HUBUNGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWI SMAN 3 KUPANG
Pdf

Keywords

Jerawat, Kepercayaan diri, Remaja

How to Cite

Matheus, K., Wungouw, H., & To Rante, S. (2019). HUBUNGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWI SMAN 3 KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(3), 369-375. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/668

Abstract

Jerawat adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umunya terjadi pada
remaja dan dapat sembuh sendiri. Remaja yang mengalami masalah jerawat seringkali
mempunyai masalah yang berkaitan dengan kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan
aspek kepribadian yang berisi keyakinan tentang kekuatan, kemampuan, keterampilan yang
dimilikinya dan biasanya menganggap bahwa dirinya mampu melakukan segala sesuatu yang
dihadapinya dengan kemampuan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
apakah terdapat hubungan kejadian acne vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada siswi
SMAN 3 Kupang. Desain dari penelitian ini adalah analitikal observasional dengan
pendekatan cross sectional dan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Pemilihan
sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan didapatkan
jumlah sampel sebanyak 93 orang. Hasil analisis data uji korelasi Rank Spearman dengan
program SPSS 16 didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian acne
vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri dengan nilai p<0,05 (0,013). Dari hasil penelitian
ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian acne vulgaris
dengan tingkat kepercayaan diri pada siswi SMAN 3 Kupang

Pdf

References

1. Wasitaatmadja S. Akne. In: A D, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2011. p. 253.
2. Graham, B. Brown Burns T. Acne Vulgaris. Graham BBB, editor. Jakarta: Erlangga; 2005.
3. Sudharmono A. Laser Skin Resurfacing. Seminar Perspective of Laser Dermatology. Surabaya; 2008.
4. Kim W. Acne. acne Child. 2013;42(10: 418-427).
5. Zaenglein AL E a. Acne Vulgaris and Acneiform Eruption. In: Wolfk K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA PA and LD, editor. Fizpatricks Dermatology in General Medicine. 7th ed. New York: Mc Graw Hill; 2008. p. 690–703.
6. Soetjiningsih.Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. II. Jakarta: CV.Sagung Seto; 2007.
7. Therapeutic Guidilines : Dermatology. 2nd ed. North Melbourne, Australia: Therapeutic Guidilines Limited; 2004. 55 p.
8. Sutikno S. Ingin Sukses? Anda Harus Gila. Mataram: NTP Press; 2007.
9. Supriyo. Studi Kasus Bimbingan Konseling. Semarang: CV. Nieuw Setapak; 2008.
10. Herdiyanti Hedi Adi. Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Siswi SMA Di Kota Kupang Tahun 2015: FK UNDANA. 2015.
11. Tambunan A, Aritonang R. Hubungan Kulit Wajah Berjerawat Dengan Rasa Percaya Diri Pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Purba Kabupaten Simalungun. Sumatra Utara: Universitas Negeri Medan; 2012.
12. Wahyuni E. Hubungan Persepsi Tentang Jerawat Dengan Kepercayaan Diri Terhadap Remaja Akhir. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2007.
13. Saragih D. Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri dan Jerawat (Acne Vulgaris) pada siswi-siswi kelas XII di SMA Negeri 1 Manado. Sulawesi Utara: Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado; 2015.
14. Ompi E. Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri dan Jerawat (Acne Vulgaris) pada remaja di SMAN 7 Manado. Sulawesi Utara: Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado; 2015.
15. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud Balai Pustaka; 1998. Hasan dkk. Kamus Istilah Psikologi. Jakarta: Pusat Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; 1998.
16. Taylor R. 2011. Kiat-Kiat Pede Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2011.
17. Risnawati, R dan Ghufron N. Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group; 2010.
18. Sinthia R. Hubungan Antara Penerimaan Sosial Kelompok Kelas Dengan Kercayaan Diri Pada Siswa Kelas 1 SLTP JAKARTA. Jakarta; 2011.
19. Kurniasih R. Pengaruh Pola Asuh Terhadap Kercayaan Diri Anak. Jakarta; 2001.
20. Mastuti I. 50 Kiat Percaya Diri. Jakarta: Frest Publishing; 2008.
21. Iswidharmanjaya A. Satu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia; 2004.
22. Komara I. Hubungan Antara Kercayaan Diri Dengan Prestasi Belajar Dan Perencanaan Karir Siswa. Yogyakarta; 2010.
23. Centi J. Mengapa Rendah Diri. Yogyakarta: Kanisius; 1995.
24. Angelis D. Confidence: Percaya Diri Sumber Sukses dan Kemandirian. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2005.
26. Anthony R. Rahasia Membangun Kepercayaan Diri. Jakarta: Binarupa Aksara; 1992.
27. Lauster P. Tes Kepribadian. Yogyakarta: Kanisius; 1997.
28. Drajat Z. Remaja, Harapan dan Tantangan. Jakarta: CV. Ruhama; 1994.

29. Lauster P. Tes Kepribadian. Jakarta: Puspa Swara; 2003.
30. Fatimah E. Psikologi Perkembangan : Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Pustaka Setia; 2006.
31. Mardatillah. Pengembangan Diri. Balikpapan: Madani; 2010.
32. Murbani B. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perilaku Konsumtif Pada Remaja. Yogyakarta: 2010.
33. Wasitaatmadja S. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Djuanda A, editor. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2013.

34. Siregar R. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Jakarta: EGC; 2004.

35. Harahap M. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta; 2000.
36. Baumann L KJ. Acne (Type sensitive skin). In: Baumann L, Saghari S W, E E, editors. Cosmetic dermatology principles and practice. 2nd ed. New York: Mc Graw Hill; 2009.

37. Hakim T. Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Purwa Suara; 2002.

38. Moch I. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan. Jakarta; 2010.
39. Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta; 2010:107-118.
40. Hurlock B. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. 5th ed. Jakarta: Erlangga; 1990.

41. Purwanti S.R. Mengatasi Masalah Kepercayaan Diri SiswaMelalui Layanan Konseling Kelompok. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang; 2013.

42. Sujarweni V. W. SPSS untuk penelitian. Edisi pertama. Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2014.

43. Cunliffe WJ, Gollnick HPM. Acne diagnosis and management. London: Martin Dunitz Ltd; 2001.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.