Hubungan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Penjahit Di Kelurahan Solor Kota Kupang Tahun 2017

  • Elisabeth Sri Intan Ikun(1*)
    Universitas Nusa Cendana
  • Rr. Listyawati Nurina(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Dyah Gita Rambu Kareri(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Kata Kunci: Posisi duduk, Low back pain, Penjahit

Abstrak

Latar belakang : Low back pain merupakan suatu keluhan yang dapat menurunkan produktivitas kerja manusia. Low back pain jarang fatal namun nyeri yang dirasakan dapat membuat penderita mengalami penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, problema kesehatan kerja, dan banyak kehilangan jam kerja pada usia produktif maupun usia lanjut. Salah satu faktor risiko low back pain adalah faktor pekerjaan meliputi beban kerja, lama kerja dan sikap kerja.

Tujuan : Menganalisis hubungan posisi duduk terhadap kejadian nyeri punggung bawah (low back pain) pada penjahit di Kelurahan Solor Kota Kupang tahun 2017

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada penjahit di KelurahanSolor Kota Kupang dengan cara pengisian kuesioner dan wawancara langsung. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 34 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji chi square.

Hasil :  Dari penelitian ini didapatkan hasil dari 34 responden yang melakukan posisi duduk yang benar sebanyak 13 orang (38.2%) diantaranya terdapat responden dengan positif LBP sebanyak 4 orang (11.8%) dan negatif LBP sebanyak 9 orang (26.5%). Responden yang melakukan posisi duduk yang salah sebanyak 21 orang (61.8%) diantaranya terdapat responden dengan positif LBP sebanyak 16 orang (47.1%) dan negatif LBP sebanyak 5 orang (14.7%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square, diperoleh nilai p=0.009 (p<0.05)

Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara posisi duduk terhadap kejadian nyeri punggung bawah (low back pain) pada penjahit di Kelurahan Solor Kota Kupang tahun 2017 dengan nilai p=0.009 (p<0.05)

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

1. Meliala L, Suryamiharja A, Purba JS. Nyeri Neuropatik, Patofisiologi dan Penatalaksanaan. Jakarta :Perdossi. 2001;145-167.
2. Vos, T., Flaxman, A.D., Naghavi, M., dkk 2012. Years lived with disability (YLDs) for 1160 sequale of 289 disease and injuries 1990-2010: a systemic analysis for the Global Burden of Disease Study 2010. London: The Lancet Article 2012 Volume 380 No. 9859: 2163-2196.
3. Nurbaya S. Analisis karakteristik dan klasifikasi penyebab Nyeri Pinggang Bawah di RS Umum Daerah kota Makassar. Universitas Hasanuddin. 2014.
4. National Center for Health Statistic (NCHS). Summary health statistic for U.S. Adults: National health interview Survey, 2012.10 (249): 30-35
5. Johannes. Hubungan Postur Tubuhdengan Terjadinya Nyeri Punggung Bawah pada Pasien Poliklinik Neurologi di RSUP H. Adam Malik Medan. Medan: Universitas Sumatera Utara. 2011.
6. Wijayanti F. Hubungan posisi duduk dan lama duduk terhadap kejadian Low back pain (LBP) pada penjahit konveksi di kelurahan way halim Bandar lampung. Fakultas kedokteran universitas lampung. 2017.
7. Ritonga AS. Hubungan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah (Low back pain) pada pengemudi angkutan kota Fa. Mekarjaya Trayek 117 di kota Medan. Fakultas kesehatan masyarakat Universitas sumatera utara. 2016.
8. Hidhayah N. Sikap Mahasiswa terhadap Tugas-tugas Akademik. Dalam : Mar’at (1981), Santoro (1997), Budiono (2003). Fakultas Psikologi Universitas Negeri Semarang. Semarang. 2006.
9. Oktaria S. Posisi Duduk yang Benar dan Sehat saat Bekerja. 2006
10. Anies. Kedokteran Okupasi Berbagai Penyakit Akibat Kerja dan Upaya Penanggulangan dari Aspek Kedokteran. Yogyakarta: ArRuzz Media. 2014.
11. Nurmianto E. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Penerbit Guna Widya. 2004.
12. Hasibuan NDP. Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Pada Pegawai Yang Menggunakan Personal Computer Di PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. Skripsi. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. 2011.
13. Suma’mur PK. Ergonomi Untuk Produktivitas Kerja. Jakarta: Penerbit Haji Masagung. 1989.
14. Snell RS. Anatomi Klinis Berdasarkan Sistem, Terj, Sugiharto, L. Jakarta: EGC. 2012.
15. Moore KL, Agur AMR. Anatomi Klinis Dasar, Terj, Laksman, H. Jakarta: Hipokrates. 2002
16. Tanjung, Rahajeng. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah di Puskesmas. 2009
17. Hauser SL. ed. Harrison’s Neurology in Clinical Medicine. USA: McGraw Hill. 2006;69-88.
18. Harsono, ed. Kapita Selekta Neurologi Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2009;265-285.
19. Price SA, Wilson LM. ed. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC. 2012.
20. Olviana A. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Pembersih Kulit Bawang Di Unit Dagang (UD) Bawang Lanang Kelurahan Iringmulyo. Universitas Lampung. 2013.
21. Tarwaka, dkk. Ergonomi untuk Keselamatan Kesehatan Kerjadan Produktivitas. Surakarta: UNIBA press. 2004.
22. Purnamasari H, Gunarso U, Rujito L. Overweight Sebagai Faktor Risiko Low Back Pain pada Pasien Poli Saraf Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Mandala of Health. Purwokerto :Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman, 2010.4(1): 26-32
23. AndiniF.Risk Factors of Low Back Pain in Workers. J.Majority. Universitas Lampung. 2015.
24. Septiawan H. Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Bangunan di PT Mikroland Property Development Semarang. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. 2012
25. Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Sagung Seto: Jakarta. 2009.
26. Kantana T. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Keluhan Low Back Pain pada Kegiatan Mengemudi Tim Ekspedisi PT Enseval Putera Megatrading Jakarta. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 2010.
27. Siswiyanti. Beban Kerja dan Keluhan Sistem Musculoskeletal Pada Pembatik Tulis Di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kota Tegal. Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik Universitas Panca Sakti Tegal. 2011.
28. Astuti RD. Analisa Pengaruh AktivitasKerja dan Beban Angkat Terhadap Keluhan Musculusceletal. 2007.
29. Cianflocco AJ. Low Back Pain (LBP). 2013
30. Kaplan, et al. Priority Medicines for Europe and the World 2013 Update. Geneva: World Health Organization. 2013
31. Harsono, Soeharso. Nyeri Punggung Bawah. In: Harsono, ed. Kapita Selekta Neurologi Edisi Kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2009;265-285.
32. Ullrich PF. Diagnosing Lower Back Pain. 2012.
33. Halimah. Karasteristik Penderita Nyeri Punggung Bawah (NPB) yang Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan. 2009
34. Suharto. Penatalaksanaan fisioterapi pada nyeri pinggang bawah spesifik akibat joint block thoracal dan lumbal. Universitas Hasanuddin. Makassar. 2005
35. Prayugo, Teguh. Faktor yang berpengaruh terhadap nyeri punggung di Ruang UGD dan HCU Rumah Sakit prikasih Jakarta Tahun 2012. Universitas pembangunan nasional Veteran. Jakarta. 2012
36. Jayaratnam J, Koh D. Buku Ajar Praktik Kedokteran Kerja, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010.
37. Khumaerah A. Hubungan Antara Lama Duduk dan Posisi duduk dengan Derajat Nyeri Pada Pekerja Jasa Pengetikan yang Menderita Nyeri Punggung Bawah. Makassar: Universitas Hasanuddin. 2011.

PlumX Metrics

Diterbitkan
2023-05-04

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##