ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA KUSTA DI KOTA KUPANG TAHUN 2017
Pdf

Keywords

Kepatuhan Minum Obat, Penderita Kusta, Faktor Resiko

How to Cite

Suki, A., Pakan, P., & Kartikahadi, A. (2019). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA KUSTA DI KOTA KUPANG TAHUN 2017. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(3), 304-316. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/660

Abstract

Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang ditandai dengan adanya bercak putih atau kemerahan pada kulit disertai mati rasa, penebalan saraf tepi dan gangguan fungsi syaraf. Kota Kupang menjadi urutan kedua terbanyak penyumbang kasus baru kusta yaitu sebanyak 60 kasus. Kunci kesuksesan strategi WHO untuk menurunkan prevalensi kusta sangat tergantung pada keberhasilan pelayanan kesehatan dan kepatuhan berobat pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita kusta di Kota Kupang tahun 2017. Metode penelitian ini merupakan penelitian analisis observasional dengan rancangan cross sectional menggunakan data primer dan data sekunder dari 43 responden yang diambil dengan teknik Total Sampling. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p=0,049) dimana responden usia dewasa 0,190 kali berpotensi untuk patuh dalam meminum obat kusta dan penghasilan (p=0,045) dimana responden berpenghasilan di atas UMR 0,188 kali berpotensi untuk patuh dalam meminum obat kusta. Sedangkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, pekerjaan, lama minum obat, efek samping obat, peran petugas kesehatan, peran keluarga, dan jenis kusta tidak menunjukan hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan minum obat pada penderita kusta. Kesimpulan dari penelitian ini faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat penderita kusta di Kota Kupang Tahun 2017 yaitu usia dan penghasilan responden.

Pdf

References

1. Dinas Kesehatan Kota Kupang. Profil Kesehatan Kota Kupang. Kupang: 2013.
2. Kemenkes RI, 2015. InfoDaTIN Kusta. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI Kementerian Kesehatan RI.
3. Kemenkes RI, 2012. Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta. Jakarta: Direktorat
Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.

4. WHO. 2012. Weekly Epidemiological Record. Nomor 27,49 : 216-316.

5. Dinas Kesehatan Kota Kupang. Profil Kesehatan Kota Kupang. Kupang: 2014.

6. Dinas Kesehatan Kota Kupang. Profil Kesehatan Kota Kupang. Kupang: 2015.

7. Kar, S., Ahmad, S., & Pal, R. (2010). Current Knowledge Attitudes, and Practices of Healthcare Providers about Leprosy in Assam, India. Journal of Global Infectious Diseases, 2(3), 212–215. doi:10.4103/0974-777X.68527).

8. Horne, R.2006. Compliance,
Adherence, dan Concordance :
Implications for Asthma Treatment.
CHEST, Official Publication of
America College of Chest physicians,
130:65-72

9. Riani,K.2015.Pengaruh Tingkat
Pendidikan dan Dukungan Keluarga
Terhadap Kepatuhan Minum Obat
Penderita Kusta di Kabupaten Aceh
Utara.Tesis.Banda Aceh:Universitas
Syiah Kuala.

10. Soedarto. Penyakit Menular di Indonesia. Surabaya.Sagung Seto; 2009.

11. Departemen Kesehatan RI.2009.Buku Pedoman Pemberantasan Penyakit Kusta,Jakarta: Ditjen PPM & PLP.

12. Hutabrat, B. (2008). Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Kepatuhan Minum Obat Penderita Kusta di Kabupaten Asahan Tahun 2007. Thesis.

13. Daili SF, Zubier F. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin FKUI. VII. Jakata; Badan Penerbit FK UI; 2015.

14. Djuanda A, Menaldi S linuwih, Wisesa T wardhani, Ashadi L norawati. Kusta Diagnosis dan Pelaksanaan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 1997.
15. WHO.2005.Global Leprosy Situation, 2005; Depkes. 2005. Buku Pedoman Program P2 Kusta Bagi Petugas Puskesmas. Roos,W. F. 1989. Penyakit Kusta. PT Gramedia.

16. Departemen Kesehatan RI.2000.Buku Pedoman Pemberantasan Penyakit Kusta,Jakarta: Ditjen PPM & PLP.
17. McDougall AC, Yuasa Y. Atlas Kusta. Edisi Baha. Menaldi DSL, Hasibuan DY, Mutak A, editors. Sasakawa memorial Health Foundation; 2005.

18. Siregar R.S. 2005. Atlas Berwarna-Saripati Penyakit Kulit Edisi 2. Jakarta: EGC.

19. Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit Kusta. Kementerian Kesehatan RI; 2012.

20. Fauziyah N. Faktor yang berhubungan dengan Drop Out pengobatan pada penderita TB Paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Salatiga [Internet]. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2010. Diakses dari: http://lib.unnes.ac.id/3128/1/6311.pdf.
21. Erawatyningsih E, Purwanta, Subekti H. Faktor – faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Berita Kedokteran Masyarakat [Internet]. September 2009 [dikutip 19 April 2017]; 25(3): 117-124.
22. Sianturi R. Analisis faktor yang berhubungan dengan kekambuhan TB paru (studi kasus di BKPM Semarang tahun 2013). UJPH [Internet]. 2014 [dikutip 19 April 2017]; 3(1).
23. Perdana P. Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru Di Puskesmas Kecamatan Ciracas (Skripsi). JakartaTimur: FIIK Universitas Pembangunan Nasional; 2008
24. Muhari, Andy. 2011. “Faktor Resiko Kejadian Kusta”. Jurnal Penelitian Kesmas, Vol 9. PP 174-182. Diambil dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.ph p/kesmas. Diakses tanggal 17 April 2017.
25. Anonim.2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. Kbbi.wesb.id. diakses pada tanggal 9 April 2017, pukul 15.35 WITA. Kupang.
26. Notoatmodjo, Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2010
27. Sastroamoro S. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi 5: Sagung Seto:2014
28. Notoatmodo S. Metodologi Penelitian Kesehatan 2012.PT.Bhineka Cipta; 2012
29. Fatmala. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kapatuhan Minum Obat Penderita Kusta di Kecamatan Pragaan. FKM UA : 2016.
30. S. DR. Analisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kepatuhan berobat pasien TB Paru di Wilayah Kerja RSUD La Madukelleng Kota Sengkang. Hasanuddin Makassar; 2015.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.