PENGARUH PEMBERIAN BUBUR DAUN KELOR TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN DENGAN STATUS GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEMASI KABUPATEN KUPANG

Keywords

Daun kelor, Puskesmas Oemasi, Perubahan Status Gizi

How to Cite

korbafo, redemptus, Lola, A., Woda, R., & Padmosiwi, W. (2018). PENGARUH PEMBERIAN BUBUR DAUN KELOR TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN DENGAN STATUS GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEMASI KABUPATEN KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 158-165. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/404

Abstract

Gizi kurang masih terus menjadi masalah utama kesehatan di negara-negara berkembang khususnya Indonesia. Di NTT sendiri, prevalensi gizi kurang masih terbilang tinggi. Penyebab utama hal ini adalah karena asupan nutrisi yang tidak adekuat dan perekonomian masyarakat yang masih rendah. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap gizi kurang adalah balita usia 2-5 tahun khususnya anak usia 4-5 tahun yang merupakan usia prasekolah. Diketahui, daun Moringa Oleifera atau daun kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan lengkap.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur daun kelor terhadap perubahan status gizi anak usia 4 sampai 5 tahun dengan status gizi kurang di wilayah kerja puskesmas Oemasi Kabupaten Kupang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain pretest posttest with control.Kelompok perlakuan terdiri dari anak yang diberikan bubur daun kelor tiap pagi selama 30 hari dan kelompok kontrol terdiri dari anak yang tidak diberikan perlakuan. Pengukuran status gizi dilakukan pada saat sebelum (O1) dan sesudah intervensi (O2).Dari hasil uji analisis (Uji Wilcoxon), pemberian bubur daun kelor selama 30 hari (250gram/hari) dapat meningkatkan status gizi anak usia 4 sampai 5 tahunsedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan status gizi. Dari hasil tersebut, terbukti bahwa bubur daun kelor dapat menjadi sumber makanan yang dapat memenuhi asupan nutrisi anak

References

1. Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama; 2002.

2. Ernawati A. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Higiene, Sanitasi Lingkungan, Tingkat Konsumsi dan Infeksi dengan Status Gizi anak Usia 2-5 Tahun di Kabupaten Semarang. Universitas
Diponegoro; 2003.

3. Surbainingsih S. Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Balita Usia 4-5 Tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Gendingan Yogyakarta Tahun. 2015.

4. Müller O, Krawinkel M. Malnutrition And Health In Developing Countries. Can Med Assoc J. 2005;173(3):279–86.

5. Riset Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta; 2013.

6. Ompusunggu, Sahat D. Riset Kesehatan Dasar Dalam ngka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Vol. 1, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. 2013. 224 p.

7. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Lap Nas 2007. 2008;1–384.

8. Badan Penelitian dan pengembangan. Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS) Tahun 2010.
9. Dewan Ketahan Pangan Kementrian Pangan. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Nusa Tenggara Timur. 2015.
10. Supriatin A. Analisa faktor faktor yang mempengaruhi
pola asuh makan dan Hubungannya dengan Status Gizi Balita. Inst Pertan Bogor. 2004;
11. Lutfiana N. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gizi Buruk Pada Lingkungan Tahan Pangan Dan Gizi. 2013;1–28.
12. Krisnadi A. Kelor Super Nutrisi. Blora: Kelorina.com; 2015.
13. Price BML. The Moringa Tree. In: Moringa- an ECHO Technical Note. ECHO Staff; 2007.
14. Syariati NE. Efek Moringa
Oleifera terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Balita. Media Gizi. 2011;1:8–13.
15. Nurak P. Pengaruh Pemberian Bubur Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Peningkatan Berat Badan Anak Usia 2 Sampai 5 Tahun dengan Status Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Eban Kabupaten Timor Tengah Utara. Kupang; 2016.
16. Prihati DR. Pengaruh Ekstrak Daun Kelor Terhadap Berat Badan dan Panjang Badan Anak Tikus Galur Wistar. Infokes. 2015;5(2):7–13.
17. Luthfiyah F. Pengaruh Serbuk Daun Kelor Lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Tikus Kurang Gizi (Evaluasi Berat Badan dan Kadar Albumin Serum). 2012:1–8.
18. A T, Zakaria, Sirajuddin, Hartono R. Penambahan Tepung Daun Kelor pada Menu Makanan Sehari-hari dalam upaya Penanggulangan Gizi Kurang pada Anak Balita. Media Gizi Pangan. 2012;13:41–7.
19. Puskesmas Oemasi. Kabupaten Kupang; 2017.
20. Kabupaten Kupang Dalam Angka. Nekamese : BPS
Kabupaten Kupang; 2016.
21. Pradhita IA. Pengaruh Pemberian Biskuit Tempe terhadap Status Gizi Balita Tuberkulosis di Beberapa Kecamatan Terpilih Jakarta Timur Tahun 2012. Univ
Indones. 2012.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.