ANALISIS FAKTOR RISIKO PADA BAYI TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROFESOR DOKTER WILHELMUS ZAKARIA JOHANNES KUPANG

Keywords

Asfiksia Neonatorum, Faktor Risiko Bayi, Kupang

How to Cite

korbafo, redemptus, Hubung, E., Liana, D., & Woda, R. (2018). ANALISIS FAKTOR RISIKO PADA BAYI TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROFESOR DOKTER WILHELMUS ZAKARIA JOHANNES KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 284-296. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/425

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan kegagalan napas secara spontan dan teratur pada bayi baru lahir yang menyebabkan perfusi oksigen ke organ tubuh menurun akibat faktor ibu dan faktor bayi. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko pada bayi yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Johannes Kupang. Metode penelitian ini analitik observasional dengan case control study retrospektif. Jumlah sampel 43 bayi pada kelompok kasus yang dipilih dengan metode consecutive sampling dan 43 bayi pada kelompok kontrol yang dipilih dengan metode systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan yaitu berat badan lahir (OR: 1,759; 95%CI: 0,747-4,140; p:0,280), usia gestasi (OR:1,000; 95%CI: 0,412-2,428; p:1,000), kehamilan ganda (OR: 1,000; 95%CI: 0,190-5,255; p:1,000), kelainan letak (OR: 2,303; 95%CI: 0,714-7,424; p:0,256), air ketuban bercampur mekonium (OR: 1,368; 95%CI: 0,287-6,512; p:1,000), malpresentasi (OR: 2,303; 95%CI: 0,714-7,424; p:0,0256), gawat janin (OR: 1,902; 95%CI: 0,759-4,764; p:0,250), Intra uterine growth restriction (OR: 2,387; 95%CI: 0,803-7,100; p:0,185), kelainan plasenta (OR: 1,000; 95%CI: 0,190-5,255; p:1,000), dan kelainan jumlah cairan amnion (OR: 0,251; 95%CI: 0,049-1,286; p;0,156). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor risiko pada bayi dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang

References

1. Kesehatan K, Indonesia R. Pusat data dan informasi profil kesehatan Indonesia 2009. Jakarta: Kementrian kesehatan RI: 2010. Available from: http://www.depkes.go.id

2. Kesehatan K, Indonesia R. Pusat data dan informasi profil kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementrian kesehatan RI: 2016. Available from: www.litbang.depkes.go.id

3. Badan penelitian dan pengembangan departemen kesehatan RI. Riset kesehatan dasar 2007. Jakarta: Departemen kesehatan RI; 2008. p. 278-9.

4. Lawn J, Shibuya K, Stein C. No cry at birth: global estimates of intrapartum stillbirths and intrapartum-related neonatal deaths. Bull world health organ 2005; 83:409-17.
5. Dharmasetiawani N. Asfiksia dan resusitasi bayi baru lahir. In: Kosim MS, Yunanto A, Dewi R, Sarosa GI, Usman A, editors. Buku ajar neonatologi. Edisi pert. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2012. p. 12-3.

6. Departemen kesehatan RI. Pencegahan dan penatalaksanaan asfiksia neonatorum. 2008. Available at:buk.depkes.go.id

7. Kesehatan K, Indonesia R. Pusat data dan informasi profil kesehatan Indonesia 2012. Jakarta : Kementerian kesehatan RI. 2013. Available from: www.litbang.depkes.go.id
8. Kementerian kesehatan Republik Indonesia. Survey kesehatan dan demografi Indonesia. Jakarta: 2012. Available from : http://www.kemkes.go.id

9. NTT DKP. Profil kesehatan Nusa Tenggara Timur tahun 2015. Kupang 2016. Available from: http://www.depkes.go.id

10. Kesehatan ibu anak & jampersal di Nusa Tenggara Timur. Perkumpulan prakarsa pengembangan inisiatif dan advokasi rakyat. Jakarta dan Kupang. 2012.

11. Syaiful Y, Khudzaifah U. Faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RS Muhammadiyah Gresik Jawa Timur. Journals of ners community. 2016;7:55-60.

12. Pitsawong C, Panichkul P. Risk factors associated with birth asphyxia in Phramongkutklao Hospital. Thai journal of obstetrics and gynaecology. 2012;19:165-71

13. Damke S, Yadav N. Study of risk factors in children with birth asphyxia. Int J contemp pediatr. 2017;4:518-26.

14. Roga Z. Umbu. Hubungan asfiksia neonatorum dengan perkembangan balita di RSUD Johannes Kupang: Fakultas kedokteran Universitas Nusa Cendana; 2015.

15. Data rekam medik dan bagian perinatal RSUD Johannes Kupang Tahun 2014, 2015 dan 2016.
16. Manuaba. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk pendidikan bidan. Jakarta: EGC; 2002.

17. Hassan R, Alatas H, editors. Ilmu kesehatan anak. Jakarta: Infomedika jakarta; 2010

18. Lee ACC, Mullany LC, Tielsch JM, et al. Risk factors for neonatal mortality due to birth asphyxia in Southern Nepal : A Prospective, community-based cohort study. Pediatrics. 2008; 121:1381–90

19. Setyobudi H. Hubungan antara jenis anestesi dengan kejadian asfiksia neonatorum bayi yang dilahirkan secara sectio caesarea dengan preeklamsia di di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta : 2008.

20. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementerian kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar. Jakarta: 2013. Available from :www.litbang.depkes.go.id

21. Marmi, Rahardjo K. Asuhan neonatus, bayi, balita, dan anak pra sekolah. Yogyakarta: Pustaka belajar; 2012.p.270

22. Kosim, MS. Manajemen asfiksia bayi baru lahir untuk bidan : buku panduan. Jakarta: Departemen kesehatan RI; 2005. p. 2-17

23. Aslam HM, Saleem S, Rafia A, et al. Risk factors of birth asphyxia. Ital j pediatr. 2014; 10(2): 137-140
24. Marcdante KJ, Kliegman RM. Nelson ilmu kesehatan anak. Jakarta: EGC; 2012. p. 582–3.

25. Zanelli SA. Hypoxic-iscemic encephalopathy. Department of pediatrics, division of neonatology, university of Virginia health system; 2015

26. Oxorn H, Forte RW. Ilmu kebidanan: patologi dan fisiologi persalinan. Yogyakarta: ANDI; YEM; 2010.

27. Prawirohardjo S, Saifuddin AB, Wiknjosastro G, editors. Ilmu kebidanan IV. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2009. p. 581-685.

28. Chapman V, Charles C. Persalinan dan kelahiran asuhan kebidanan. Jakarta: EGC; 2013.

29. Manuaba C. Gawat- darurat obstetri ginekologi dan obstetri ginekologi sosial untuk profesi bidan. Jakarta: EGC; 2008.

30. Wirakusumah FF. Obstetri fisiologi: Ilmu kesehatan reproduksi. Jakarta: EGC; 2011.

31. Gilang, Notoatmojo R, Rakhmawatie MD. Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Tugurejo Semarang. Fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang; 2012

32. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Hassan dr, R, Alatas dr, H, Latief dr, A, Napitupulu dr, PM, Pudjiadi dr, A, Ghazali dr, MV, et al.,editors. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak: 1985.

33. Mochtar R. Sinopsis obstetri: obstetrik fisiologi, obstetrik patologi. Jakarta: EGC; 2012.

34. Gelfand SL, Jonathan M, Fanaroff JM, Walsh MC. Meconium stained fluid: approach to the mother and the baby. PediatrClin N Am 2004; 51:655– 67.

35. Saifuddin A, Wiknjosastro G, Affandi B. Panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: PT Bina pustaka sarwono prawirohardjo; 2010

36. Novak – Antolic Z. Transversr lie, brow, and face presentations. In :Kurjak A, Chervenak FA, editors. Textbook of perinatal medicine, 2nd editors. London: Informa UK Ltd ; 2006. p. 1912-17.

37. Lausman A, Kingdom J. Intrauterine growth restriction: Screening, diagnosis, and management. Sogc clinical practice guideline. 2013;35:741–48.

38. Flick AA, Kahn DA. Maternal physiologi during pregnancy and fetal and early neonatal physiology. In: Cherney AH, Nathan L, Goodwin TM, Laufer N, Roman A, editors. Current diagnosis and treatment obstetrics and gynecology. Singapura: McGraw-Hill; 2013.

39. Cunningham F, Bloom S, Sspong CY, Dashe J, editors. William obstetrik. Philadelphia: McGraw-Hill; 2014.

40. Martaadisoebrata D, Wirakusumah F, Sastrawinata S. Ilmu kesehatan reproduksi: obstetrik patologi. Jakarta: EGC; 2005.

41. Chiabi A,dkk. Risk factors for birth asphyxia in an urban health facility in Cameroon. Iran J child neurol. 2013 Summer; 7(3): 46- 54.

42. Junita E. Hubungan berat badan lahir dengan asfiksia neonatorum di Rumah Sakit di kota Banda Aceh. 2016

43. Herianto, Sarumpaet S. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya asphyxia neonatorum di Rumah Sakit Umum St. Elisabeth Medan tahun 2007 – 2012. Sumatera Utara; 2012

44. Shireen N, Nahar N. Risk factors and short-term outcome of birth asphyxiated babies in Dhaka medical college hospital. Bangladesh j child health 2009; Vol 33 (3): 83-89

45. Fahrudin. Analisis beberapa faktor risiko kejadian asfiksia neonatorum di kabupaten Purworejo. 2003

46. Vidyastika. Hubungan antara persalinan letak sungsang dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kraton kabupaten Pekalongan. 2013
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.