EFEK PEMBERIAN MINUMAN SOPI DIBANDINGKAN ALKOHOL JENIS LAINNYA TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GASTER TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley
PDF

Keywords

Sopi, Bir, Vodka, Hispatologi gaster

How to Cite

Keba, D., Sasputra, I., & Amat, A. (2019). EFEK PEMBERIAN MINUMAN SOPI DIBANDINGKAN ALKOHOL JENIS LAINNYA TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GASTER TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(1), 112-117. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1494

Abstract

Sopi merupakan alkohol hasil fermentasi secara tradisional terhadap nira atau hasil sadapan lontar. Sopi sendiri berasal dari bahasa Belanda “Zoopje” yang berarti alkohol cair, tidak berwarna dan berbau khas. Ketika dikonsumsi, alkohol dapat mengganggu struktur dan fungsi dari saluran pencernaan. Tujuan penelitan ini membandingkan tingkat kerusakan gaster tikus putih yang diinduksi minuman Sopi dibandingkan dengan  Bir dan Vodka. Metodologi penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan rancangan post test controlled group dengan menggunakan 24 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok K merupakan kelompok kontrol yang hanya diberi aquades, kelompok P1 yang diberi perlakuan bir (kadar alkohol 4,7 %), kelompok P2 yang diberi perlakuan vodka (kadar alkohol 40%) dan kelompok P3 yang diberi perlakuan Sopi (kadar alkohol 53%) dengan dosis 8ml/kgBB selama 10 hari. Perubahan diamati secara mikroskopis dan dinilai menggunakan Skor Integritas Epitel Mukosa Lambung berdasarkan modifikasi Barthel Manja yang dibagi menjadi empat skor yaitu sel normal, deskuamasi epitel mukosa, erosi epitel mukosa, dan ulserasi epitel mukosa. Data hasil penelitian diuji menggunakan uji statistik yaitu parametrik ANOVA dan uji Post Hoc LSD. Hasil penelitian pada kelompok P1 terjadi deskuamasi epitel mukosa dengan nilai rata-rata 0,93 sedangkan kelompok P2 dan P3 mengalami erosi epitel sel mukosa dengan nilai rata-rata 1,567 dan 1,8. Hasil uji ANOVA didapatkan perbedaan bermakna p = 0,000. Hasil uji LSD didapatkan perbedaan bermakna antara K-P1(p=0,000), K-P2(p=0,000), K-P3(p=0,000) P1-P2(p=0,000) P1-P3(p=0,000). Kesimpulan penelitian ini  terdapat perbandingan gambaran mikroskopis gaster tikus putih yang bermakna antara pemberian sopi dibandingkan bir. Namun tidak terdapat perbandingan gambaran mikroskopis gaster tikus putih yang bermakna antara pemberian sopi dibandingkan vodka.

PDF

References

1. Li DE. Industrialisasi Sopi di NTT Yang Berkelanjutan (Towards the sustainability of NTT Sopi). IRGSC Policy Br [Internet]. 2013;(1):1–8. Available from: www.irgsc.org
2. Tenggara EN. Mikrobia Amilolitik pada Nira dan Laru dari Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur Amylolitic microbes of nira and laru from Timor Island , East Nusa Tenggara. 2008;9(3):165–8.
3. Lette AR, Triratnawati A, Swasti IK. Perilaku minum sopi pada remaja di kecamatan maulafa kota kupang. 2015
4. World Health Organisation. Global status report on alcohol and health 2014. Glob status Rep alcohol [Internet]. 2014;1–392. Available from: http://www.who.int/substance_abuse/publications/global_alcohol_report/msbgsruprofiles.pdf
5. Badan Penelitian dan Pengembangan Depertemen Kesehatan RI Tahun 2009 tentang Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2008. Lemb Pnb Badan Litbangkes. 2009;158–9.
6. Ganiswarna SG et al. Farmakologi dan Terapi. 4th ed. Ganiswarna SG, editor. Jakarta: Farmakologi FAkultas Kedokteran Universitas Indonesia; 1995. 143-144 p.
7. Kololu D. Gambaran histopatologis lambung tikus wistar (Rattus Novergicus) yang diberikan Alkohol. e-Biomedik (eBM). 2014;2(2):2.
8. Hehi F, Loho L, Durry M. Gambaran histopatologi lambung tikus wistar pasca pemberian metanol. e-Biomedik (eBM). 2013;1(2):890–5.
9. Anderson. Drug and chemical injury. Pathology. Missory: Morby Company; 1971.p.205.
10. Julia S. Efek Minuman Keras Oplosan Terhadap Perubahan Histopatologi Lambung Tikus Wistar Jantan. Universitas Jember; 2016
11. Setiawati A. Farmakologi dan Penggunaan Terapi Obat-Obat Sitoproteksi. Cermin Dunia Kedokteran; 1992. 29-31 p.
12. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 9th ed. Buku Kedokteran ECG. 589-608 p.
13. Price, Sylvia, Lorraine Mc. Carty Wilson. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Proses Penyakit. 6th ed. Buku Kedokteran ECG. 2006. 371-376 p.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.