UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moring oleifera) SEBAGAI PENURUN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH GALUR Sprague dawley
PDF

Keywords

Asam urat, gout, jus hati ayam, allopurinol, daun kelor (Moringa oleifera)

How to Cite

Manek, B., Telussa, A., Folamauk, C., & Setianingrum, E. (2020). UJI EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moring oleifera) SEBAGAI PENURUN KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH GALUR Sprague dawley. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(3), 185-190. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3487

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Kadar asam urat yang tinggi akan menyebabkan hiperurisemia, jika keadaan tersebut terjadi dalam waktu yang lama akan menyebabkan penyakit gout. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif yang berpotensi dapat menurunkan kadar asam urat tikus.

Tujuan penelitian ini menentukan dosis ekstrak etanol daun kelor yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental. Jumlah sampel yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih (Rattus novergicus) galur Sprague dawley yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kelompok kontrol negatif yang diinduksi dengan jus hati ayam, kelompok kontrol positif yang diberikan allopurinol 18 mg/200gBB, dan kelompok perlakuan 1, 2, dan 3 yang diberikan ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB selama 12 hari. Perbedaan asam urat sebelum dan sesudah perlakuan pada masing-masing kelompok diuji dengan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan analisis Post hoc, sedangkan untuk mengetahui perubahan kadar asam urat perhari pengamatan dilakukan uji Friedman dan dilanjutkan dengan uji Post hoc. Hasil penelitian ini pada pemberian ekstrak etanol daun kelor dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah dan tidak memiliki perberbedan bermakna dengan allopurinol (p>0,05). Dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB memiliki efek yang sama dalam menurunkan kadar asam urat tikus dengan puncak penurunan terjadi pada hari ke-26 yaitu 1,76 mg/dl (p=0,000). Kesimpulan  dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol dapat menurunkan kadar asam urat tikus. Dosis 40, 60 dan 80 mg/200gBB memiliki efektivitas yang sama dalam menurunkan kadar asam urat tikus dan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) juga memiliki efek yang sama dengan obat allopurinol dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus

https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3487
PDF

References

Syukri, M. Asam Urat dan Hiperurisemia. Majalah Kedokteran Nusantara. 2007;40(1).

2. Zhu Y, Pandya BJ, Choi HK. Prevalence of Gout and Hyperuricemia in the US General Population: The National Health and Nutrition Examination Survey 2007-2008. Arthritis Rheum. 2011;63(10):3136–41.

3. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. 2013. p. 1–268.
4. Candra AK. Pengaruh Pemberian Seduhan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk) Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih (Rattus norvegicus). Journal of Nutrition Collage. 2015;4(2).

5. Mishra SP, Pankaj S, Sanjay S. Processing of Moringa oleifera Leaves for Humas Consumption. Bulletin of Environtment, Pharmacology and Life Sciences Original. 2012;2(December):28–31.

6. L.R.H Dima L, Fatimawali, Astuty Lolo W. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT. 2016;5(2).

7. Radiansah R, Rahman N, Nuryanti S. Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleivera) Sebagai Alternatif Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Mencit. 2013;2(May):54–61.

8. Nijveldt RJ, Nood E van, Hoorn DE van, Boelens PG, Norren K van, Leeuwen PA van. Flavonoids: A Review of Probable Mechanisms of Action and Potential Applications. American Journal Clinical Nutrition. 2001;74:418–25.

9. Anas Y, Imron A, Ningtyas SI. Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Sebagai Peluruh Kalsium Batu Ginjal Secara in Vitro. :7–15.

10. Rahmawati. Pengaruh Pemberian Seduhan Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih (Rattus norvegicus). 2015;
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.