HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PASIEN WANITA DI RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG
PDF

Keywords

Obesitas, Nyeri Punggung Bawah, Pasien Wanita

How to Cite

Lomu Nifu, F., Artawan, I., Rini, D., & Sagita, S. (2020). HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PASIEN WANITA DI RSUD PROF. DR. W.Z JOHANNES KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(3), 172-177. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3484

Abstract

Obesitas saat ini disebut sebagai salah satu ‘’New World Syndrome’’ atau sindrom dunia baru karena angka kejadiannya terus meningkat dan telah menimbulkan beban sosial-ekonomi serta masalah kesehatan masyarakat. salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dampak dari obesitas adalah Nyeri Punggung Bawah (NPB). NPB merupakan keluhan nyeri yang menjadi penyebab utama disabilitas (kelumpuhan), penurunan kualitas hidup, dan keluhan utama bagi para pekerja yang datang ke pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan  kejadian  nyeri punggung bawah pada pasien wanita di RSUD Prof.  Dr. W.Z Johannes Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case control study. Besar sampel yang digunakan sebanyak 80 sampel yang terbagi atas kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,004 (p<0,05) dan nilai OR = 3,889. Kesimpulan  penelitian ini terdapat hubungan antara obesitas dengan  kejadian  nyeri punggung  bawah  pada pasien wanita di RSUD Prof.  Dr. W.Z Johannes Kupang

https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3484
PDF

References

Hadi H. Gizi lebih sebagai tantangan baru dan implikasinya terhadap kebijakan pembangunan kesehatan nasional. Jurnal Gizi Klinis Indonesia. 2019;1(2):47.

2. WHO. Obesity and overweight: Fact sheet. WHO Media Centre. 2016.

3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Departemen Kesehatan, Republik Indonesia; 2018. 580–587 p.

4. Kastanias P, Mackenzie K, Robinson S, et al. Medical Complications Resulting from Severe Obesity. Psychiatric Care Severe Obesity. 2016;49–73.

5. Buchbinder R, Blyth FM, March LM, et al. Placing the global burden of low back pain in context. Best Practice Research :ClinicalRheumatoly.2013;27(5):575–89.

6. Meliala L. Nyeri Punggung Bawah. Kelompok Studi Nyeri PERDOSSI. Jakarta; 2004. 3–5 p.

7. Data Keadaan Morbiditas Rawat Inap dan Rawat Jalan Tahun 2018 RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Provinsi NTT. Kupang; 2018.

8. Sari NP, dkk. Hubungan Lama Duduk Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Operator Komputer Perusahaan Travel Di Manado. Jurnal e-Clinic.Universitas Sam Ratulangi. 2015;3(2):687–94.

9. Li Z, Heber D. Sarcopenic obesity in the elderly and strategies for weight management. Nutrion Reviews. 2012;70(1):57–64. Available from: https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2011.00453.x

10. Meucci RD, Fassa AG, Xavier Faria NM. Prevalence of chronic low back pain: Systematic review. Revista de Saude Publica. 2015.

11. Hoy D, Bain C, Williams G, March L, et al. A systematic review of the global prevalence of low back pain. Arthritis and Rheumatism. 2012;64(6):2028–37

12. Nurmasyithah. Hubungan Obesitas dengan Kejadian Low Back Pain pada Pasien Wanita Usia 45 – 60 Tahun di RSUD DR. Zainoel Abidin Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala. 2015. Available from:http://etd.unsyiah.ac.id/baca/index.php?id=17362&page=1
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.