Kinerja Ekonomi Usaha Ternak Babi dan Usaha Tani Padi Sawah di Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat
Economic Performance of Pig and Wet-Land Rice Field Farms in Lembor Sub-district Manggarai Barat Regency
Abstract
ABSTRAK
Suatu penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat dengan tujuan menganalisis pendapatan, kelayakan finansial, dan net profit margin usaha ternak babi serta usaha tani padi sawah. Metode penelitian ini adalah survei untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Penentuan contoh ada dua tahap. Pertama, penentuan empat desa contoh yang dilakukan secara purposif. Selanjutnya, penentuan petani peternak contoh secara acak non proporsional, dipilih 25 orang petani peternak dari setiap desa contoh sehingga total responden 100 orang. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan, kelayakan finansial (R/C, B/C, BEPUnit, BEPProduksi), dan net profit margin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani peternak dari usaha ternak babi Adalah Rp4.213.200/petani peternak/tahun sedangkan usaha tani padi sawah Rp11.498.418/petani peternak/tahun. Analisis kelayakan usaha ternak babi menunjukkan bahwa nilai R/C=2,02, B/C=1,02, BEPUnit=0,03 ST dan BEPHarga=Rp431.027; sedangkan kelayakan usaha tani padi sawah menunjukkan bahwa R/C=1.95, B/C=0,95, BEPUnit=210 kg beras dan BEPHarga=Rp4.498,67/kg. Net profit margin usaha ternak babi sebesar 47,59% sedangkan usaha tani padi sawah sebesar 46,73%. Kesimpulannya, usaha ternak babi dan usaha tani padi sawah di Kecamatan Lembor memberikan pendapatan bagi petani peternak dan kedua usaha layak secara finansial sehingga dapat dilanjutkan dan dikembangkan.
Kata kunci: kelayakan, net profit margin, pendapatan, usaha tani padi sawah, usaha ternak babi.
ABSTRACT
A research was conducted in Lembor Sub-district Manggarai Barat Regency, aiming to analyze income, financial feasibility, and net profit margin of pig farming and lowland rice farming. The research method was a survey to collect both primary and secondary data. The sampling process was carried out in two stages. First, selection of three sample villages First, four sample villages were purposively selected. Then, farmers livestock keepers were chosen using a non-proportional random method, with 25 respondents from each village, resulting in a total of 100 respondents. Data were analyzed using income analysis, financial feasibility analysis (R/C, B/C, BEPUnit, BEPProduction), and net profit margin. The result showed that the average income gained by the farmers from the pigs’ farm was IDR4,213,200/year, and from the wet-land rice field farm was IDR11.498.418/year. The financial feasibility analysis showed that the pigs’ farm has R/C=2.02, B/C=1.02, BEPUnit=0.03 AU and BEPprice =IDR431,027; while the wet-land rice field farm has R/C=1.95, B/C=0.95, BEP Unit=210 kg and BEPPrice=IDR4,498.67. Net profit margin was 47.59% for pig farming and 46.73% for lowland rice farming. In conclusion, both pig farming and lowland rice farming in Lembor District provide income for farmer livestock keepers and are financially feasible to be continued and developed.
Keywords: Feasibility, Income, Net Profit Margin, Pigs’ Farm, Wet-Land Rice Field Farm.
Eustakia Padua M. Jubin(1*)











