Pengaruh Penambahan Sari Daun Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus (L.) Rendle) Dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Persilangan Landrace Dan Duroc
The Effect Of Adding Lemongrass Leaf Extract (Cymbopogon Nardus (L.) Rendle) In Egg Yolk Citrate Diluent On The Quality Of Spermatozoa In Landrace And Duroc Crossbreed Boar
Abstract
This study aims to determine the optimal level of lemongrass leaf extract (LLE) added to egg yolk citrate diluent (EYC) on the quality of spermatozoa in crossbred Landrace and Duroc pigs. This study used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 5 replicate. The treatments tested in this study consisted of a control (T0: C-EY) and five level of lemongrass leaf extract (LLE) addition to the C-EY diluent: T1(0.5%), T2 (1%), T3 (1.5%), T4 (2%), and T5 (2.5%). After dilution, the semen is stored in a cold box at a temperature between 18 and 20°C. The semen is checked every 12 hours until its motility reaches the 40% limit. Data analysis was performed using ANOVA, followed by Duncan's test. The results of this study showed that treatment P4 with a level of 2% LLE in the EYC dilution gave good results (P<0.05) up to 48 hours of storage compared to other treatments, with motility of 43.00±4.47%, viability of 47.00±1.22%, abnormality of 4.60±0.55%, and survival time of 50.80±3.90 hours. The addition of 2% LLE to EYC extender proved effective in maintaining the quality of Landrace and Duroc crossbred boar spermatozoa during storage for up to 48 hours.
Penelitian ini bertujuan menentukan level terbaik dari sari daun sereh wangi (SDSW) yang ditambahkan dalam pengencer sitrat kuning telur (SKT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa pada babi persilangan landrace dan duroc. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan, dengan menggunakan semen dari satu ekor babi persilangan landrace dan duroc. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: S-KT, dan ke lima perlakuan berikut ditambah SDSW: P1 (0,5%), P2 (1%), (P3 (1,5%), P4 (2%), dan P5 (2,5%). Semen yang terkumpul diencerkan dan diletakan dalam coldbox dengan suhu 18-20℃. Kualitas semen akan dievaluasi setiap 12 jam sampai motilitas mencapai 40%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji Ducan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P4 dengan level 2% SDSW dalam pengencer S-KT memberikan hasil yang baik (P<0,05) hingga jam ke-48 penyimpanan dibandingkan perlakuan lainnya, dengan motilitas 43,00±4,47%, viabilitas 47,00±1,22%, abnormalitas 4,60±0,55% dan daya tahan hidup 50,80±3,90 jam. Dapat disimpulkan penambahan SDSW 2% ke dalam pengencer SKT terbukti efektif dalam menjaga kualitas spermatozoa babi persilangan landrace dan duroc hingga mencapai 48 jam penyimpanan.
Soselina Arnita Lopes(1*)











