Analisis Kinerja Produksi Dan Pendapatan Usaha Ternak Babi Di Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur
Analysis of Production Performance and Income of Pig Farming Business In Titehena District, East Flores Regency
Abstract
A study has been conducted on the Production Performance and Income of Pig Farming in
Titehena District, East Flores Regency. This study aims to analyze production performance,
income, and factors that affect pig business income in Titehena District. The research method
used is a survey method to obtain primary data and secondary data through observation,
interview, and documentation techniques. Sampling was carried out through two stages,
namely the purposive stage of determining sample villages and the stage of determining non-
proportional random respondents. The analysis methods used are production performance
analysis which includes, mortality and litter size as well as income analysis and Multiple Linear
Regression analysis. mortality rate 13.28%, litter size 1.4+3.7 heads. The average total income
earned by farmers from the pig farming business is IDR 29.540.449 /year of which IDR
9.590.819 /year is cash income and. IDR 19.949.630 is non-cash income. The results of the
correlation analysis showed that the factors of livestock grazing (X3) and sales volume (X4)
had a real or significant effect (0.000) on R2 income = 0.72. This illustrates that the factors
identified, namely the number of livestock ownership (X3) and sales volume (X4), have a close
relationship with pig business income.
Penelitian ini telah dilaksanakan untuk mengkaji kinerja produksi serta pendapatan usaha
ternak babi di Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kinerja produksi, pendapatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan
usaha ternak babi di Kecamatan Titehena. Metodologi penelitian ini menerapkan pendekatan
survei yang bertujuan mengumpulkan data primer dan sekunder melalui teknik observasi
lapangan, wawancara, serta penelusuran dokumentasi. Pemilihan sampel dilakukan dalam dua
tahapan, yaitu penentuan desa contoh secara purposif dan penentuan responden secara acak
dengan metode non proporsional. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kinerja
produksi yang meliputi mortalitas dan litter size serta analisis pendapatan dan analisis Regresi
Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat mortalitas 13,28%, litter size 1,4+3,7
ekor serta rata-rata total pendapatan yang dihasilkan oleh peternak dari kegiatan usaha ternak
babi mencapai Rp29.540.449 per tahun; dengan rincian Rp9.590.819 per tahun berasal dari
pendapatan tunai dan Rp19.949.630 merupakan pendapatan non tunai. Hasil analisis korelasi
menunjukan bahwa faktor kepemilikkan ternak (X3) dan volume penjualan (X4) berpengaruh
nyata atau signifikan (0,000) terhadap pendapatan R2 = 0,72. Hal ini menggambarkan bahwa
faktor yang diidentifikasi yaitu jumlah kepemilikan ternak (X3) dan volume penjualan (X4)
mempunyai hubungan yang erat dengan pendapatan usaha ternak babi
Yohanes Capistrano Lado Teluma(1*)











