UJI AKTIVITAS ANTI DIABETES EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN

Keywords

Persea Americana Mill., Biji Alpukat, Diabetes Mellitus, Insulin, Sprague Dawley

How to Cite

korbafo, redemptus, Bulu Olu, A., Lidia, K., & Nurina, R. (2018). UJI AKTIVITAS ANTI DIABETES EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) TERHADAP GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 270-283. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/424

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus menjadi salah satu masalah kesehatan yang besar karena dapat berakibat pada peningkatan risiko terkena serangan jantung, stroke, penyakit ginjal stadium akhir, dan kebutaan. Prevalensi diabetes mellitus di NTT berdasarkan diagnosa dokter mencapai 1,2% dan menurut gejala mencapai 3,3%. Biji alpukat mengandung kelompok senyawa polifenol, flavonoid, triterpenoid, saponin, tanin, dan kuinon yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat GLUT 2 mukosa usus, dan meningkatkan sekresi insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas antidiabetes ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) terhadap glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design pre test – post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus dipilih secara  acak dan dibagi dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol normal (tidak diberi perlakuan), kontrol negatif (induksi aloksan 150 mg/kgbb), kontrol positif (diberi glbenklamid 0,9 mg/200grambb), dan tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak biji alpukat dengan dosis yang berbeda yakni dosis rendah (90mg/200grbb), dosis sedang (180mg/200grbb), dan dosis tinggi (360mg/grbb). Selanjutnya dilakukan pre-test untuk mengetahui kadar gula darah awal, kemudian diberi serangkaian perlakuan dan selanjutnya dilakukan post-test untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan tersebut. Hasil yang diperoleh dari ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) dalam ketiga dosis tersebut memiliki nilai probabilitas <0,05 yang menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan secara statistik. Rata-rata penurunan kadar glukosa darah kelompok perlakuan dosis rendah sebesar 278,5mg/dl, kelompok perlakuan dosis sedang sebesar 178mg/dl, dan dosis tinggi sebesar 405,25mg/dl. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas antidiabetes

References

Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. 6th ed. Yerdelita dr. N, editor. Vol. 6. Jakarta: EGC; 2011. 1-999 p.
2. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 12th ed. Ilyas EIII, Widjajakusumah M djauhari, Tanzil A, Santoso DIS, Siagian M, Hardjatno T, et al., editors. Singapura: Elsevier (Singapore) Pte. Ldt; 2014.
3. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, K MS. Ilmu Penyakit Dalam jilid II. V. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, K MaS, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing; 2009. 1825-1829 p.
4. Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diabetes Melitus Penyebab Kematian Nomor 6 di Dunia: Kemenkes Tawarkan Solusi CERDIK Melalui Posbindu. 2013;12–3. Available from: http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2383
5. Diabetes [Internet]. World Health Organization. 2014. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs312/en/
6. Guariguata L, Whiting DR, Hambleton I, Beagley J, Linnenkamp U, Shaw JE. Global estimates of diabetes prevalence for 2013 and projections for 2035 [Internet]. Vol. 103, Diabetes Research and Clinical Practice. Elsevier Ireland Ltd; 2014. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.diabres.2013.11.002
7. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta; 2013.
8. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi dan Analisis Diabetes. Jakarta: Infodatin; 2014.
9. Tjay DTH, Rahardja DK. Obat-Obat Penting. 6th ed. Jakarta: PT Elex Media Komputindo; 2007.
10. Katzung BG, Masters SB, Trevor AJ. Farmakologi Dasar dan Klinik Volume 2. 12th ed. Soeharsono dr. R, Heriyanto dr. P, Iskandar dr. M, dr. Herman Oktavius, editors. Jakarta: EGC; 2014. 837-865 p.
11. Prasetyono DS. A-Z Daftar Tanaman Obat Ampuh di Sekitar Kita. Putri Erine Nareswati, editor. Jogjakarta: FlashBooks; 2012.
12. Dabas D, Shegog RM, Ziegler GR, Lambert JD. Avocado ( Persea americana ) Seed as a Source of Bioactive Phytochemicals. 2013;6133–40.
13. Alhassan AJ, Sule MS, Atiku MK, Wudil AM, Abubakar H. Effects of aqueous avocado pear ( Persea americana ) seed extract on alloxan induced diabetes rats. Greener J Med Sci. 2012;2(January):5–11.
14. Zuhrotun A. Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat ( Persea americana Mill .) Bentuk Bulat. 2007;
15. Marlinda M, Sangi MS, Wuntu AD. Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Alpukat ( Persea americana Mill .). 2012;1(1):24–8.
16. Taufik Y. Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014. Promosiana A, Atmojo. Hanang Dwi, editors. Jakarta: Direktorat Jendral Hortikultura, Kementerian Pertanian; 2015. 34-212 p.
17. Produksi Buah-Buahan Menurut Kabupaten/ Kota (Kwintal) Tahun 2012-2014 [Internet]. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2017. Available from: ntt.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/46
18. Puspita NKS, Anthara MS, Oka AAG. Pertambahan Bobot Badan Tikus Diabetes Mellitus dengan Pemberian Ekstrak Etanol Buah Naga Daging Putih. Indones Med Veterinus. 2013;2(2):225–34.
19. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. 6th ed. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, K MS, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Jakarta: Interna Publishing; 2014. 2323-2335 p.
20. Kaneto H, Kajimoto Y, Miyagawa J, Matsuoka T, Fujitani Y, Umayahara Y, et al. B e n e ficial Effects of Antioxidants in Diabetes Possible Protection of Pancreatic ␤ -Cells Against Glucose To x i c i t y. NCBI. 1999;48(December).
21. Ruhe RC, Mcdonald RB. Use of Antioxidant Nutrients in the Prevention and Treatment of Type 2 Diabetes. NCBI. 2001;20(5):363–9.
22. Annisa F, Viryawan C, Santoso F. Hipoksia Berpeluang Mencegah Kerusakan Sel ß Pankreas pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 : Tinjauan Biologi Molekular. Fak Kedokt Univ Indones. 2014;41(3):198–201.
23. Robert J Nijveldt, Els van Nood, Danny EC van Hoorn, Petra G Boelens, Klaske van Norren and PA van L. Flavonoids : a review of probable mechanisms of action and. Am J Clin Nutr. 2001;418–25.
24. Song J, Kwon O, Chen S, Daruwala R, Eck P, Park JB, et al. Flavonoid Inhibition of Sodium-dependent Vitamin C Transporter 1 ( SVCT1 ) and Glucose Transporter Isoform 2 ( GLUT2 ), Intestinal Transporters for Vitamin C and Glucose *. NCBI. 2002;277(18):15252–60.
25. Sato M, Maulik G, Ray PS, Bagchi D, Das DK. Cardioprotective Effects of Grape Seed Proanthocyanidin Againts Ischemic Reperfusion Injury. J Mol Cell Cardiol [Internet]. 1999;31(6):1289–97. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022282899909616
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.