HUBUNGAN POLA ASUH DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MELATI KELURAHAN NAIMATA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENFUI
PDF

Keywords

Pola Asuh, Tingkat Pendidikan, Status Gizi

How to Cite

Lette, S., Wungouw, H., & Woda, R. (2019). HUBUNGAN POLA ASUH DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MELATI KELURAHAN NAIMATA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENFUI. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(1), 35-43. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1500

Abstract

Masalah gizi terjadi disetiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa penting, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki lagi walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Pola Asuh dan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Status Gizi Balita di Posyandu Melati Kelurahan Naimata wilayah kerja Puskesmas Penfui. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner untuk penilaian pola asuh dan tingkat pendidikan ibu, pengukuran status gizi balita diukur dengan indeks antropometri berat badan menurut tninggi/panjang badan yang berpedoman pada standar NCHS-WHO dalam versi skor simpang baku (Z-Score). Hasil penelitian menunjukan status gizi balita yang memiliki status gizi normal dengan pola asuh yang baik sebanyak 36 responden dan pola asuh kurang 9 responden, tidak normal dengan pola asuh baik sebanyak 6 responden dan pola asuh kurang 1 responden. Sedangkan balita yang memiliki status gizi normal dengan tingkat pendidikan ibu yang baik sebanyak 38 responden dan tingkat pendidikan kurang 7 responden, tidak normal dengan tingkat pendidikan ibu baik sebanyak 4 responden dan tingkat pendidikan kurang 3 responden. Berdasarkan uji statistik  fisher  pola asuh dan status gizi diperoleh p-value sebesar p=1,000 > (0,05), sedangkan tingkat pendidikan dan status gizi diperoleh p-value sebesar p=0,120 > (0,05) yang artinya H1 ditolak dan H0 di terima, sehingga tidak terdapat hubungan pola asuh dan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi balita di posyandu Melati Kelurahan Naimata wilayah kerja Puskesmas Penfui. Kesimpulan penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan pola asuh dan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi balita di posyandu Melati Kelurahan Naimata wilayah kerja Puskesmas Penfui. Bagi ibu balita  rutin membawa anaknya ke posyandu setiap bulan agar status gizi anak dipantau secara berkala, dan tetap mempertahankan pola asuh yang baik serta lebih memperhatikan asupan gizi anaknya

PDF

References

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2015. Rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2015-2019.
2. Onis MDe, Blossner M, Borghi E. 2012. Prevalence and trends of stunting among pre-school children, 1990-2020. 15(1):142-148.
3. World Health Organization. 2015. WHO child growth standards and the identification of severe acute malnutrition in infants and children.
4. Blossner M, Onis MDe, Ustun AP, et al. 2005. Malnutrition: quantifying the health impact at national and local levels. Journal Article-Environmental Burden of Disease Series. 12(12):1-43.

5. World Health Organization. 2005. Malnutrition: quantifying the health impact at national and local levels. WHO Nutrition For Health And Development Protection Of Human Enviroment Geneva. 12(12):1-43.
6. Hendricks KM, Duggan C, Gallagher L, et al. 1995. Malnutrition in Hospitalized Pediatric Patients Current Prevalens. Arch Pediatr Adolesc Med. 149(10):1118-1122. doi:10.1001/archpedi.1995.02170230072010
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016.
8. Prabowo EW, Ishartono, Budiarti M. 2016. 24 Pola Asuh Anak oleh Ibu Usia Dini. 3(2):155–291. https://doi.org/10.24198/jppm.v3i2.13646
9. Supanto, et al. 1990. Pola pengasuhan anak secara tradisional daerah istimewah yogyakarta. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
10. Zulfita, Syofiah PN. 2013. Faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang, buruk pada balita di wilayah kerja puskesmas air dingin kota padang tahun 2013.
11. Nadesul H. 1996. Cara sehat mengasuh anak. Jakarta: Puspaswara.
12. Ayu SD. 2008. Pengaruh program pendampingan gizi terhadap pola asuh, kejadian infeksi dan status gizi balita kurang energi protein.
13. Siregar EE. Gambaran pola asuh dan status gizi balita pada ibu yang menikah di usia dinii di desa seberaya kecamatan tiga panah kabupaten karo provinsi sumatera utara. 2017.

14. Waryana. 2010. Pola Asuh Gizi. 9–38.
15. Febry F, Destriatania S. 2016. Analisis pemberian MP-ASI dengan status gizi pada anak usia 12-24 bulan di wilayah kerja puskesmas lesung batu , empat lawang.
16. Koesbardiati T, Artaria M, Rustinsya, et al. 2006. Pedoman gizi seimbang (PGS) pada anak gizi buruk di perkotaan melalui pendekatan bio-sosio-kultural.
17. Rapar VL, Rompas S, Ismanto AY, et al. 2014. Hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas ranotana weru kecamatan wanea kota manado. 1–7.
18. Asydhad LA. 2006. Makanan Tepat Untuk Balita. Jakarta kawan pustaka, 2006. http://kin.perpusnas.go.id/DisplayData.aspx
19. Suparlan H. 2015. Filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan sumbangannya bagi pendidikan indonesia.
20. Nugroho AA. 2010. Ilmu Pendidikan.
21. Berg A. 1986. Peranan gizi dalam pembangunan nasional.
22. Maryani Setyowati RA. 2015. Pemetaan status gizi balita dalam mendukung keberhasilan pencapaian millenium development goals (MDGs):10(2):21–110.
23. Supariasa I. 2001. Penilaian Status Gizi.
24. Viska S.Sorongan, Maureen I, Pumuh NRM. 2016. Hubungan antara asupan energi dengan status gizi pada kecamatan kawangkoan utara. 1–7.

25. Supariasa IDN dk. 2013. Penilaian status gizi.
26. Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Standar antropometri penilaian status gizi anak.
27. Notoatmodjo S. 2012. Metodologi penelitian kesehatan. Revisi. Jakarta: Rineka cipta.
28. Dahlan M S. 2013. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Ed 5th, editor. Jakarta: Salemba Medika.


29. Astuti VCP, Kapantow NH, Ratag BT. 2014. Hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi anak usia 1-3 tahun di wilayah kerja puskesmas walantakan kabupaten minahasa.1–3.
30. Astuty FD. 2013. Hubungan tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi anak prasekolah dan sekolah dasar di kecamatan godeon
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.