Pengaruh Substitusi Hay Rumput Kume dengan Hay Fodder Jagung Hidroponik terhadap Konsumsi dan Kecernaan Karbohidrat, VFA Total, dan Kadar Glukosa Darah Kambing Kacang
The Effect of Substituting Kume Grass Hay with Hydroponic Corn Fodder Hay on the Intake and Digestibility of Carbohydrate, Total VFA, and Blood Glucose Levels in Kacang Goats
Abstract
This study aimed to investigate the effects of substituting kume grass hay with hydroponic maize fodder hay on carbohydrate intake and digestibility, total volatile fatty acids (VFA), and blood glucose levels in Kacang goats. Eight male Kacang goats aged 8–9 months with body weights ranging from 15 to 19 kg were used in this experiment following a two-period change-over design with four dietary treatments: DMF0 (70% Kume grass hay + 30% concentrate), DMF1 (52.5% Kume grass hay + 17.5% maize fodder hay + 30% concentrate), DMF2 (35% Kume grass hay + 35% maize fodder hay + 30% concentrate), and DMF3 (17.5% Kume grass hay + 52.5% maize fodder hay + 30% concentrate). The results showed that increasing levels of maize fodder hay significantly improved carbohydrate intake (140.7–294.2 g/head/day), carbohydrate digestibility (66.2–81.5%), and total VFA production (77.7–85.5 mM), while blood glucose levels (19.3–27.8 mg/dL) remained unaffected. In conclusion, hydroponic maize fodder hay can serve as an effective alternative to Kume grass hay, enhancing nutrient utilization without disrupting blood glucose balance.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi hay rumput kume dengan hay fodder jagung hidroponik terhadap konsumsi dan kecernaan karbohidrat, produksi total asam lemak volatil (VFA), serta kadar glukosa darah pada kambing Kacang. Delapan ekor kambing Kacang berumur 8–9 bulan dengan bobot badan antara 15–19 kg digunakan dalam penelitian yang mengikuti desain change over dua periode dengan empat perlakuan pakan yaitu DMF0 (70% hay rumput kume + 30% konsentrat), DMF1 (52,5% hay rumput kume + 17,5% hay fodder jagung + 30% konsentrat), DMF2 (35% hay rumput kume + 35% hay fodder jagung + 30% konsentrat), dan DMF3 (17,5% hay rumput kume + 52,5% hay fodder jagung + 30% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan level hay fodder jagung dalam ransum meningkatkan konsumsi karbohidrat (140,7–294,2 g/ekor/hari), kecernaan karbohidrat (66,2–81,5%), dan produksi total VFA (77,7–85,5 mM). Namun, substitusi ini tidak mempengaruhi (P>0,05) kadar glukosa darah (19,3–27,8 mg/dL). Dapat disimpulkan bahwa hay fodder jagung hidroponik merupakan alternatif pakan yang efektif untuk menggantikan hay rumput kume, khususnya dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien tanpa mengganggu keseimbangan fisiologis darah ternak kambing.
Maria Sherlyana Que(1*)











