UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli SECARA IN VITRO

Keywords

Antibakteri, Ekstrak etanol daun kelor, Escherichia coli

How to Cite

korbafo, redemptus, Nissabilla, S., Pakan, P., & Buntoro, I. (2018). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli SECARA IN VITRO. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 230-237. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/415

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati. Jenis keanekaragaman tersebut mencapai 30.000 jenis atau lebih dari 10% flora di dunia dan 7000 ribu di antaranya diidentifikasi memiliki khasiat obat.Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah daun kelor (Moringa Oleifera). Ekstrak etanol daun kelor mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, trepenoid, steroid, tanin, dan saponin  yang mempunyai aktivitas antibakteri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun kelor terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Metode yang digumakan pada penelitian ini menggunakane ksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan metode dilusi dan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak 100%, 75%, 50%, 25%, 10%, 5%, dan 2%. Hasil dari penelitian ini ekstrak etanol daun kelor mempunyai aktivitas antibakteri, pada konsentrasi 2% ekstrak etanol daun kelor memiliki rata- rata diameter daya hambat sebesar 7,167 mm dan ditetapkan sebagai konsentrasi hambat minimum. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa Oleifera) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan rata-rata diameter daya hambat sebesar 7,167 mm dan konsentrasi hambat minimum pada konsentrasi 2%

References

1. Ramdhani F. Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Etanol 96 % Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica). [Skripsi], Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: 2015.
2. Krisnadi D. Kelor Super Nutrisi. Gerak Swadaya Masy Penanaman dan Pemanfaat Tanam Kelor. 2015;1-40.
3. Dodiya B, Amin B.
Antibacterial Activity and Phytochemical Screening of Different Parts of Moringa Oleifera Against Selected Gram Positive and Gram Negative Bacteria. Smt Kamlaben P.Patel College of Home Science, (Laboratory of Food Bitechnology),
A P ’ M c Society, Anand, Sardar Patel University, Vallabh Vidyanagar, Gujarat, India. 2015; 3(3):3-5.
4. Nugraha A. Tesis biokimia ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) escherichiacoli penyebab kobalosis pada babi.2013; diakses : 11 april 2017. Tersedia dari: http://wwwpps.unud.ac.id.
5. Jawetz E., J. L. Melnick, E.
A. Adelberg, G. F. Brooks, J. S. Butel, L. N. Ornston, 1995, Mikrobiologi Kedokteran, ed. 20, University of California, San Francisco.
6. Ml C. Causes and Management of Diarrhea in Children in Clinical Setting. Department of pediatrics and child health, Stelenboch University. 2010;23(1):1-2.
7. WHO. Diarrhoea: Why children still dying and what can be done. 2009; 1: 9-10.
8. Agitsah I, Rusmalina S, Al J. Ef.J. Penggunaan Antibiotik Pada Terapi Diare Akut Anak di Instalasi Rawat Jalan Puskesmas Bendan Tahun 2012. Diakses: 10 April 2017. Tersedia dari : www.unikal.ac.id.
9. Nuraina. Uji aktivitas antimikroba ekstrak daun Garcinia benthami Pierre dengan metode dilusi. [Skripsi], Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: 2015.
10. Dima LLRH, Lolo WA. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. 2016;1-7.
11. S. Kapalna, S. Moorthi. Antimicrobial Activity of Different Exctracts of Leaf of Moringa Oleifera against gram postive and gram negative bacteria.
Department of Biochemistry, Asan memorial college of Arts and Science, Chennai, India. 2013; 2(12);4-5.
12. Tobi TFE. Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Daun Kelor ( Moringa oleifera. L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara IN VITRO.[Skripsi], Universitas Katolik Widya Mandira : 2016.
13. Kurniwati S, Murwani S, Winarso J. Perbandingan Potensi Antibakteri Ekstrak Air dengan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa NN-1-PKH secara In Vitro. Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Program Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya: 2012.
14. Agung Fitri Kusuma S. Makalah Escherichia coli. Universitas Padjajaran: 2010.
15. Farmasi USD. Escherichia coli. 2007;1-8.

16. Departement of Agriculture US. Manual of Clasiffication For Agricultural and Fosetry Office of the Director. 2013; 5-10

17. Widiati S. Daya Hambat Ekstrak Teh Hitam (Camellia sinesis L) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. 2011. Diakses: 16 April 2017.Tersediamdari: http://www.ejournal.vajyj.ac.id

18. Departemen Kesehatan RI. Parameter Standar Umum.Ekstrak Tumbuhan Obat.2000. diakses : 16 April 2017. Tersedia dari: http://www.putrimayasari.unj a.ac.id.

19. Puspita P. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Allium Sativum Linn) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus In Vitro.2008. diakses: 12 Juli 2017. Tersedia dari: http://core.ac.uk.

20. Wijaksana IK. Daya antibakteri ekstrak propolis Apis mellifera spp terhadap bakteri campur karies dentin profunda. Universitas airlangga; 2013; diakses : 1 november 2017. Tersedia dari: http:/adln.lib.unair.ac

21. Putri HR, Barid I, Kusumawardani B. Daya Hambat Ekstrak Daun Tembakau terhadap Pertumbuhan Mikroba Rongga Mulut. [Skripsi],
Universitas Jember :2014
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.