PENGARUH PENAMBAHAN FILTRAT ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) KE DALAM PENGENCER TRIS-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING KACANG (The effect of rosella filtrate suplementation in tris-egg yolk extender on sperm.....

  • Reynold Laos Universitas nusa cendana
  • Aloysius Marawali Universitas Nusa Cendana
  • Petrus Kune Universitas Nusa Cendana
  • Henderiana L. L. Belli Universitas Nusa Cendana
  • Kirenius Uly Universitas Nusa Cendana

Abstract

The purpose of this study was to determinate the effect of adding various levels of roselle filtrate (RF) into tris-egg yolk diluents (T-EY) on the quality of kacang goat spermatozoa. Semen was collected twice a week using an artificial vagina method of three male goats. Fresh semen obtained was evaluated macroscopically and microscopically with a motility value of 80%, viability 86.58%, concentration of 2,099.40 milionspermatozoa cells/ml, and an abnormality of 2.83%. Then the fresh semen was diluted according to the treatment, namely T0 (T-EY 100%), T1 (T-EY 100% + RF 1%), T2 (T-EY 100% + RF 2%), T3 (T-EY 100% + RF 3%), T4 (T-EY 100% + RF 4%), T5 (T-EY 100% + RF 5%). The diluted semen was stored at 3-5C, and evaluation was carried out every 24 hours on the quality of the spermatozoa. The results showed that spermatozoa in T-EY diluent with the addition of 3% RF (T3) had a higher quality (T<0.05) compered to the other five treatments, namely the motility reached (42,99±2,19%), viability (49,30±2,24%), and abnormalities (4,012±0,49%) during 5 days of storage. The conclusion of this study is the addition of 3% roselle filtrate in tris-egg yolk diluent is the best level and is more effective in maintaining the quality of spermatozoa kacang goat.

References

Aboagla EME, Terada T. 2004. Effects of egg yolk during the freezing step of cryopreservation on the viability of goat spermatozoa. Theriogenology 62(6): 1160-1172.
Afiati F, Yulnawati, Riyadi M, Arifiantini RI. 2015. Abnormalitas spermatozoa domba dengan frekuensi penampungan berbeda. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1(4): 930-934.
Ali BH, Wabel NA, Blunden G. 2005. Phytochemical, pharmacological and toxicological aspects of Hibiscus sabdariffa L.: A review. Phytotherapy Research 19(5), 369-375.
Amtiran DE, Hine TM, Uly K. 2020. Pengaruh Penambahan Vitamin E dalam Pengencer Tris-Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Duroc. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(4): 1111-1118.
Bebas W, Gorda W. 2016. Penambahan astaxanthin pada pengencer kuning telur berbagai jenis unggas dapat memproteksi semen babi selama penyimpanan. Jurnal Veteriner 17(4): 484-491.
Cotter PZ, Goolsby HA, Prien SD. 2005. Preliminary evaluation of a unique freezing technology for bovine spermatozoa cryopreservation. Reproduction in Domestic Animals 40(2): 98-99.
Devipriya N, Srinivasan M, Sudheer AR, Menon VP. 2007. Effect of ellagic acid, a natural polyphenol, on alcohol-induced prooxidant and antioxidant imbalance: A drug dose dependent study. Singapore Medical Journal 48(4): 311-318.
Effendi FI, Wahjuningsih S, Ihsan MN. 2015. Pengaruh pengencer tris aminomethane kuning telur yang disuplementasi sari kulit manggis (Garcinia Mangostana) terhadap kualitas semen sapi limousin selama penyimpanan suhu dingin 5oC. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 25(3): 69-79.
Evans G, Maxwell WMC. 1987. Salamons’ Artificial Insemination Of Sheep And Goats (Ed. 2). Butterworths.
Fafo M, Hine TM, Nalley WM. 2016. Pengujian efektivitas ekstrak daun kelor dalam pengencer sitrat- kuning telur terhadap kualitas semen cair babi landrace. Jurnal Nukleus Peternakan 3(2): 184-195.
Garner DL, Hafez ESE. 2000. Spermatozoa And Seminal Plasma. In Reproduction In Farm Animals, 96-109.
Hafez ESE, Hafez B. 2000. X and Y Chromosome-Bearing Spermatozoa. In Reproduction in Farm Animals: 390-394.
Hastuti DWB, Riviani. 2020. Efektifitas penggunaan jenis ekstender dan dosis madu berbeda terhadap motilitas dan viabilitas sperma ikan nilem (Osteochilus vittatus) setelah penyimpanan. Jurnal Airaha 9(2): 122-129.
Hidayah SN. 2018. Pengaruh level filtrat daun kelor (Moringa oleifera) pada pengecer tris kuning telur ayam kampung dalam mempertahankan kualitas spermatozoa kambing kacang pada suhu 5oc. Disertasi. Universitas Mataram.
Inonie RI, Baa LO, Saili T. 2016. Kualitas spermatozoa kambing boerawa dan kmbing kacang pada penggunaan tris-kuning telur yang berbeda. JITRO 3(1): 52-64.
Iskandari NN, Madyawati SP, Wibawati PA, Suprayogi TW, Prastiya RA, Agustono B. 2020. Perbandingan pengencer tris kuning telur dan susu skim kuning telur terhadap persentase motilitas, viabilitas dan integritas membran plasma spermatozoa kambing sapera pada penyimpanan suhu 5oC. Jurnal Medik Veteriner 3(2): 196-202.
Kusumawati ED, Krisnaningsih ATN, Romadlon RR. 2016. Kualitas spermatozoa semen beku sapi Simental dengan suhu dan lama thawing yang berbeda. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 26(3): 38-41.
Kusumawati ED, Utomo KN, Krisnaningsih ATN, Rahadi S. 2017. Kualitas semen kambing kacang dengan lama simpan yang berbeda pada suhu ruang menggunakan pengencer tris aminomethan kuning telur. JITRO 4(3): 42-51.
Lubis TM, Dasrul, Thasmi CN, Akbar T. 2013. Spermatozoa after cold storage. Sains Pertanian 3(1): 347-61.
Marawali A, Abdullah MS, Jalaludin. 2019. Efektivitas suplementasi filtrat jambu biji dalam pengencer airkelapa-kuning telur terhadap kualitas semen cair sapi bali. Jurnal Veteriner 20(1): 20-29.
Maryani H, Kristiana L. 2005. Khasiat & Manfaat Rosela (Revisi). Astuti & Purwa (eds.). Jakarta, Agromedia Pustaka.
Nurfirman. 2001. Efektifitas medium beltsville poultry semen extender (BPSE) terhadap kualitas semen cair ayam lokal. Bogor Agricultural University (IPB).
Pamungkas FA, Mahmilia F, Elieser S. 2008. Perbandingan karakteristik semen kambing boer dengan kacang. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner, 367–370.
Putri DD, Nurmagustina DE, Chandra AA. 2014. Kandungan total fenol dan aktivitas antibakteri kelopak buah rosela merah dan ungu sebagai kandidat feed additive alami pada broiler. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 14(3): 174-180.
Rizal M, Herdis. 2005. Daya hidup spermatozoa epididimis domba garut yang dikriopreservasi menggunakan modifikasi pengencer tris. Hayati Journal of Biosciences 12(2): 61-66.
Rosmaidar, Dasrul, Lubis TM. 2014. Pengaruh penambahan sari buah tomat dalam media pengencer terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa kambing boer yang disimpan pada suhu 3–5°C. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(1): 7-17.
Saili T, Baa LO, Sani LOA, Rahadi S, Sura IW, Lopulalan F. 2016. Sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan menggunakan semen cair hasil sexing pada sapi bali induk yang dipelihara dengan sistem yang berbeda. Jurnal Ilmu Ternak 16(2): 49-55.
Savitri FK, Suharyatib S, Siswanto. 2014. Kualitas semen beku sapi bali dengan penambahan berbagai dosis vitamin c pada bahan pengencer skim kuning telur. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 2(3): 30-36.
Sekosi PPP, Kusumswati ED, Krisnaningsih ATN. 2016. Motilitas dan viabilitas semen segar kambing peranakan etawa (pe) dengan menggunakan pengencer cauda epididymal plasma (CEP-2) pada lama dan suhu simpan yang berbeda. Jurnal Sains Peternakan 4(1): 34-39.
Setyaningsih VR. 2011. Pengaruh pemberian infus simplisia rosella (Hibiscus subdariffa L) secara oral terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L) jantan galur DDT. Skripsi. Depok, Universitas Indonesia.
Siahaan EA, Laksmi DNDI, Bebas W. 2012. Efektivitas penambahan berbagai konsentrasi β-karoten terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi bali post thawing. Indonesia Medicus Veterinus 1(2): 239-251.
Situmorang P. 2002. Pengaruh kolesterol terhadap daya hidup dan fertilitas spermatozoa sapi. JITV 7(4): 251-258.
Solihati N, Kune P. 2009. Pengaruh jenis pengencer terhadap motilitas dan daya tahan hidup spermatozoa semen cair sapi Simmental. Seminar Nasional Peternakan Dan Veteriner: 1-6.
Sukmawati E, Arifiantini L, Purwantara B. 2014. Daya Tahan spermatozoa terhadap proses pembekuan pada berbagai jenis sapi pejantan unggul. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner 19(3): 168-175.
Susilawati T. 2011. Spermatology. Universitas Brawijaya Press.
Susilowati S. 2010. Efek waktu sentrifugasi terhadap motilitas, daya tahan hidup dan tudung akrosom spermatozoa kambing. Veterinaria Medika 3(1): 61-64.
Suyadi AR, Iswanto N. 2012. Effect of α -Tocopherol in Tris-Aminomethane – Egg Yolk on the Semen Quality during Cold Storage in Boer goats. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 22(3): 1-8.
Tambing SN, Toelihere MR, Yusuf TL, Sutama IK. 2000. Pengaruh gliserol dalam pengencer tris terhadap kualitas semen beku kambing peranakan etawah. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 5(2): 1-8.
Toelihere MR. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Angkasa, Bandung.
Urabi D, Farida, Lestari TP. 2019. Pengaruh Penambahan Madu Pada Pengenceran Sperma Terhadap Motilitas Spermatozoa Ikan Baung (Mystus Nemurus). Jurnal Ruaya 7(2): 47-54.
Widjaya N. 2011. Pengaruh pemberian susu skim dengan pengencer tris kuning telur terhadap daya tahan hidup spermatozoa sapi pada suhu penyimpanan 5oC. Sains Peternakan 9(2): 72-76.
Wiyanti DC, Isnaini N, Trisunuwati P. 2013. Pengaruh lama simpan semen dalam pengencer NaCl fisiologis pada suhu kamar terhadap kualitas spermatozoa ayam kampung (Gallus domesticus). Jurnal Kedokteran Hewan 7(1): 53-55.
Yahaq MA, Ondho YS, Sutiyono. 2019. Pengaruh Penambahan Vitamin C dalam Pengencer Semen Sapi Limousin yang Dibekukan Terhadap Kualitas Post Thawing. Jurnal Sain Peternakan Indonesia 14(4): 380-386.
Published
2021-12-14
How to Cite
Laos, R., Marawali, A., Kune, P., Belli, H., & Uly, K. (2021). PENGARUH PENAMBAHAN FILTRAT ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) KE DALAM PENGENCER TRIS-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING KACANG (The effect of rosella filtrate suplementation in tris-egg yolk extender on sperm. JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN, 8(2), 124-135. https://doi.org/10.35508/nukleus.v8i2.4872
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.