Pengaruh pemberian ekstrak hipofisa dan probiotik ABG-O pada anak babi persilangan terhadap peningkatan berat badan sapih, ukuran linear tubuh dan metabolit darah

  • Mardemus Misa universitas nusa cendana
  • Wilmientje M Nalley
  • Thomas Mata Hine universitas nusa cendana
  • Twenfosel Dami Dato universitas nusa cendana
  • Maritje A Hilakore universitas nusa cendana
  • Mariana Nenobais universitas nusa cendana
  • Aloysius Marawali universitas nusa cendana
Keywords: ekstrak hipofisa, probiotik ABG-O, berat badan, metabolit darah, anak babi persilangan

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of giving pituitary extract (EH) and probiotics ABG-O on piglets crossing to increase weaning weight, linear size of body and blood metabolites. The research material was a crossbred of landrace and duroc aged 2 weeks, as many as 24 birds. The experimental design was a completely randomized design with three treatments and eight replications. The three treatments are P0 (control), P1 (EH injection 1 mL), and P2 (injection EH 1 mL + probiotic ABG-O 2 mL). EH injections are carried out every 5 days and administration of probiotics is given orally using spoit every day until the piglets are weaned. The parameters observed were weight gain, linear size of body and blood metabolites. This data was analyzed by ANOVA and continued with Duncan test. The results of this study indicate that the average daily weight gain of crossbred piglets in treatments P0, P1, and P2 are 0.11; 0.13; 016 kg, body length (0.40; 0.45; 0.44 cm), chest circumference (0.29; 0.27; 0,30 cm), and shoulder height (0.25; 0.24; 0.25  cm). Blood glucose levels (117.31; 112.85; 117.25) and total plasma protein (4.60; 4.90; 4.80). The results of the statistical analysis showed that the EH and ABG probiotic treatments affected the UN (P<0.05) but did not affect (P> 0.05) the size of the linear body and blood metabolites. It can be concluded that the administration of pituitary extracts and ABG probiotics can increase the weaning weight of crossing piglets but does not affect the linear size of the body and blood metabolites.

ABSTRAK

             Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak hipofisa (EH) dan probiotik ABG-O pada anak babi persilangan terhadap peningkatan berat badan sapih, ukuran linear tubuh dan metabolit darah. Materi penelitian yang digunakan adalah anak babi persilangan landrace dan duroc berumur 2 minggu, sebanyak 24 ekor. Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga pelakuan dan delapan ulangan yaitu P0 (kontrol), P1 (injeksi EH 1 mL), dan P2  (injeksi EH 1 mL + ABG-O 2 mL). Penyuntikan EH dilakukan setiap 5 hari sekali dan pemberian probiotik diberi secara oral menggunakan spoit setiap hari sampai anak babi disapih. Variabel yang diamati adalah pertambahan berat badan, ukuran linear tubuh dan metabolit darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata pertambahan berat badan harian anak babi persilangan pada perlakuan P0, P1, dan P2 secara berturut-turut adalah 0,11; 0,13; 016 kg, panjang badan   (0,40; 0,45 ;0,44 cm), lingkar dada (0,29; 0,27; 0,30 cm), dan tinggi pundak (0,25;0,24;0,25 cm). Kadar glukosa darah (117,31; 112,85; 117,25) dan total protein plasma (4,60; 4,90; 4,80). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan EH dan probiotik ABG-O memengaruhi PBBH (P<0,05) tetapi tidak memengaruhi (P>0,05) ukuran linear tubuh dan metabolit darah. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak hipofisa dan probiotik ABG-O dapat meningkatkan berat badan sapih anak babi persilangan tetapi tidak memengaruhi ukuran linear tubuh dan metabolit darah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amrullah IK. 2006. Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.
Adisuwirjo D, Sutrisno, dan SJA Setyawati. 2001. Dasar Fisiologi Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
Bamualim AM, P Th Fernandez, C Liem and RB Wirdahayati. 2000. Effect of feeding regimes on the performance of bali and ongole cows in dry tropic region in Nusa Tenggara Indonesia. Asian-Aus. J. Anim. Sei. 13 (Supplement): B: 207-209.
Bondi A A. 1987. Animal Nutritition. Jhon Wiley and Sons Publ. Ltd. Great Britain.
Budaarsa K. 2012. Babi Guling Bali. Dari Beternak, Kuliner; Hingga Sesaji. Buku Arti. Denpasar.
Butler, AA and DL Roith. 2001. Control of Growth by The Somatropic axis: Growth Factors Have Related and Independent roles. Annual Review of Physiology, 63: 141-164.
Church DC and WG Pond. 1988. Basic Animal Nutrition on Feeding Third Edition. John Wiley and Sons, New York. 13(5):117.
Dillak SYFG, NPF Suryatni, YL Henuk. 2014. Suplementasi Beberapa Probiotik Melalui Air Minum Terhadap Performans Ayam Broiler Periode Akhir. Jurnal Nukleus Peternakan. 1(1):44-49.
Djagra IB. 2002. Memilih Sapi Bibit. Laboratorium Ternak Potong dan Kerja Fakultas Peternakan. Universitas Udayana, Denpasar. Bali.
Ensminger ME. 1987. Dairy Cattle Science. 2ndEd. The Interstate Ed. Printers and Publisher Inc, Danville. Illinois
Frandson. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak IV. Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Ganong WF. 2000. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Riview of Medical Physiology). Edisi ke-14. Terjemahan: P. Andrianto. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Geisert DR, RAM Schmitt. 2002. Early embryonic survival in the pig: Can it be improved. J Anim Sci. 80:54-85.
Hanief MAR, Subandiyono dan Pinandoyo. 2014. Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Tawes (Puntius javanicus). Journal of Aquaculture Management and Technology. 3(4):67-74.
Harper HAV, W Rodwel, AM Peter. 1978. Review of Fisiological Chemistry. Fakulatas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Ismoyowati, T Yuwanta, J Sidadolong dan S Keman. 2006. Performans Reproduksi Itik Tegal berdasarkan status Hematologis. Animal Production 8(2):88-93.
Jayanta CE, Harianti N. 2011. Panen Ayam Broiler. Agromedia Pustaka, Jakarta
Johanson I and J Rendel. 1986. Genetic and Animal Breeding. W.H. Freeman and Company. San Fransisco.
Kaka A, WM Nalley, T Mata Hine. 2018. Efek Ekstrak Hipofisa Sapi terhadap Pertambahan Bobot dan Umur Pubertas Mencit Betina (Mus musculus). Jurnal Peternakan Indonesia. 20(2):91-98.
Kaneko JJ, JW Harvey, ML Bruss. 1997. Clinical Biochemistry of Domestic Animals. 5th edition. Academic Press Inc, New York.
Kartikasari LR. 2005. Pengaruh pemberian ekstrak hipofisa sapi dan level protein konsentrat terhadap kualitas fisik daging kambing kacang jantan. Jurnal Sains Veteriner 23: 2.
Kojo RE, Panelewen VVJ, Manase MAV, Santa N. 2014. Efisiensi Penggunaan Input Pakan dan Keuntungan pada Usaha Ternak Babi di Kecamatan Tateran Kabupaten Minahasa Selatan. Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal Zootek. 34(1): 62-74.
Kompiang IP. 2009. Pemanfaatan mikroorganisme sebagai probiotik untuk meningkatkan produksi ternak unggas di Indonesia. J Pengembangan Inovasi Pertanian. 2:177-191.
Mountzouris K, Tsitrsikos CP, Palamidi I, Arvaniti A, Mohnl M, Schatzmayr G, Fegeros K. 2010. Effects of probiotik inclusion levels in broiler nutrion on growth performance, nutrient digestibility, plasma immunoglobulins, and cecal micrroflora compostion. Poult Sci. 89:58-67.
Mulyantini GAN. 2010. Ilmu Manajemen Ternak Unggas. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Musa HH, Wu SL, Zhu CH, Seri HI, Zhu GQ. 2009. The potential benefits of probiotics in animal production and health. J Anim Vet Adv. 8:313-321.
Nalley WM. 1993. Perbandingan penggunaan ekstrak hipofisis hipotalamus bagian dorsal dan bagian ventral babi terhadap spermiasi dan daya tetas telur ikan mas (Cyprianus carpio L). Tesis. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Nangoy MM, Lapian MT, Najoan, Soputan JEM. 2015. Pengaruh bobot lahir dengan penempilan anak babi sampai disapih. Jurnal Zootek. 35(1):138-150.
Nugroho, E dan Whendrato, I. 1990. Beternak Babi. Eka Offset: Semarang. 51-55.
Parakkasi A. 1990. Ilmu Gizi dan makanan ternak monogastrik. Penerbit Angkasa: Bandung.
Parakkasi A. 1995. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
Prayitno, Ismoyowati dan I Farida. 2003. Penentuan aktifitas enzim α-amilase dan kadar glukosa darah itik local. Animal Production, Vol 5, No. 1.
Pribadi A, Kurtini T, Sumardi. 2015. Pengaruh pemberian probiotik dari mikroba lokal terhadap kualitas indek albumen, indek yolk dan warna yolk pada umur telur 10 hari. J Ilmiah Peternakan Terpadu. 3:180-184.
Sihombing DTH. 2006. Ilmu peternakan babi. Cetakan Kedua. Yogyakarta (Indonesia): Gajah Mada University Press.
Sinaga S, Silalahi M, Tarigan D. 2010. Pengaruh pemberian tepung bangung-bangun (Coleus amboinicus L) ke dalam ransum babi induk menyusui terhadap bobot sapih anak. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 3-4 Agustus 2010. Bogor (Indonesia): Puslitbangnak.
Sapanca PLY, IC Wayan dan IS Made. 2015. Peningkatan Manajemen Kelompok Ternak Babi di Kabupaten Bangli. Agrimeta 15(09): 1-69
Tillman, AD. Hartadi, HS Prawirokusum, Reksohadiprodjo, S lebdokusudjo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Tortora GJ dan NP Anagnostakos. 1990. Principles of Anatomy and Physiology. Edisi ke 6. Harper and Row, New York. 120-122
Yusuf M. 2004. Hubungan Antara Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Sapi Bali di daerah Bima NTB. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Widodo. 2002. Nutrisi dan Pakan Unggas Komersial. Fakultas Peternakan. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
………, 2006. Pengantar Ilmu Nutrisi Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Wirahadikusumah. 1985. Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid. Bandung: ITB Press.
Published
2020-06-30
How to Cite
Misa, M., Nalley, W., Hine, T., Dato, T., Hilakore, M., Nenobais, M., & Marawali, A. (2020). Pengaruh pemberian ekstrak hipofisa dan probiotik ABG-O pada anak babi persilangan terhadap peningkatan berat badan sapih, ukuran linear tubuh dan metabolit darah. JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN, 7(1), 34-40. https://doi.org/10.35508/nukleus.v7i1.2256
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.