UBUNGAN INFEKSI STH DENGAN JUMLAH EOSINOFIL DALAM DARAH TEPI MURID SD INPRES BERTINGKAT OEBOBO 2
Pdf

Keywords

Soil transmitted helminth (STH), eosinofil, murid SD inpres bertingkat Oebobo 2

How to Cite

Seran, N., Setiono, K., & Indriarini, D. (2019). UBUNGAN INFEKSI STH DENGAN JUMLAH EOSINOFIL DALAM DARAH TEPI MURID SD INPRES BERTINGKAT OEBOBO 2. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(3), 347-352. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/665

Abstract

Soil transmitted Helminth (STH) merupakan infeksi cacing usus yang disebarkan melalui tanah yang lembab dan hangat terutama di negara dengan iklim tropis dan subtropis. Respon imun manusia terhadap infeksi cacing diperankan oleh Th2 dengan mengeluarkan IL-4, IL-5 dan IL-13. Interleukin 5 akan merangsang pelepasan dan aktivasi eosinofil. Aktivasi eosinofil menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah eosinofil dalam darah. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Bukidnon, Mindano Utara, Filipina dan di kecamatan Jebres Kota Surakarta. Akan tetapi, tidak semua infeksi STH menampakkan eosinofilia. Soil transmitted helminth menginduksi eosinofilia hanya selama stadium invasi jaringan . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan infeksi STH dengan jumlah eosinofil dalam darah tepi pada Murid SD Inpres Bertingkat Oebobo 2. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan dilakukan pada bulan Agustus 2017. Sampel penelitian sebanyak 118 siswa. Pemeriksaan sampel feses menggunakan metode Kato katz sedangkan pemeriksaan eosinofil menggunakan sediaan apusan darah tepi yang dipulas dengan Giemsa. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian menunjukkan 3,4% (4/118) postif terinfeksi cacing dengan 1 di antaranya terinfeksi cacing Ascaris lumbricoides dan 3 diantaranya terinfeksi cacing tambang (Hookworm). Responden penelitian dengan jumlah eosinofil yang meningkat adalah 1,7%(2/118). Hasil analisis Fisher didapatkan nilai p = 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi STH dengan jumlah eosinofil dalam darah tepi pada murid SD Inpres Bertingkat Oebobo 2.

Pdf

References

1. Bethony J, Brooker S, Albonico M,
Geiger SM, Loukas A, Diemert D, et
al. Soil-transmitted helminth
infections : ascariasis , trichuriasis ,
and hookworm. Lancet.
2006;367:1521–32.
2. Damanik DM, Soetoko, Hasodo AH.
Sanitation of house and school,
personal hygiene and infection of Soil
Transmitted Helminths (STH) among
elementary school students. Int J public
Heal Sci.2014;3(1):43-50.
3. Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia
[Internet].Departemen Kesehatan
RI.2006 Available from:
perpustakaan.depkes.go.id
4. Ilechucwu GC, Ilechucwu CGA
Ozumba AN, Ojinnaka NC, Lbe BC,
Onwasigwe CN. Some behaviorular
risk factors for intestinal helminthiasis
in nursery and primary school children
in Enugu, South Eastern Nigeria.Niger
J Clin Pract.2010;13(3):288-93
5. Kounnavong S, Vonglokham M,
Houamboun K, Odermatt P, Boupha
B. Soil-Transmitted Helminth
infections and risk factors in preschool
children in southern rural Lao People’s
Democratic Republic. Elsevier.Royal
Society of tropical Medicine and
Hygiene; 2011;105(3):160-6.
6. World Health Organization. SoilTransmitted Helminth infections
[internet].WHO.2016 Available from :
http://www.who.int/mediacentre.
7. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Profil kesehatan
Indonesia 2008, Jakarta; 2009 53-54
p.
8. Bestari RS Supargiyono, Sumarni,
Suyoko. Derajat oesinofilia pada
penderita infeksi soil-transmitted
helminth (STH). Biomedika.
2015;7(2):27-34.
9. Janeway CA, Travers P, Walport M,
Shlomchik M. Immunology : The
Immune system in health & disease.
Garland Science; 2005.1-21 p.
351 Universitas Nusa CendanaHubungan Infeksi STH Cendana Medical Journal, Volume 15, Nomor 3, Desember 2018
Universitas Nusa Cendana 352
10. Checkly AM, Chiodini PL, Dockrell
DH, bates I, Thwaites GE, Booth
HL, et. al. Eosinophilia in returning
travellers and migrants from the
tropicks: UK recommendations for
investigation and initial
management. J Infect. Elsevier Ltd;
2010;60(1): 1-20.
11. Schulte C, Krebs B, Jelinek T,
Nothdurft HD, Sonnenburg F Von,
Loscher T. Diagnostic sifnificance of
blood eosinophilia in returning
travelers. Infect Dis Soc Am.
2002;507(34):407-11.
12. Klion AD, Nutman TB, Bethesda.
The role of eosinophils in host
defense againts helminth parasites. J
Allergy Clin Immunol.
2004;113(1)30-7.
13. Winita R. Muyati, Astuty H. Upaya
Pemberantasan Kecacingan di
Sekolah Dasar. Dept. Parasitologi
Fak Kedokt Univ Indonesia.
2012;16(2):65-71.
14. Hotez PJ, Brooker S, Bethony JM,
Bottazi ME, Loukas A, Xiao S.
Hookworm Infection The.
2004;8(351):799-807.
15. Maizels RM, taylor MD, Allen JE.
Helmint parasites masters of
regulation. 2004;201:89–116.
16. Matei YT, Rampengan N, Warouw
SM. Hubungan infestasi cacing yang
ditularkan melalui tanah dan
eosinofilia pada siswa SD GMIM
Buha Manado. J e-Biomedik.
2013;1(1):651-5
17. Sumagaysay JB, Emverda FM.
Eosinophilia and incidence os soiltransmitted helminthic infections of
secondari students of an indigenous
school. Asian J Heal Ethno Med Sect.
2011;1(1):172-84
18. Baratawidjaja karnen garna, Regganis
I. Buku dasar imunologi. 10th
ed.jakarta: Badan Penerbit
FKUI;2012
19. Wardani siska kusuma, Prof.Dr.drh.
Suwarno MS, Heny Arwati,M.Sc. P.
Jumlah Eosinofil pada Petani Yang
Terinfeksi Soil Transmitted.
20. Putri NSM. Hubungan jumlah telur
cacing soil transmitted helminths
terhadap jumlah dan jenis leukosit
[skripsi]. Univ Muhammadyah
Semarang. 2016
21. Carvalho EM, Bastos LS, Araujo MI.
Worms and allergy. 2006;28:525-34
22. Harapan R, Silalahi B, Dharmana E.
Jumlah Eosinofil pada anak dengan
Siol Transmitted Helminthiasis yang
Berusia 6-10 tahun. Sari Pediatr.
2014;16(2):79-85
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.