HUBUNGAN LAMA PAPARAN DEBU ASAP KENDARAAN BERMOTOR DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA OPERATOR SPBU KOTA KUPANG
Pdf

Keywords

Asap kendaraan bermotor, Gangguan fungsi paru, Kapasitas vital paru

How to Cite

Ganggut, M., Manafe, D., & Sasputra, I. (2019). HUBUNGAN LAMA PAPARAN DEBU ASAP KENDARAAN BERMOTOR DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA OPERATOR SPBU KOTA KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(3), 390-394. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/671

Abstract

Pencemaran udara sering terjadi di lingkungan kerja. Salah satu area dengan titik pencemaran tertinggi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Operator SPBU memiliki resiko tinggi terpapar pencemaran udara yang berasal dari debu asap kendaraan bermotor yang sedang menunggu antrian pengisian bahan bakar ataupun kendaraan yang berangkat setelah pengisian bahan bakar. Selain itu, SPBU Kota Kupang yang dekat dengan jalan raya juga memudahkan operator SPBU terpapar oleh debu asap kendaraan bermotor yang melalui jalan raya. Kejadian ini berlangsung terus menerus akan berdampak pengendapan debu asap kendaraan bermotor pada saluran pernapasan dan menyebabkan penurunan kapasitas vital paru. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mempelajari apakah ada hubunganantara lama paparan debu asap kendaraan bermotor terhadap kapasitas vital parupada operator SPBU di Kota Kupang. Metode Penelitian Desain dari penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling dan menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian Hasil analisis statistic dengan chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara lama paparan debu asap kendaraan bermotor dengan kapasitas vital paru pada operator SPBU di kota kupang dengan p= 0,002. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara paparan debu asap kendaraan bermotor dengan kapasitas vital parupada operator SPBU di kota kupang tahun 2017.

Pdf

References

1. Fathurrahman C, Jayanti S, Ekawati. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja yang Terpapar Potassium Permanganate dan Phosphoric Acid di Industri Garmen. J Kesehat Masy. 2014;2:42–9.

2. Riyadina W. Pengaruh Pencemaran Pb (Plumbum) pada Kesehatan. Media Litbangkes [Internet]. 1997;7(3 & 4):29–32.

3. Tugaswati AT, Suzuki S, Kiryu Y, Kawada T. Automotive Air Pollution in Jakarta with Special Emphasis on Lead, Particulate, and Nitrogen dioxide. Jpn J Heal Hum Ecol. 1995;61:261–75.

4. Sugiarti. Gas Pencemar Udara dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Manusia. J Chem. 2009;10(1):50–8.

5. Setiawan I, Hariyono W. Hubungan Masa Kerja dengan Kapasitas Vital Paru Operator Empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) Kota Yogyakarta. J KESMAS UAD. 2011;5(3).

6. Solanki RB, Bhise AR, Dangi BM. A study on spirometry in petrol pump workers of Ahmedabad, India. Lung India [Internet]. 2015;32(4):347–52.

7. Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Jumlah Pertumbuhan Pendaraan Bermotor menurur Kabupaten/Kota 2012. 2012.

8. Latif RVN. Hubungan Lama bekerja dengan Kapasitass Vital paru Operator SPBU Sampangan Semarang. Universitas negeri Semarang; 2006.

9. Dase T. Faktor yang Berhubungan dengan Kapasitas Paru pada Karyawan SPBU Pasti Pas! di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Makassar; 2013.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.