UJI EFEKTIVITAS REPELLENT DARI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI
PDF

Keywords

Ekstrak daun kelor(Moringa oleifera), Repellent, Aedesaegypti, Demam Berdarah Dengue(DBD).

How to Cite

Flugentius, B., Pakan, P., & Lada, C. (2020). UJI EFEKTIVITAS REPELLENT DARI DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(3), 222-227. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3492

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh vektor nyamuk Aedesaegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Upaya pemberantasan nyamuk saat ini banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia dapat menyebabkan resistensi serangga dan mencemari lingkungan. Cara alternatif yang aman yaitu menggunakan pestisida nabati yang mudah terurai dan ramah lingkungan. Salah satu insektisida nabati dapat dibuat dari daun Moringa oleifera yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida dan repelan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari, Repellent daun kelor (Moringaoleifera) terhadap nyamuk Aedesaegypti. Metode penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan penelitian post test only control group design. Subjek terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang hanya diberikan aquades dan kelompok perlakuan diberikan esktrak Moringa oleifera dengan konsentrasi ekstrak12,5%, 25%, dan 50%. Setiap konsetrasi dilakukan replikasi tiga kali selama 3 hari dengan waktu uji yang sama. Analisis data menggunakan uji one way anova, jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen maka dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun kelor maka semakin besar persentase daya proteksi. Terdapat perbedaan signifikan efektivitas antara 4 kelompok konsentrasi dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 12,5% tidak efektif sedangkan konsentrasi 25% dan 50% efektif digunakan terhadap nyamuk Aedesaegypti

https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3492
PDF

References

1. Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2011.

2. Kementerian Kesehatan RI. Infodatin Dbd 2016.Pdf. Situasi DBD di Indonesia. 2016. p. 1–12.

3. Priyono R, Kes M. EDITORIAL PROFIL KESEHATAN Penanggung Jawab : Profil Kesehatan Kota Kupang Tahun 2016. 2016;

4. Riskesdas 2018. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar. Kementrian Kesehat Republik Indones. 2018;1–100.

5. ECDC. Diphtheria Annual Epidemiological Report for 2017 Key facts. 2019;(April).

6. Pemkab Sikka. KLB Demam Berdarah Dengue.Sikka. 2020. Cited : pemkab sikka.go.id
7. Werdiningsih I. Lotion Ekstrak Daun Zodia( Evodiasauveolens ) Sebagai Repellent NyamukAedes sp. J Vektor Penyakit [Internet]. 2018;12:103–8.

8. Prabhu K, Murugan K, Nareshkumar A, Ramasubramanian N, Bragadeeswaran S. Larvicidal and repellent potential of Moringaoleifera against malarial vector, Anopheles stephensi Liston (Insecta: Diptera: Culicidae). Asian Pac J Trop Biomed. 2011;1(2):124–9.

9. WHO. Guidelines for Efficacy Testing of Mosquito Repellents for Human Skin. 2009.

10. World Health Organization. Guidelines for Efficacy Testing of Spatial Repellents. Who. 2013;5-7,14-15,28-30,41-48.

11. Mgbemena I, Ebe T, Nnadozie A, Ekeanyanwu K. Repellent Activities Of The Methanolic Leaf Extracts Of Moringa Oleifera And Stachytarpheta Indica Against Aedes Aegypti Mosquito. IOSR J Pharm BiolSci Ver II [Internet]. 2015;10(4):2319–7676.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.