HUBUNGAN DERAJAT DEHIDRASI DENGAN LAMA RAWAT INAP BALITA DIARE AKUT DI RSUD NAIBONAT KABUPATEN KUPANG

Keywords

Diare akut, Balita, Derajat dehidrasi, Lama rawat inap

How to Cite

korbafo, redemptus, Lagut, Y., E.D, M., & Liana, D. (2018). HUBUNGAN DERAJAT DEHIDRASI DENGAN LAMA RAWAT INAP BALITA DIARE AKUT DI RSUD NAIBONAT KABUPATEN KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 250-255. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/418

Abstract

Diare merupakan suatu penyakit menular dengan angkamortalitas dan morbiditas yang tinggi, dimana Provinsi Nusa Tenggara Timur terutama Kabupaten Kupang menempati urutan pertama kejadian luar biasa diare dengan case fatility rate (CFR) 2,80% berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2016. Berdasarkan laporan rumah sakit umum daerah (RSUD) Naibonat, diare dan gastroenteristis sebagai penyakit urutan pertama pasien rawat inap tahun 2016. Tujuan penelitian ini menganalis hubungan antara derajat dehidrasi dengan lama rawat inap balita diare akut di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan pengambilan data sekunder di unit rekam medis RSUD Naibonat menggunakan fomulir yang telah disiapkan peneliti. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 38 sampel yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji fisher exact. Hasil dari 89 balita diare akut disertai dehidrasi, sebanyak 51 balita dieksklusikan dan hanya tersisa 38 balita yang diteliti sebagai sampel. Dijumpai 35 balita diare akut dengan dehidrasi ringan sedang, sebanyak 33 balita yang dirawat < 5 hari dan 2 balita menjalani lama rawat inap ≥ 5 hari. Sedangkan 3 balita diare akut dengan dehidrasi berat, 1 balita dirawat < 5 hari dan 2 balita lainnya dirawat ≥ 5 hari. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,025 dan nilai r = 0,250. Kesimpulan dari penelitian ini  terdapat hubungan yang lemah antara derajat dehidrasi dengan lama rawat inap balita diare akut di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang

References

1. Departemen Kesehatan RI. Buku saku petugas kesehatan. 2011.

2. Widoyo. Penyakit tropis: epidemiologi, penularan, pencegahan & pemberantasannya. 2nd ed. Ciracas: Erlangga; 2011. p.193-199.

3. WHO. World Health Statistics 2015. Switzerland: WHO Press; 2015.

4. Nutrisiani F. Hubungan pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) pada anak usia 0-24 bulan dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Purwodadi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2010; 6.

5. Badan Peneliti dan Pengembangan. Riset kesehatan dasar 2013.2013.

6. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia 2016.2016.

7. Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.Data rekapitulasi laporan penyakit diare kabupaten Kupang 2016.2016.

8. Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat. Data jumlah kasus diare di RSUD Naibonat tahun 2016-Juni 2017.

9. Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat. Data 10 penyakit utama pasien rawat inap RSUD Naibonat 2016.

10. Goldman RD, Friedman JN, Parkin PC.Validation of the clinical dehydration scale for children ith acute gastroenteritis.Pediatrics. 2008; 122(3): 545-549.

11. Muawana N. Hubungan derajat dehidrasi dan status gizi dengan lama rawat inap terhadap pasien diare akut pada balita di RSUD Undata Palu. 2014.

12. Ariyanto. Hubungan antara lama masa rawat di rumah sakit dengan derajat dehidrasi akibat diare akut pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. Universitas Sumatera Utara;Tesis. 2010.
13. Poerwati E. Determinan lama rawat inap pasien balita dengan diare. RSUD Pasar Rebo Jakarta. 2013.

14. Yusuf S. Profil diare di ruang rawat inap anak. Saripediatri.

15. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.Situasi diare di Indonesia.2011.

16. Yonata A. Penggunaan probiotik sebagai terapi diare.Universitas Lampung.

17. Manopo, Christie. Dampak pemberian seng dan probiotik terhadap lama diare akut di rumah sakit prof. dr. rd. kandou manado. Sari Pediatri.2010 ; 12(1) : 17-20.

18. Noor NN. Epidemiologi edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta.2010.
19. Suharyono. Diare akut klinik dan laboratorik. Jakarta: Rhineka Cipta; 2008

20. Kac G, Camacho-dias P, Nutr M, Silva-coutinho D, Nutr L. Length of stay is associated with incidence of in-hospital malnutrition in a group of low-income Brazilian children. Salud Publica Mex. 2000;42(5):407–12

21. RSUD Dr. Soetomo. Pedoman diagnosis dan terapi bagian.SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, Edisi III, 2008.p. 2-4

22. Jurnalis YD, Sayoeti Y, Dewi S. Profil gangguan elektrolit dan keseimbangan asam basa pada pasien diare akut dengan dehidrasi berat di Ruang Rawat Inap Bagian Anak RS dr. M. Djamil Padang. Majalah Kedokteran Andalas 2008; 1:32

23. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Prinsip pengelolaan KIA. Jakarta.2013
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.