Strategi Pengembangan Agroindustri Bakso Babi (Studi Kasus Depot Bakso Babi El Shadai)
Pork Meatball Agro-Industry Development Strategy (Case Study of El Shadai Pork Meatball Depot)
Abstract
This research aims to analyze the strategy for developing the pork meatball agro-industry business at the El Shaddai pork meatball depot. This research was conducted on pork meatball agro-industry business actors at the El Shaddai pork meatball depot. This research was carried out through several stages with the analytical tools used Namely the input stage identifies internal external environmental factors using the IFE matrix and (EFE) matrix. Based on the IFE matrix analysis which shows the internal business position by using strengths and correcting weaknesses, while the EFE matrix shows the external business position which takes advantage of opportunities and overcomes existing threats. These results place the El Shaddai pork meatball agro-industry business in a strategic position in quadrant I, thus showing an aggressive strategy. Aggressive strategies focus more on SO (Strength Opportunities) strategies, namely using strength to take advantage of existing opportunities. The strategy formulation that can be used is: Maximizing the availability of raw materials, maximizing marketing, and increasing product quantity.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha agroindustri bakso babi depot bakso babi El Shaddai. Penelitian ini dilakukan terhadap pelaku usaha agroindustri bakso babi di depot bakso babi El Shaddai. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan dengan alat analisis yang dipakai yakni pada tahap input diidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal menggunakan matriks IFE dan EFE. Berdasarkan analisis matriks IFE, posisi internal usaha menggunakan kekuatan dan memperbaiki kelemahan, sedangkan matriks EFE, posisi eksternal usaha dengan memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman yang ada. Hasil yang diperoleh menempatkan usaha agroindustri bakso babi El Shaddai pada posisi strategi kuadran I sehingga menunjukkan strategi agresif. Strategi agresif lebih fokus pada strategi SO (Strength Opportunities) yaitu dengan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Rumusan strategi yang dapat digunakan yaitu memaksimalkan ketersediaan bahan baku, melakukan pemasaran yang maksimal, dan meningkatkan kuantitas produk.
Elsy M. Kaseh(1*)











