Pengaruh pemberian pakan komplit fermentasi berbasis serasah gamal dan batang pisang dengan imbangan yang berbeda terhadap tingkah laku makan kambing kacang

  • S. E. Manehat universitas nusa cendana
  • I Gusti Ngurah Jelantik Faculty of Animal Science, The University of Nusa Cendana
  • I. Benu universitas nusa cendana
Keywords: tingkah laku makan, kambing kacang, batang pisang, serasah gamal, pakan komplit

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit fermentasi berbasis serasah gamal dan batang pisang dengan rasio yang berbeda terhadap tingkah laku makan ternak kambing kacang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah P0S70:  70% serasah gamal dan 30% konsentrat, P30S40 : 30% batang pisang, 40% serasah gamal dan 30% konsentrat, P40S30: 40% batang pisang, 30% serasah gamal dan 30% konsentrat, P70S0 : 70% batang pisang dan 30% konsentrat. Parameter yang diukur terdiri dari frekuensi dan lama makan, frekuensi dan lama ruminasi serta frekuensi dan lama istirahat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) diikuti dengan uji jarak berganda Duncan mengunakan SPSS 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi makan lebih rendah (P<0,05) pada perlakuan P0S70 (16,6 kali per hari) dibandingkan dengan perlakuan lainnya yang bervariasi antara  22,9 sampai 26,1 kali per hari.  Lama makan tidak berbeda di antara perlakuan (P>0,05) yaitu bervariasi antara 7,5 sampai 8,8 jam. Frekuensi dan lama ruminasi serta frekuensi dan lama istirahat beturut-turut bervariasi antara 26 sampai 33 kali dan 5,3 sampai 10 jam per hari serta 36,3 sampai 39,8 kali dan 7,3 sampai 12 jam per hari.  Lama ruminasi meningkat (P<0,05) dengan meningkatnya proporsi batang pisang di dalam pakan komplit, tetapi frekuensi ruminasi tidak berbeda antar pelakuan (P>0,05). Perlakuan berbengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama istirahat tetapi tidak berpengaruh terhadap frekuensi istirahat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedan rasio antara batang pisang dan serasah gamal menyebabkan perbedaan frekuensi makan, lama ruminasi dan lama istirahat tetapi tidak merubah lama makan, frekuensi ruminasi dan istirahat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abijaoude, J. A., P. Moand-Fehr, J. Tessier, Ph. Schmidely and D. Sauvant. 2000. Diet effect on the daily feeding behaviour, frequency and characteristics of meals in dairy goats. Livest. Prod. Sci. 64:29-37.
Afzalani, S. Syarif & Raguati. 2006. Pengaruh suplementasi urea mineral lick block (UMLB) dan daun sengon (Albazia falcataria) terhadap biodegradebilitas dan aktivitas kunyah (chewing activity) pada ternak domba. Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Edisi Khusus Seminar Nasional 8: 37-40.
Bae, D. H., J. G. Welch, and B. E. Smith. 1979. Forage ntake and rumination by sheep. J. Anim. Sci. 43:1292.
Chai, K., P. M. Kennedy, and L. P. Milligan. 1984. Reduction in partcle size during rumination in cattle. J. Anim Sci.m 64:339-340.
Fraser, F. A. 1975. Farm Animal Behavior. The Macmillan Publishing Company Inc. New York.
Geoffroy, F. (1974). Etude comparee du comportement alimentaire et merycique de deux petits ruminants: le chkvre et le mouton. (Comparative study of feeding and ruminating behaviour of two small ruminants, goat and sheep.) Annales de Zootechnie 23, 63-73.
Heriyadi, D., 1995. Perporma dan Ekosistem Rumen Domba Priangan yang Diberi Ransum Pelet Berimbuhan Zeolit Dengan Berbagai Tingkat Protein. Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung.
Jelantik, IG. N.2001. Improving Bali Cattle Production through Protein Supplementation. PhD Thesis. The royal Veterinary and Agricultur University.Copenhagen, Denmark.
Jorgensen, N. A., M. F. Finner, and J. P. Maequardt. 1978. Effect of forage particle size on animal performance. Am. Soc. Agric. Eng., ASAE Paper, 78-104.
Kusuma IM, Sriyani, Ariana. 2015. Perbedaan tingkah laku sapi bali yang dipelihara di tempat pembuangan akhir desa pedungan dan sentra pembibitan Sapi Bali Sobangan. Peternakan Tropika Vol. 3 No. 3 Th. 2015: 667 – 678.
Kusuma mihardja, S. dan Tanudimadja, K. 1985. Perilaku Hewan Ternak. Jurusan AnatomiFakultas Kedokteran Hewan, IPB. Bogor. 72-75.
Lu, C. D. 1987. Implication of forage particle length on chewing activities and milk production in dairy goats. J. Dairy Sci. 70:1411-1416.
Mangkudilaga, I.M.K. 1991. Tinkah Laku kambing dan Domba berdasarkan waktu merumput dipadang pengembalaan budidaya.Skripsi Jurusan Biologi.FMIPA. IPB. Bogor.
Moon, S. O., S. Enishi. & H. Hirota. 1994. Effect of supplementary concentrate on eating and rumination behaviour in goats fed rye (secale sereale l) silage. Anim. Sci. Technol (Jpn) 65 (6): 532-537.
Pembayun IH, A. Purnomoadi, S. Dartosukarno. 2013. Tingkah laku makan kambing kacang yang diberi pakan level protein-energi berbeda. Anim Agric J 2(4): 31-36.
Perez-Barberia, F. J. and I. J. Gordon. 1998. Factor affecting food communition during chewing in ruminants: a review. Biological J. Linneal Soc. 63: 233-256.
Pond, W. G., D. C. Church & K. R. Pond. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4d Ed. John Wiley and Sons, Inc., Canada.
Riwu Kaho, L. M. 1993. Studi tentang pergiliran merumput pada biom savana. Suatu telaah pada savana Binel Timor barat. Thesis, IPB, Bogor.
Santini, F. J., C. D. Lu, M. J. Potcoiba, and J. M. Fernandez. 1992. Dietary fiber and milk yield, mastication, digestion and rate of passage in goats feed alfalfa hay. J. Dairy Sci. 75:209-219.
Toharmat, T., E. Nursasih, R. Nazilah, N. Hotimah, T. Q. Noerzihad, N. A. Sigit, & Y. Retnani. 2006. Sifat fisik pakan kaya serat dan pengaruhnya terhadap konsumsi dan kecernaan nutrien ransum pada kambing. Med. Pet. 29(3): 146-154.
Ulyatt, M. J. 1983. Plant fibre and regulation of digestion in the ruminant. In: Wallace and Bell (Eds). Fibre in Human and Animal Nutrition. Pp. 103-107.
Ulyatt, M. J., D. W. Dellow, A. John, C. S. W. Reid and G. C. Waghorn. 1986. Contribution of chewing during eating and rumination to the clearace of digesta from reticulorumen. In: L. P. Milligan, W. L. Grovum and A. Dobson (Eds) The Control od Digestion and Metabolism in Ruminants. Proc. 4th International Symposium on Ruminant Physiology. Pp. 488-517.
Welch, J. G. and A. M. Smith. 1970. Forage quality and ruminantion time in cattle. J. DAiry Sci. 53:797
Woodford, J. A., N. A. Jorgensen, and G. P. Barrington. 1986. Impact of dietary fiber and physical form on performance of lactating dairy cows. J.. Dairy Sci. 69:1035-1047.
Woodford, S. T. & M. R. Murphy. 1988. Effect of forage physical form on chewing activity, dry matter intake and rumen function of dairy cows in early lctation. J. Dairy Sci. 71: 674-686.
Zhao, X., Peng, F., Cheng, K and Liu, D. 2009.Enhancement of the enzymatic digestibility of sugarcane bagasse byalkali–peracetic acid pretreatment. Enzyme and Microbial Technology. Vol44, Issue 1: 17-23.
Published
2020-06-30
How to Cite
Manehat, S., Jelantik, I. G., & Benu, I. (2020). Pengaruh pemberian pakan komplit fermentasi berbasis serasah gamal dan batang pisang dengan imbangan yang berbeda terhadap tingkah laku makan kambing kacang. JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN, 7(1), 75-85. https://doi.org/10.35508/nukleus.v7i1.2245
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.