PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN HAND SANITIZER DENGAN SABUN ANTISEPTIK PADA PERAWAT DI ICU DAN ICCU RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG TAHUN 2019
PDF

Keywords

hand sanitizer, sabun antiseptik, infeksi nosokomial

How to Cite

Pandie, S., Pakan, P., & Setiono, K. (2020). PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN HAND SANITIZER DENGAN SABUN ANTISEPTIK PADA PERAWAT DI ICU DAN ICCU RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG TAHUN 2019. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(3), 243-249. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3493

Abstract

Mencuci tangan merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari yang dilakukan dengan tujuan pembersihan tangan dan pemutusan mata rantai kuman. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment yang bersifat analitik komparatif laboratorik. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 orang. Sampel penelitian dibagi dalam 2 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok yang mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan 1 kelompok yang mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik. Sebelum dan sesudah kedua kelompok melakukan cuci tangan dilakukan swab pada tangan sampel kemudian hasil swab dikembang biakkan pada media nutrient agar. Setelah diinkubasi pada suhu 37oC kemudian dihitung pertumbuhan koloni yang ada dan dilakukan pewarnaan gram bakteri. Semua data penelitan ini diuji dengan menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk, dan dianalisis dengan uji paired t-test dan uji independent t-test. Hasil pada penelitian ini diperoleh hasil p=0,714(>0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan efektivitas mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dengan sabun antiseptik pada perawat di ICU dan ICCU RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

https://doi.org/10.35508/cmj.v8i3.3493
PDF

References

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia. 2014.
2. Khan HA, Ahmad A, Mehboob R. Nosocomial infections and their control strategies. Asian Pac J Trop Biomed [Internet]. 2015;5(7): 509–14. Available from:http:// dx.doi.org/10.1016/j.apjtb.2015.05.001
3. WHO. Prevention of hospital-acquired infections. WHO. 2002;
4. Dr.Darmadi. Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendaliannya. 2008.
5. Pratami HA, Apriliana E, Rukmono P. Identifikasi Mikroorganisme Pada Tangan Tenaga Medis dan Paramedis di Unit Perinatologi Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung. 2013;85–94.
6. Salawati L. Pengendalian Infeksi Nosokomial Di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit. 2012;47–52.
7. Majumdar SS. Nosocomial infections in the intensive care unit. 2012;
8. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Available from : Depkes, RI 2009.pdf
9. Longtin Y, Sax H, Allegranzi B. Hand Hygiene. 2011; (March).
10. MD AT, MS, Andreas F. Widmer M. Hand Hygiene: A Frequently Missed Lifesaving Opportunity During Patient Care. Mayo Clin Proc. 2004;79(January):109–16.
11. Rachmawati FJ, Triyana SY. Perbandingan Angka Kuman Pada Cuci Tangan Dengan Beberapa Bahan Sebagai Standarisasi Kerja Di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. J Log. 2008;1–13.
12. Cordita RN. Perbandingan Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Hand Sanitizer Dengan Sabun Antiseptik Pada Tenaga Kesehatan Di ICU RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Skripsi. Universitas Lampung; 2017.
13. Desiyanto FA, Djannah SN, Masyarakat FK, Ahmad U, Yogyakarta D. Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Antiseptik ( Hand Sanitizer ) Terhadap Jumlah Angka Kuman. Kesmas. 2013;7(2):75–82.
14. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya. 2008.
15. Zulkarnain I. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam III. Edisi ke-5. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 5th ed. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Idrus A, Simadibrata M, Setiati S, editors. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ; 2009.
16. Mohammed M, Mohammed AH, Mirza MAB, Ghori A. Nosocomial Infections: an Overview. Int Res J Pharm. 2014;4(1):7–12.
17. Kleinpell RM, Munro CL, Giuliano KK. Chapter 42. Targeting Health Care-Associated Infections: Evidence-Based Strategies. 2005;577–600.
18. Postlethwait JH, Hopson JL. Modern Biology. Holt, Rinehart & Winston; 2006.
19. WHO. Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. First Global Patient Safety challenge: Clean is Safer Care. Who. 2009;
20. Brooks GF, Careoll KC, Butel JS, Morse SA, Mietzner TA. Jawetz Mikrobiologi Kedokteran. 25th ed. EGC Emergency Arcan Buku Kedokteran; 2013.
21. Mahamad, Noor Amaleena Awang Jusoh, Noorain Htike, Zaw Zaw Win SL. Bacteria Identification From Microscopic Morphology Using Naïve Bayes. 2014;
22. Phumudzo T, Ronald N, Khayalethu N, Fhatuwani M. Bacterial species identification getting easier. African J Biotechnol. 2016;12(41):5975 –82.
23. Saifuddin AB. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 4th ed. Saifuddin AB, editor. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2006.
24. Radji M, Suryadi H. Uji Efektivitas Antimikroba Beberapa Merek Dagang Pembersih Tangan Antiseptik. 2007;IV(1):1–6.
25. Ramadhan I. Efek Antiseptik Berbagai Merk Hand Sanitizer Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi. 2013;
26. Al-zahrani SHM, Baghdadi AM. Evaluation of the efficiency of Non alcoholic-Hand Gel Sanitizers products as an antibacterial. Nature. 2012;10(6):15–20.
27. Todd ECD, Michaels BS, Holah J, Smith D, Greig JD, Bartleson CA. Outbreaks where food workers have been implicated in the spread of foodborne disease. Part 10. Alcohol-based antiseptics for hand disinfection and a comparison of their effectiveness with soaps. J Food Prot [Internet]. 2010;73(11):2128–40. Available from : http: //www. ncbi.nlm.nih.gov/ pubmed/212 19730
28. Pickering AJ, Davis J, Boehm AB. Efficacy of alcohol-based hand sanitizer on hands soiled with dirt and cooking oil. J Water Health. 2011;9(3):429–33.
29. Kim SA, Moon H, Lee K, Rhee MS. Bactericidal effects of triclosan in soap both in vitro and in vivo. J Antimicrob Chemother. 2015;70(12):3345 –52.
30. Wilson AC, Us MA, Zhang H, Glazer SB. Liquid Foaming Soap Compositions. 1(12). United States Patent. Peraturan. 2003;2(12).
31. Grubbs Jr. JR. The Effects of Triclosan Derivatives against the Growth of Staphylococcus aureus. 2008;1–29.
32. Permenkes RI. Permenkes 340/III/2010. Peratur Menteri Kesehat tentang Rumah Sakit [Internet]. 2010;60. Available from:http://doi.apa.org/getdoi.cfm?doi=10.1037/00963445.134.2.258%5Cnhttp//www.annualreviews.org/doi/abs/10.1146/annurev-polisci0820121159 25%5Cnhttp://doi.apa.org/getdoi.cfm?doi=10.1037/a0021783%5Cnhttp://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=1L1uzitHDnsC&oi
33. Indrawan DE. Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Pengguna Kateter Yang Dirawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Universitas Lampung; 2015.
34. Akim M. Efektivitas Hand Sanitizer Di Banding Mencuci Tangan Memakai Sabun Dalam Menjaga Kebersihan Tangan Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2012. Univ Sumatera Utara. 2013;
35. L IA, Prenggono MD, Budiarti LY. Tangan Perawat Di Bangsal Penyakit Dalam Rsud Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2014. Berk Kedokt. 2015;11:11–8.
36. W. Benny. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin : Mikrobiologi Kulit. 5th ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2010.
37. WHO. First Global Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care. WHO. 2009;
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.