Pengaruh Umur Pemotongan terhadap Kadar Fraksi Serat Rumput Cipelang (Pennisetum Purpureum Cv. Taiwan) pada Regrowth Ketujuh
Effect of Cutting Age on Fiber ContentSeventh Regrowth of Cipelang Grass (Pennisetum purpureum cv. Taiwan)
Abstract
This study aims to determine how the effect of cutting age on the fiber fraction content of Cipelang
Grass (Pennisetum purpureum cv. Taiwan) in the seventh regrowth. The grass used in this study is
Cipelang Grass. The method used in this study is an experimental method (experiment) with a
Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments and 4 replications. The treatments
are: P-1 = cutting age 30 days, P-2 = cutting age 60 days, P-3 = cutting age 90 days. The variables
observed were the content of NDF, ADF, cellulose, and lignin. Data were analyzed using ANOVA and
continued with Duncan's further test. analysis. The average content of NDF, ADF, cellulose and lignin
were 73.79%, 41.24%, 29.01%, and 6.51%, respectively. The results of the analysis of variance showed
that the cutting age treatment had a significant effect (P<0.05) on the NDF, ADF, cellulose, and lignin
content in the seventh regrowth. It was concluded that the cutting age of cipelang grass at 30 days
resulted in the lowest NDF, ADF, cellulose, and lignin content, which means the quality of the grass
was better than the other treatments.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh usia pemotongan pada kadar fraksi
serat Rumput Cipelang ( Pennisetum purpureum cv. Taiwan) pada regrowth ke tujuh. Rumput yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Rumput Cipelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode eksperimen (percobaan) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3
perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuannya adalah: P - 1 = umur pemotongan 30 hari, P - 2 = umur
pemotongan 60 hari, P - 3 = umur pemotongan 90 hari. Variabel yang diamati adalah kadar NDF, ADF,
selulosa, dan lignin. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil
analisis ragam menunjukkan bahwa umur pemotongan memberikan pengaruh yang nyata (P < 0,05)
terhadap kadar NDF, ADF, selulosa, dan lignin. Rata-rata kadar NDF, ADF, selulosa, dan lignin
berturut-turut adalah 73,79%, 41,24%, 29,01%, dan lignin. Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa
perlakuan umur stek memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar NDF, ADF, selulosa, dan
lignin pada regrowth ketujuh . Disimpulkan bahwa umur pemotongan rumput cipelang 30 hari
menghasilkan kadar NDF, ADF, selulosa dan lignin paling rendah yang berarti kualitas rumput lebih
baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya
Yopi Lefran Sekau(1*)











