STATUS GIZI, KADAR HAEMOGLOBIN DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERCULOSIS PARU SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI OBAT ANTI TUBERCULOSIS KATEGORI 1 DI KOTA KUPANG
CMJ
PDF

Keywords

Tuberculosis, status gizi, kadar haemoglobin, kualitas hidup

How to Cite

Buntoro, I., Nurina, L., & Lada, C. (2020). STATUS GIZI, KADAR HAEMOGLOBIN DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERCULOSIS PARU SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI OBAT ANTI TUBERCULOSIS KATEGORI 1 DI KOTA KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(1), 581-585. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/2669

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular menduduki urutan tertinggi penyebab kematian karena infeksi tunggal. Sebagian besar obat anti tuberkulosis (OAT) dapat diterima dalam terapi, namun mempunyai efek toksik yang potensial diantaranya reaksi hematologic seperti anemia, agranulositosis, eosinophilia dan trombositopenia. Efek gastrointestinal yang paling umum terjadi adalah mual dan muntah, dan dapat mengalami penurunan nafsu makan sehingga akan mempengaruhi asupan gizi pada tubuh pasien, yang kemungkinan dapat menyebabkan penderita kekurangan gizi penderita. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlokasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia dan dilakukan di 11 Puskesmas di Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah Penderita TB baru yang diterapi dengan obat anti tuberculosis kateboriI  yang berada di kota Kupang. Sampel yang diambil berdasarkan teknik consecutive sampling,dengan jumlah sampel minimal 45 penderita. Hasil penelitian ini  terdapat  45 responden bersedia bergabung dalam penelitian ini, dengan usia terbanyak pada usia 20-30 tahun  dan 27 orang diantaranya merupakan laki-laki. Yang memiliki statusgizi yang normal sebanyak 18 orang atausebanyak 40 % dari total yang terlibat. Sedangkan 26 orang (57,8%) memiliki status gizi yang underweight dan hanya 1 orang (2,2%) yang memiliki status gizi yang overweight. Didapatkan 40 responden dengan hasil pemeriksaan BTA yang positif atau sebanyak 88,9%. Sedangkan sisanya 5 responden memiliki hasil pemeriksaan BTA yang negatif (11,1%).  Sedangkan dari hasil survei kualitas hidup didapatkan 30 responden memiliki kualitas hidup yang buruk atau sebesar 66,7%, Sedangkan sisanya sebanyak 15 responden memiliki kualitas hidup yang baik, atau sebesar 33,3%. Kesimpulan dari penelitian ini didapat bahwa  sebagian besar penderita TB paru merupakan TB Paru BTA positif dengan kualitas hidup yang buruk.

PDF

References

1. INFODANTIN 2018. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018.

2. WHO Global TB Report 2018.

3. SUSENAS 2017. Survei Sosial Ekonomi Nasional. 2017.

4. Profil Kesehatan NTT 2017.

5. Anny Thuraidah, Rima Agnes Widya Astuti, Dinna Rakhmina, 2017. Anemia dan Lama Konsumsi Obat Anti Tuberculosis. Medical Laboratory Technology Journal, ISSN 2461-0879

6. Fauziah I, Siahaan GE. Kadar Hemoglobin(Hb ) Penderita Tb Paru Dalam Masa Terapi Obat ( Obat Anti Tuberkulosis ) Di Puskesmas Haji Abdul Halim Hasan Binjai. 2003;

7. Kassa E, Enawgaw B, Gelaw A, Gelaw B. Effect of anti-tuberculosis drugs on hematological profiles of tuberculosis patients attending at University of Gondar Hospital , Northwest Ethiopia. BMC Hematol [Internet]. BMC Hematology; 2016;1–11. Available from: http://dx.doi.org/10.1186/s12878-015-0037.1

8. Hadida M, Abo-smhadana A, Draid M. Effects of Anti-Tuberculous Drugs on Liver Function Profile in Libyan Patients with Tuberculosis. 2013;52(July):740–51.

9. Huda I Al, Sari R, WIdhiyastuti E. Perbedaan indeks massa tubuh sebelum pengobatan dan sesudah pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di balai besar kesehatan paru masyarakat surakarta naskah. 2013

10. Kusnanto, Retnayu Pradanie, Inas Alifi Karima. 2017. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Kualitas Hidup Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Keperawatan Air langga. 2017

11. Rini VA. Pengaruh pemantuan apoteker terhadap keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien tuberkulosis. Fak Farm Univ Gadjah Madah, Yogyakarta. 2014;(September):185–92

12. Kesehatan RI K. Profil Kesehatan Indonesia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.

13. Indonesia FKU. Ilmu Penyakit Dalam. Interna Publishing; 2014. 863-873 p.

14. Murwaningrum A, Abdullah M, Makmun D. Pendekatan Diagnosis dan Tatalaksana Tuberkulosis Intestinal. 2016;3(2):165–73.

15. Manalu H. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru dan upaya penanggulangannya. J Ekol Kesehat. 2010;9(4):1340–6.

16. Kesehatan RI K. Strategi Nasional Pengendalian TB. Direktorat Jendral Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan; 2014

17. Bakri M. Evaluasi penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Jumpandang baru makassar. Univ Islam Negeri Alauddin Makassar. 2016;

18. Kesehatan RI K. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Jendral Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan; 2011.

19. Kesehatan RI K. Pedoman Penatalaksanaan TB (KONSENSUS TB). 2004. 1-55 p.

20. Keliat EN, Abidin A. DIAGNOSIS TUBERKULOSIS. Fak Kedokt Univ Sumatera Utara. 2001;1–23.

21. Ryu YJ. Diagnosis of Pulmonary Tuberculosis : Recent Advances and Diagnostic Algorithms. Ewha Womans Univ Sch Med Seoul, Korea. 2015;3536:64–71.

22. ECDC. Handbook on TB laboratory diagnostic methods in the European Union. European Centre for Disease Prevention and Control; 2016.

23. Sari, Dian P. Karim, Darwin. Ernawaty J. Hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita TB MDR di poli TB MDR RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Ilmu Keperawatan Univ Riau. 2016;

24. Pratama Mr. Hubungan tahap pengobatan dengan kualitas hidup pasien multidrug - resistant tuberculosis di RSUD dr.h. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Fak Kedokt Univ Lampung. 2019;

25. Thuraidah A, Astuti RAW, Rakhmina D. Anemia Dan Lama Konsumsi Obat Anti Tuberculosis. 2017;3(2):42–6.

26. Means RT. Pathogenesis of the Anemia of Chronic Disease: A Cytokine- Mediated Anemia. 1995;32–7.

27. Pratomo IP, Dkk. Malnutrisi and Tuberculosis. 2014; Available from: https://www.researchgate.net/publication/239949100_Malnutrition_and_Tuberculosis

28. Pradono J, Hapsari D, Sari P. Kualitas Hidup Penduduk Indonesia Menurut ICF dan Faktor yang Mempengaruhinya. Pus Penelit dan Pengemb Ekol dan Status Kesehat Jakarta. 2007;(3)
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.