PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PAPARAN ASAP ROKOK KRETEK NON FILTER TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU MENCIT (Mus musculus)
Pdf

Keywords

rokok kretek non filter,kerusakan jaringan paru , skoring Marianti

How to Cite

Ung, J., Sasputra, I., & Liana, D. (2019). PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PAPARAN ASAP ROKOK KRETEK NON FILTER TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU MENCIT (Mus musculus). Cendana Medical Journal (CMJ), 6(3), 362-368. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/667

Abstract

Rokok kretek merupakan rokok yang berasal dari Indonesia dan diminati oleh berbagai
konsumen. Paparan asap rokok kretek non filter mengandung berbagai radikal bebas yang
dapat menyebabkan kerusakan jaringan paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh perbedaan waktu paparan asap rokok kretek non filter terhadap gambaran
histopatologi paru mencit (Mus musculus). Metodologi penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental laboratorik dengan post test only control group design. Subjek penelitian ini
menggunakan 28 ekor mencit (Mus musculus) yang diberi perlakuan selama 14 hari. Hewan
uji dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok K yang tidak diberi paparan asap
rokok kretek non filter, P1, P2, P3 merupakan kelompok perlakuan yang diberi paparan asap
rokok kretek non filter selama 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Tepat pada hari ke 15 hewan
uji diterminasi. Derajat kerusakan jaringan paru hewan uji dinilai menggunakan skoring
derajat kerusakan Marianti. Semua data diuji secara statistik menggunakan uji Anova. Hasil
pada penelitian ini diperoleh skoring rata-rata kerusakan jaringan paru kelompok K yaitu 3,7.
Pada kelompok perlakuan diperoleh skoring rata-rata kerusakan jaringan paru kelompok P1
yaitu 5, P2 yaitu 6 dan P3 yaitu 6,8. Pada uji statistik diperoleh nilai probabilitas 0,000 (p<
0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh perbedaan waktu paparan asap rokok
kretek non filter terhadap gambaran histopatologi paru mencit (Mus musculus).

Pdf

References

1. Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia. Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor
28 Tahun 2013 Tentang Pencantuman
Peringatan Kesehatan dan Informasi
Kesehatan Pada Kemasan Produk
Tembakau. Indonesia; 2013 p. 5.
2. Roemer E, Dempsey R, Schorp MK.
Toxicological assesment of kretek
cigarettes : Part 1 : Background,
assesment approach, and summary of
findings. Regul Toxicol Pharmacol
2014;70:1-14.
3. WHO. Global adult tobacco survey:
Indonesia report 2011. Jakarta: WHO;
2012.
4. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Riset kesehatan dasar dalam angka
Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Jakarta; 2013.
5. U.S. Department of Health and Human
Services. How tobacco smoke causes
disease: The biology and behavioral
basis for smoking-attributable disease:
A report of the surgeon general.
Atlanta, GA: U.S. Department of
Health and Human Services, Centers
for Disease Control and Prevention,
National Center for Chronic Disease
Prevent and Health Promotion, Office
on Smoking and Health;2010.
6. Church DF, Pryor WA. Free-radical
chemistry of cigarette smoke and its
toxicological implications. Environ
Health Perspect 1985;64:11-26
7. March T, wilder J, Esparza D.
Modulators of cigarette smoke-induced
pulmonary emphysema in A/J mice.
Toxicol sci. 2006;92(2):545-59.
8. Nasar IM, Himawan S, Marwanto W.
Buku Ajar Patologi II (Khusus). Edisi
pertama. Jakarta: CV. Sagung Seto;
2010: h. 116-8.
9. Laberl M, Kratzer A, TarasevicieneStewart L. Tobacco smoke induced
COPD / emphysema in the animal
model: are we all in the same page.
Frontier in physiology 2013;4:1-23.
10. Aditya M. Aktivitas antioksidan jus
tomat pada pencegahan kerusakan
jaringan paru-paru mencit yang dipapar
asap rokok. Biosaintifika J Biol Biol
Educ 2009;1:1-7.
11. Church DF, Pryor WA. Free-radical
chemistry of cigarette smoke and its
toxicological implications. Environ
Health Perspect 1985;64:11-26.
12. March T, wilder J, Esparza D.
Modulators of cigarette smoke-induced
pulmonary emphysema in A/J mice.
Toxicol sci. 2006;92(2):545-59
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.