Substitusi Dedak Padi dengan Tepung Kulit Pisang dalam Konsentrat dan Dampaknya pada Metabolit Darah Sapi Bali

Substitution of Rice Bran with Banana Peel Flour in Concentrate and its Impact on Blood Metabolites of Balinese Cattle

  • Henry Thun Samenel(1*)
    Universitas Nusa Cendana,
  • Mathen Yunus(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Grace Maranatha(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author

Abstract

This study aims to evaluate blood metabolites (urea, glucose, and total plasma protein) in male Bali cattle after being given treatment in the form of substitution of rice bran with fermented banana peel flour at various levels in concentrate. A total of 4 male Bali cattle with an average body weight of 98.0 kg (87.5 kg to 100.5 kg), aged between 1.5 - 2 years. The experimental method with Latin Square Design (RBSL). The treatments applied consisted of 4 treatments and 4 repetitions. The four treatments are, Concentrate feed containing 60% rice bran (P0); Concentrate feed containing 40% rice bran and 20% banana peel flour (P1); Concentrate feed containing 20% ​​rice bran and 40% banana peel flour (P2); and Concentrate feed containing 60% banana peel (P3). The variables measured include blood urea concentration, blood glucose, and total blood plasma protein. The research data were tested statistically using ANOVA (Analysis of Variance). The results showed that the treatment of using banana peel flour to substitute rice bran in concentrate feed did not have a significant effect (P<0.05) on the blood metabolite variables of male Bali cattle. It was concluded that the substitution of rice bran up to 60% in concentrate feed in the ration of male Bali cattle resulted in blood metabolite concentrations (blood urea concentration, blood glucose, and total blood plasma protein) generally the same as concentrate feed without substitution with banana peel flour.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metabolit darah (urea, glukosa, dan total protein plasma) pada sapi Bali jantan setelah diberikan perlakuan berupa substitusi dedak padi dengan tepung kulit pisang terfermentasi pada berbagai level dalam konsentrat. Sebanyak 4 ekor sapi Bali jantan  dengan bobot badab rata-rata 98,0 kg ( 87,5 kg hingga 100,5 kg), berumur antara 1,5 - 2 tahun. Metode percobaan dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL). Perlakuan yang diterapkan terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali pengulangan.  Keempat perlakuan tersebut yakni, Pemberian pakan konsentrat mengandung dedak padi 60% (P0); Pemberian pakan konsentrat mengandung dedak padi  40% dan 20% tepung kulit pisang (P1); Pemberian pakan konsentrat mengandung dedak padi 20% dan tepung kulit pisang 40% (P2);  dan Pemberian pakan konsentrat mengandung 60% kulit pisang (P3). Variabel yang diukur meliputi konsentrasi urea darah, glukosa darah, dan total protein plasma darah. Data hasil penelitian diuji secara statistic menggunakan ANOVA (Analisis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan tepung kulit pisang untuk mensubstitusi dedak padi dalam pakan konsentrat tidak memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap variabel metabolit darah sapi bali jantan. Disimpulkan bahwa substitusi dedak padi sampai 60% dalam pakan konsentrat pada ransum sapi bali jantan menghasilkan konsentrasi metabolit darah ( konsentrasi urea darah, glukosa darah, dan total protein plasma darah) umumnya sama dengan pakan konsentrat tanpa substitusi dengan tepung kulit pisang.

Kata Kunci: Tepung kulit pisang, konsentrat, metabolit darah, substitusi, sapi Bali jantan

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2025-09-22
How to Cite
Samenel, H., Yunus, M., & Maranatha, G. (2025). Substitusi Dedak Padi dengan Tepung Kulit Pisang dalam Konsentrat dan Dampaknya pada Metabolit Darah Sapi Bali. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 7(3), 325-331. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/27278
Section
Articles