FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGOBATAN MALARIA DI PUSKESMAS BOKING KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

Keywords

Malaria, keberhasilan pengobatan malaria, keteraturan minum obat

How to Cite

korbafo, redemptus, Dethan, N., E.D, M., & Setiono, K. (2018). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGOBATAN MALARIA DI PUSKESMAS BOKING KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 217-225. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/413

Abstract

Malaria menyebabkan kematian antara 1,1 sampai 2,7 juta penduduk di dunia, dimana 1 juta diantaranya yang diserang adalah anak balita. Dari 33 provinsi di Indonesia, 15 provinsi mempunyai prevalensi malaria di atas angka nasional, sebagian besar berada di Indonesia Timur. Penyakit ini bisa mempengaruhi angka kematian bayi, anak balita, ibu melahirkan serta menurunkan produktifitas kerja dan menjadi hambatan penting untuk pembangunan sosial dan ekonomi. Keberhasilan pengobatan malaria menentukan keberhasilan pengendalian malaria, sehingga perlu diteliti faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan penderita malaria. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan pada penderita malaria di Puskesmas Boking Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang. Cara pengambilan sampel adalah total sampling. Data primer dilakukan melalui kuesioner dan rekam medik. Analisis yang digunakan adalah uji chi square.  Hasil penelitian hasil uji statistik dengan chi square menunjukkan terdapat faktor yang mempengaruhi (p<0,05) antara keteraturan minum obat (p=0,002) dengan keberhasilan pengobatan malaria dan tidak terdapat faktor yang mempengaruhi (p>0,05) antara usia (p=0,996), jenis kelamin (p=0,810), pendidikan (p=0,907), status gizi (p=0,424), peran keluarga (p=0,329), jarak rumah (p=0,329) dan sarana transportasi (p=0,317) dengan keberhasilan pengobatan malaria. 

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan malaria di Puskesmas Boking Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah  keteraturan minum obat

References

1. WHO. World Malaria Report 2016. 2016th Ed. Switzerland ; 2016
2. Kemenkes RI. Laporan Hasil Riset Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2013. Jakarta : Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan Kemenkes RI; 2013

3. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2014. Jakarta : Kemenkes RI; 2015.
4. Da Silva R. Gambaran Kejadian Malaria Di Kabupaten Timor Tengah
Selatan. 2014
5. Kementrian Kesehatan RI. Epidemiologi Malaria Di Indonesia. 2011 49.Purba I, Hadi U, Hakim L. Analisis Pengendalian Malaria Di Propinsi Nusa Tenggara Timur Dan Rencana Strategis Untuk Mencapai Eliminasi Malaria. 2016;8(2):18:26

6. Depkes RI. Pelayanan
Kefarmasian Untuk Penyakit Malaria. 2008;75
7. Kemenkes RI. Epidemiologi Malaria. 2010. Vol. 2. Jakarta
8. Kemkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta : Kemenkes RI. 2016
9. Avelline D. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Relapse Penyakit Malaria di Kecamatan Komodo Kabupaten
Manggarai Barat. 2012;1-20
10. Limanto T. Hubungan antara Status Gizi dan Malaria Falciparum Berat diruang Rawat Inap Anak. 2010;
11(5):363-6 55.Mahmudi M, Yudhastuti R.
11. Pola Pencarian Pengobatan Klinis Malaria Impor pada Pekerja Migran. 2015
12. Mbiliyora A. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Presepsi Pasien Post Terapi Malaria Terhadap Kepatuhan Follow Up di Klinik Malaria Sumba Faoundation Kabupaten Sumba Barat. Denpasar : Universitas Udayana ; 2015
13. Ludji I. Pengaruh Faktor Penderita dan Lingkungan Terhadap Kesembuhan Penderita di Kecamatan Kupang Timur. Surabaya. Universitas Airlangga. 2005
14. Kemenkes RI. InfoDatin
Malaria 2016. Jakarta. 2016
15. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. ECG. 2009 60.Natadisastra, 60. Djaenudin R. Parasitologi Kedokteran ditinjau dari Organ Tubuh yang diserang. Jakarta. ECG
16. Amrul, Munif M. Panduan Pengamatan Nyamuk Vektor Malaria. Jakarta. 2010
17. Kemenkes RI. Pedoman
Tatalaksana Malaria. 2013;1-63
18. Harijanto P.N, Nugroho A. Malaria dari Molekular ke Klinis. 2nd ed. Jakarta. ECG. 2010
19. Loran F, Ibnu F, Riskiyani S. Penyakit Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Larat Tambar Utara Kabupaten Maluku Tenggara Barat. 2015;1-11
20. Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta. ECG. 2014
21. Lee J, Tatura S, Lestari H. Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Kepadatan Malaria pada Anak. Menado. 2014. 1-6

22. Munizar, Mudatsir, Mulyadi. Hubungan Faktor Umur dan Status Gizi dengan Kerentanan Fisik Masyarakat Terhadap Risiko Wabah Malaria di Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimun Aceh Besar. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol.15. 2015 April; 29-35
23. Katonal P. The Interaction Between Nutrition and Infection. Bull World Health Organ. 2008;54(5);477-83
24. Agnes M, Dedy E, Weraman P. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Anak Balita di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
25. Nugroho D. Hubungan antara status gizi dengan efek samping obat anti tuberkulosis pada pasien dewasa di Bkpm Pati 2011. 2012;1-9
26. Surgiritama W, Wiyawan S, Arijana I, Ratnayanti I. Gambaran IMT kategori berat badan dan obesitas pada masyarakat Banjar Demulih Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. 2015;1-5
27. Kholifah N. Analisis faktor yang berhubungan dengan kesembuhan tb paru. 2009
28. Irnawati N, Siagian I, Ottay R. Pengaruh dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis di Puskesmas
Motoboi Kecil Kota Kotamobagu. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropis. 2016;IV:59-64 74.Lazuardi L, Hanbasari 29. M. Akses Pelayanan Puskesmas Setelah Kebijakan Pelayanan Kesehatan Gratis di Kota Lubuk Linggau:1-17
30. Sari A. Karakteristik Penderita Malaria Terhadap Kejadian Malaria di Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar Tahun 2012. 2012;1-7
31. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. 2012
32. Rombort D. Hubungan Antara Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara 2010.
33. Mayasari R, Andriyani D, Sitorus H. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Indonesia. 2015
34. Kinasi R, Mayasari R, Pratamawati D. Pengobatan Malaria Kombinasi Artemisin (ACT) di Propinsi Papua Barat tahun 2013. 2013
35. Sir O, Arsin A, Syam I. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Kabola Kabupaten Alor Provinsi
Nusa Tenggara Timur Tahun 2014. Universitas Hassanudin. 2015 Desember
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.