HUBUNGAN MASA KERJA DI LUAR RUANGAN DAN PENGGUNAAN APD DENGAN KEJADIAN KATARAK PASIEN POLI MATA RSUD S. K. LERIK KUPANG
PDF

Keywords

katarak, masa kerja, Alat Pelindung Diri (APD)

How to Cite

Kua, G., Koamesah, S., Folamauk, C., & Cahyaningsih, E. (2020). HUBUNGAN MASA KERJA DI LUAR RUANGAN DAN PENGGUNAAN APD DENGAN KEJADIAN KATARAK PASIEN POLI MATA RSUD S. K. LERIK KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(3), 199-205. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3489

Abstract

Katarak berada di posisi kedua penyebab gangguan penglihatan terbanyak di seluruh dunia (33%) setelah gangguan refraksi dan di urutan pertama penyebab kebutaan terbanyak di dunia (51%).Radiasi UV dan stres oksidatif dianggap sebagai faktor penting dalam patogenesis katarak. Orang yang bekerja lebih banyak di luar gedung berisiko mengalami katarak, terlebih bagi mereka yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja di luar ruangan dan penggunaan APD dengan kejadian katarak pasien Poli Mata RSUD S. K. Lerik Kupang 2018-2019. Metode  penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasienpolimata RSUD S. K. LerikKupang. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden dengan teknik sampel yang digunakan adalah purposive  sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data dianalisis dengan rumus uji koefisien kontingensi c. Hasil analsisi menunjukkan tidak derdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja di luar ruangan dengan kejadian katarak,p value = 0,640 (p > 0,05) dengan OR=1,556, dan tidak derdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan APD dengan kejadian katarak,p value = 0,129 dan OR=0,289 (<1). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja di luar ruangan dan penggunaan APD dengan terjadinya katarak di Poli Mata RSUD. S. K. Lerik Kupang

https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3489
PDF

References

1. Global data on visual impairment 2010. 2010; Available from: http://www.who.int/blindness/GLOBALDATAFINALforweb.pdf?ua=1
2. Nyoman N, Tri S, Ayu P, Astuti S, Adiputra N, Nyoman N, et al. Pekerjaan dan Pendidikan sebagai Faktor Risiko Kejadian Katarak pada Pasien yang Berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Employment and Education as Risk Factors of Cataract Incidence on Patients Treated in Eye Health C. 2014;2:156–61.
3. Moreau KL, King JA. Protein misfolding and aggregation in cataract disease and prospects for prevention. Trends Mol Med [Internet]. 2012;18(5):273–82. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.molmed.2012.03.005
4. Indonesia MTK dan TR. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/MEN/VII/2010 tentang alat pelindung diri. 2010;1–8.
5. Ulandari NNST, Astuti PAS, Adiputra N. Pekerjaan dan Pendidikan sebagai Faktor Risiko Kejadian Katarak pada Pasien yang Berobat di Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Public Heal Prev Med Arch. 2014;2(2):121.
6. Roberts JE. Ultraviolet radiation as a risk factor for cataract and macular degeneration. Eye Contact Lens. 2011;37(4):246–9.
7. de Jager TL, Cockrell AE, Du Plessis SS. Ultraviolet Light Induced Generation of Reactive Oxygen Species. 2017;15–23.
8. Priyanto. Hubungan Tingkat Kedisiplinan Pemakaian Alat Pelindung Mata dengan Gangguan Kesehatan Mata pada Pekerja las Home Industry di Surakarta. 2016; Available from: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/47359
9. Yunaningsih A, Ibrahim K. Analisis Faktor Risiko Kebiasaan Merokok, Paparan Sinar Ultraviolet Dan Konsumsi Antioksidan Terhadap Kejadian Katarak Di Poli Mata Rumah Sakit Umum Bahteramas Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017. Mei. 2017;2(6):2502–731.
10. Putri RT. Hubungan merokok, hipertensi, diabetes melitus dengan penyakit katarak pada usia 40 - 60 tahun di kelurahan siring agung palembang. 2016;
11. Puspita R, Ashan H, Sjaaf F. Profil Pasien Katarak Senilis Pada Usia 40 Tahun Keatas di RSI Siti Rahmah Tahun 2017. Heal Med J. 2019;1(1):15–21.
12. Rosdiana AI, Raharjo BB, Indarjo S. Kejadian katarak senilis di RSUD Tugurejo. HIGEIA J PUBLIC Heal Res Dev. 2017;1(3):140–50.
13. Khotimah S. tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi pada lansia. 2018;
14. Weikel KA, Garber C, Baburins A, Taylor A. Nutritional modulation of cataract. Nutr Rev. 2014;72(1):30–47.
15. Agrasidi PA, Triningrat AAMP. karakterisitik penderita pterigium di desa tianyar karangasem tahun 2015. 2018;7(7):1–6
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.