]. Available from: https://www.merckmillipore.com/ID/id/product/Nutrient-agar,MDA_CHEM-105450?ReferrerURL=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F
33. Meliana S, Permana O. Efektivitas Mencuci Tangan Dengan Sabun Cuci Tangan Berbahan Aktif Triclocarban Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jambi.2015
34. British Colombia Ministry of Health. Best Practices for Hand Hygiene in All Healthcare Setting and Programs. 2012. 1-71 p.
35. Trampuz A, Widmer AF. Hand Hygiene: A Frequently Missed Lifesaving Opportunity During Patient Care. 2004;
36. Fierer N, Hamady M, Lauber CL, Knight R. The Influence Of Sex , Handedness, And Washing On The Diversity Of Hand Surface Bacteria. 2008;105(46):17994–9.
37. Rahmawati S, Sofiana L, Masyarakat FK, Dahlan UA. Pengaruh Metode Hand Wash Terhadap Penurunan Jumlah Angka Kuman Pada Perawat Ruang Rawat Inap Di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta. 2017;978–9.
38. Bratawidjaya K. Imunologi Dasar. 10th ed. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2012.
39. Permatasari Y. Perbandingan Efektivitas Antiseptik Chlorexidine Glukonat dengan Phenoxylethanol Terhadap Penurunan Angka Kuman pada Telapak Tangan. Univ Muhammadiyah Surakarta. 2012;
40. Cordita RN. Perbandingan Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Hand Sanitizer Dengan Sabun Antiseptik Pada Tenaga Kesehatan Di ICURSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Univ Lampung. 2017;
41. Angga I, Prenggono MD, Budiarti LY. Identifikasi Jenis Bakteri Kontaminan pada Tangan Perawat di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2014. 2014;11–8.
42. Benny W. Ilmu penyakit kulit dan kelamin : Mikrobiologi Kulit. 5th ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2010
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.