Pengaruh kejut suhu terhadap proses pemijahan bulubabi Tripneustes gratilla pada media terkontrol

  • Kornelis K Jemu Universitas Nusa Cendana
  • Agnette Tjendanawangi Universitas Nusa Cendana
  • Nicodemus Dahoklory Universitas Nusa Cendana

Abstract

Perubahan lingkungan suhu perairan dapat menyebabkan stress pada biota perairan yang dapat mempengaruhi proses pemijahan, perkembangan dan pertumbuhan bulubabi T. gratilla, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila perubahan yang terjadi melewati batas toleransi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2020, di Laboratorium Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu yang efektif untuk merangsang pemijahan dan pengaruh kejut suhu terhadap persentase pemijahan bulubabi T. gratilla. Penelitian ini mengunakan kejut suhu selama 5 menit dengan empat perlakuan dan tiga ulangan dengan menaikan dan menurunkan suhu dari suhu pemeliharaan 27 0C untuk merangsang pemijahan pada induk bulubabi T. gratilla. Kejut suhu yang digunakan yaitu menaikan suhu 3 0C dan 6 0C menggunakan heater dan menurunkan suhu 6 0C dan 3 0C mengunakan es batu. Bulubabi yang digunakan diambil dari perairan Bolok dengan diameter 50-60 mm dan dipelihara dalam akuarim dengan kepadatan 5 ekor / akuarium, selama pemeliharaan bulubabi diberi pakan berbasis Enhalus 10% yang diberikan secara adlibitum hingga matang gonad. Hasil penelitian menunjukan suhu yang efektif yaitu penurunan suhu 3 0C dari suhu 27 0C menjadi 24 0C dengan persentase pemijahan 86,6% dan persentase telur terbuahi yaitu 35,57%. Hasil anova menunjukan kejut suhu berpengaruh signifikan terhadap pemijahan bulubabi T. gratilla (P < 0.05). Metode kejut suhu dapat digunakan untuk merangsang pemijahan pada bulubabi T. gratilla.

Kata kunci: bulubabi T. gratilla, kejut suhu, pemijahan.

Published
2021-10-21
Section
Articles