UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI LARUTAN MADU HUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN VITRO
PDF

Keywords

Escherichia coli, Antibakteri, Madu hutan

How to Cite

Sun, D., Indriarini, D., & Nurina, R. (2019). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI LARUTAN MADU HUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN VITRO. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(1), 66-73. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1491

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri Escherichia coli. Antibiotik merupakan satu zat yang dapat menghambat pertumbuhan suatu mikroorganisme. Madu (Mel) merupakan substansi alam yang diproduksi oleh lebah madu yang berasal dari nektar bunga atau sekret tanaman dan memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Daya antibakteri madu disebabkan karena adanya kandungan senyawa aktif, hidrogen peroksida, osmolaritas yang tinggi, serta pH yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri larutan madu hutan terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara In vitro. Metode penelitian ini eksperimental in vitro dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram yang direndam dalam konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, 10%, kontrol positif menggunakan streptomisin, dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Pengulangan dilakukan 3 kali dan hasil dibaca setelah diinkubasi selama 24 jam. Hasil analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tiap kelompok terhadap zona hambat yang terbentuk dengan nilai p = 0,002. Analisis post hoc menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok yang memiliki perbedaan potensi daya hambat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa larutan madu hutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli

PDF

References

1. World Health Organization. Infectious diseases [Internet]. 2018. Available from: http://www.who.int/topics/infectious_diseases/en/
2. Eko Kusumawati, Anita Apriliana Ry. Kemampuan Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Nangka (Atrocarpus heterophyllus Lam.) terhadap Escherichia coli. J Sains dan Kesehat [Internet]. 2017;1:327–32. Available from: jsk.farmasi.unmul.ac.id
3. Huda M. Pengaruh Madu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Gram Positif (Staphylococcus Aureus) Dan Bakteri Gram Negatif (Escherichia coli). J Anal Kesehat [Internet]. 2013;2:250–9. Available from: ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id
4. Kementrian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Indonesia; 2013.
5. Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2014. Indonesia; 2014.

6. Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2017 . Indonesia; 2018.
7. S D. Resistensi Antibiotik, Akankah Dapat Dikendalikan ? J Kedokt Kesehat Indones [Internet]. 2015;6:3. Available from: http://jurnal.uii.ac.id
8. Elsi Wineri, Roslaili Rasyid YA. Perbandingan Daya Hambat Madu Alami dengan Madu Kemasan secara In Vitro terhadap Streptococcus beta hemoliticus Group A sebagai Penyebab Faringitis. 2014;3: 376–80.
9. Nadhilla NF. The Activity Of Antibacterial Agent Of Honey Against Staphylococcus aureus. Universitas Lampung. 2014;3:94–101.
10. Yuliati. Uji Efektivitas Larutan Madu Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosae dengan Metode Disk Diffusion. ejournal.upnvj.ac.id. 2017;11.
11. Simatupang M. Analisis Pengetahuan Konsumen Terhadap Madu Di Pt Apiari Pramuka Cibubur Jakarta Timur [Internet]. Institut Pertanian Bogor; 2011. Available from: http://repository.ipb.ac.id/D11msi.pdf
12. Eviana E. Strategi Pengembangan Budidaya Lebah Madu Di Desa Buana Sakti Kecamatan Batang Hari Kabupaten Lampung Timur [Internet]. [Skripsi] Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Dharma Wacana Metro; 2017. Available from:http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/163/1/skripsi Eva Eviana.pdf
13. Minarno EB. Skrining Fitokimia Dan Kandungan Total Flavanoid Pada Buah Carica pubescens Lenne&K. Koch Di Kawasan Bromo, Cangar, Dan Dataran Tinggi Dieng. 2015;5:73–82.
14. Marliana.dkk. Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam Ekstrak Etanol. Biofarmasi. 2005;3:26–31.
15. Simaremare ES. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd). Pharmacy. 2014;11:98–107.
16. Ngajow M, Abidjulu J, Kamu VS. Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus secara In vitro. 2013;2 (November 2013):128–32.
17. Utami R, Puspita R, Umaroh AK. Uji Aktivitas Madu terhadap Eschericia coli dan Aspergilus fumigatus. 2014;1–14.
18. D.Astrini, M.Singgih IN. Aktivitas Antibakteri Madu Pahit Terhadap Bakteri Gram Negatif dan Gram Positif Serta Potensinya Dibandingkan Terhadap Antibiotik. 2014;39 (3) :75–83.
19. Sri Peni Fitrianingsih, Annisa Khairat RC. Aktivitas Antibakteri Madu Hitam Pahit Dan Madu Hitam Manis Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. J Farm Galen. 1:32–7.
20. Rahman FA, Haniastuti T, Utami TW, Mulut DB, Gigi FK, Mada UG. Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada Streptococcus mutans ATCC 35668. 2017;3 (1):1–7
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.