Analisis Pendapatan Tunai Usaha Ternak Sapi Peranakan Ongole pada Skala Berbeda di Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur
Cash Income Analysis of Ongole Crossbred Cattle Farm on Different Scales in Umalulu District, East Sumba Regency
Abstract
A research was conducted in Umalulu Sub-district Sumba Timur Regency with the objectives to: 1) determine the amount of cash income of Ongole Crossbred cattle farm on different scales, and 2) identify the factors influencing the cash income of Ongole Crossbred cattle farm on different scales. Method of selecting samples comprises two methods. First, selecting five sample villages purposively, namely Villages of Mutunggeding, Watuhadang, Watupuda, Patawang and Wanga. Second, selecting of 60 sample farmers based on non-proportional random sampling. A survey method was used to collect both primary and secondary data.. The primary data were obtained using observation and interview techniques, while secondary data were collected using documentation review. The data were analyzed using income analysis, followed by a mean difference test and multiple linear regression analysis.. The result showed that: 1) Average income of small scale farm (1 – 8 heads of Ongole Crossbred cattle) was IDR16,467,010/year and big scale farm (> 8 heads of Ongole Crossbred cattle) was IDR22,889,666/year; the mean difference test indicated a significant income difference between the two scales, and 2) factors influencing the cash income of the Ongole Crossbred cattle in Umalulu Sub-district Sumba Timur Regency on small-scale farm were number of cattle sold and the farmers' education, while the big-scale farm were number of cattle sold, the cattle price, and production cost.
Suatu penelitian telah dilakukan di Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur dengan tujuan untuk: 1) mengetahui besar pendapatan tunai usaha ternak sapi Peranakan Ongole pada skala yang berbeda, dan 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruhnya. Pengambilan contoh dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah penentuan desa contoh secara purposive sampling untuk menentukan lima desa contoh yakni Desa Mutunggeding, Watuhadang, Watupuda, Patawang dan Wanga. Tahap ke dua adalah tahap penentuan 60 peternak contoh secara acak non proporsional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder ddiperoleh melalui telaah dokumen. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dilanjutkan dengan uji beda rata-rata dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata pendapatan pada skala kecil ( 1 – 8 ekor sapi Peranakan Ongole) adalah Rp16.467.010/tahun dan skala besar (> 8 ekor sapi Peranakan Ongole) adalah Rp22.889.666/tahun, selanjutnya hasil uji beda rata-rata menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan antara dua skala usaha yang berbeda; 2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan tunai usaha ternak sapi di Kecamatan Umalulu pada skala kecil adalah jumlah penjualan ternak dan pendidikan peternak, sedangkan pada skala besar adalah jumlah penjualan ternak, harga jual ternak dan biaya produksi.
Anisa Benferd Riwu(1*)











