HUBUNGAN INFEKSI SOlL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK DI SD NEGERI BELLO DAN SD INPES FATUKOA 2017

Keywords

Soil-Transmitted Helminths, status gizi, anak sekolah dasar

How to Cite

korbafo, redemptus, Pandie, J., Setiono, K., & Buntoro, I. (2018). HUBUNGAN INFEKSI SOlL-TRANSMITTED HELMINTHS (STH) DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK DI SD NEGERI BELLO DAN SD INPES FATUKOA 2017. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 196-202. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/410

Abstract

Indonesia merupakan penyumbang infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) sebanyak 16% dari seluruh kejadian STH di dunia dan merupakan negara kedua terbanyak yang memiliki kasus infeksi STH setelah India. Sebanyak ± 195 juta penduduk di Indonesia yang tinggal di daerah endemis cacing STH, ada sekitar 13 juta anak pra-sekolah dan 37 juta anak usia sekolah yang punya risiko terkena penyakit cacingan akibat infeksi STH. Salah satu provinsi endemik cacingan adalah  Nusa Tenggara Timur. Status gizi anak di Indonesia yang termasuk kasus sangat kurus adalah  4% dan kasus sangat kurus pada anak di NTT merupakan kasus tertinggi di Indonesia (7,8%).  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan infeksi STH dengan status gizi pada anak di SD Negeri Bello dan SD Inpres Fatukoa. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan cara pengambilan sampel Total sampling. Sampel berjumlah 184 responden, dilakukan pada bulan Oktober 2017-Januari 2018. Analisis data menggunakan uji fisher. Hasil penelitian didapatkan 2,2% (4/184) positif terinfeksi cacing STH, dengan status gizi 1 gizi baik dan 3 gizi kurang. Hasil uji fisher didapatkan p = 0,316 (p> 0.05). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa  tidak terdapat hubungan antara infeksi cacing STH dengan status gizi pada anak di SD Negeri Bello dan SD Inpres Fatukoa

References

1. Tan M, Kusriastuti R, Savioli L, Hotez PJ. Indonesia : An Emerging Market Economy Beset by Neglected Tropical Diseases ( NTDs ). 2014;8(2):6–10.
2. Pediatri S. Pengaruh Infeksi Cacing Usus yang Ditularkan Melalui Tanah pada Pertumbuhan Fisik Anak Usia Sekolah Dasar. 2006;8:1–4.
3. Bethony J, Brooker S, Albonico M, Geiger SM, Loukas A, Diemert D, et al. Soil-transmitted helminth infections : ascariasis , trichuriasis , and hookworm. 2006;367.
4. Natadisastra D. Penyakit Parasit pada Usus (Sistem Gastroinestinal). In: Astuti NZ, editor. Parasitologi Kedokteran Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. 1st ed. Jakarta: EGC; 2009. p. 70–124.
5. Riset Kesehatan Dasar. Penelitian, Badan Pengemb Kesehat Kementeri Kesehat RI, Bakti Husada. 2013;
6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Parasites - Ascariasis. Life Cycle of ascariasis. [Internet]. Available from:
https://www.cdc.gov/parasites/ascaria sis/biology.html
7. Sanchez AL, Gabrie JA, Usuanlele M, Rueda MM, Canales M, Gyorkos TW. Soil-Transmitted Helminth Infections and Nutritional Status in School-age Children from Rural Communities in Honduras. 2013;7(8).
8. Shang Y, Tang L, Zhou S, Chen Y, Yang Y, Lin S. Stunting and soiltransmitted-helminth infections among school-age pupils in rural areas of southern China. 2010;1–6.
9. Mark Thomas, Graeme Woodfield, Christine Moses GA. Soil-transmitted helminth infection, skin infection, anaemia, and growth retardation in schoolchildren of Taveuni Island, Fiji. N Z Med J [Internet]. 2005;Vol 118
No. Available from:
http://www.nzma.org.nz/journal/118-
1216/1492
10. Limbanadi EM, Rattu JAM, Pitoi M, Kesehatan F, Universitas M, Ratulangi S. Hubungan Antara Status Ekonomi, Tingkat Pendidikan
Penyakit Kecacingan dengan Infestasi Cacing Pada Siswa Kelas IV, V dan VI di SD Negeri 47 Kota Manado. 2013;1–6.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.