KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING BLIGON DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL EKSTRAK KULIT BUAH NAGA

  • Maria F. T. Leyn(1)
    universitas nusa cendana
  • Henderiana Belli(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Wilmientje Marlene Nalley(3)
  • Petrus Kune(4)
    Universitas Nusa Cendana
  • Thomas Mata Hine(5*)
    universitas nusa cendana
  • (*) Corresponding Author
Kata Kunci: Tris, kuning telur, ekstrak kulit buah naga, spermatozoa, kambing bligon

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penambahan berbagai konsentrasi ekstrak kulit buah naga (EKBN) dalam pengencer Tris–kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa kambing bligon. Semen ditampung dua kali seminggu menggunakan metode vagina buatan dari tiga ekor kambing jantan bligon yang berumur tiga tahun dengan kondisi tubuh dan organ reproduksi yang normal. Pasca evaluasi secara makroskopis dan mikroskopis, semen yang berkualitas baik dengan nilai motilitas > 70%, konsentrasi > 800 x 106 dan abnormalitas < 15%  diencerkan dengan TKT + EKBN pada konsentrasi: 0% (P0), 2% (P1), 4% (P2), 6% (P3), 8% (P4), dan 10% (P5). Setelah diencerkan semen kembali dievaluasi, semen yang masih memiliki motilitas diatas 70% selanjutnya disimpan pada suhu 3-5oC. Evaluasi terhadap kualitas spermatozoa dilakukan setiap 24 jam hingga motilitas mencapai 40%. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak hari ke-1 hingga ke-5 penyimpanan, spermatozoa yang dipreservasi dalam pengencer T-KT + EKBN 6% (P3) memiliki motilitas dan viabilitas yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Abnormalitas spermatozoa hingga hari ke-5 penyimpanan berada pada kisaran Xi: 2,46 - 5,22 namun menunjukkan perbedaan yang signifikan (P<0,05) antara perlakuan yang mendapat suplementasi EKBN dengan control (P0). Disimpulkan bahwa penambahan EKBN dalam pengencer T-KT dapat mempertahankan kualitas spermatozoa kambing bligon, dengan level EKBN terbaik adalah 6%.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Abdullah A, Abdullah N. 2011. Quality characteristics and acceptability of three types of pitaya fruit in a consumer acceptance test. Journal of Tourism Hospitality & Culinary Arts 3(1): 89-98.
Arifiantini RI, Yusuf TL. 2006. Keberhasilan menggunakan tiga bahan pengencer dalam dua jenis kemasan pada proses pembekuan semen sapi frisien holstein. Majalah Ilmiah Peternakan 9(3): 89-93.
Aslam, Dasrul HA, Rosmaidar. 2014. Pengaruh penambahan vitamin C dalam pengencer andromed terhadap persentase motilitas dan membrane plasma utuh spermatozoa sapi Aceh setelah pembekuan. Jurnal Medika Veterinaria 8(1): 20-26.
Azzahra FY, Setiatin ET, Samsudewa D. 2016. Evaluasi motilitas dan presentase hidup semen segar sapi PO kebumen pejantan muda. Jurnal Sains Peternakan Indonesia 2: 99-107.
Bintara S. 2011. Rasio X:Y dan kualitas sperma pada kambing kacang dan peranakan ettawa. Sains Peternakan 9(2): 65-71.
Fitri NL, Susetyarini RE, Waluyo L. 2016. The effect of ciplukan (Physalis angulata L) fruit extract on SGPT and SGOT levels against white male mice (Mus Musculus) hyperglycemia induced by alloxan as biology learninf reso urces. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia 2(2): 180-187.
Foote RH. 1980. Artificial insemination. In: E.S.E. Hafez (Ed.) Reproduction in Farm Animals 4th Ed. Lea and Febiger, Philadelphia.
Garner DL, Hafez ESE. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In Farm Animals. Edited by E.S.E. Hafez.7th edition. Lippincott Williams and Wilkins. Maryland, USA.
Hafez ESE. 2000. Reproduction In Farm Animal. 7th ed., Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia.
Hidayati N, Arifiantini RI, Sajuthi D. 2015. Preservasi semen kambing peranakan ettawa dalam pengencer tris dan sitrat kuning telur dengan penambahan sodium dodecyl sulphate. Jurnal Veteriner 16(3): 334-342.
Ihsan MN. 2008. Upaya peningkatan konsentrasi spermatozoa hasil pemisahan dengan sentrifugasi gradient densitas percoll pada sapi friesien holstein (FH). Disertasi. Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya, Malang.
Kartusudjana R. 2001. Ciri-ciri atau Tanda Keabnormalitasan pada Semen Kambing Peranakan Ettawa (PE). Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Khaki A, Fathiazad F, Nouri M, Amir AK. 2011. Effect of Ocimum basilicum on apoptosis in testis if rats after exposure to electromagnetic field. Afr J Pharm Parmacol. 5(1): 1534-1537.
Kusumawati DE, Utomo KN, Krisnaningsih AJN, Syam R. 2017. Kualitas semen kambing Kacang dengan lama simpan yang berbeda pada suhu ruang menggunakan pengencer tris aminomethan kuning telur. In Seminar Nasional Hasil Penelitian. JITRO 4(2): 42-51.
Lubis TM, Dasrul, Thasmi CN, Akbar T. 2013. Efektivitas penambahan vitamin C dalam pengencer susu skim kuning telur terhadap kualitas spermatozoa kambing boer setelah penyimpanan dingin. Jurnal S. Pertanian 3(1): 347-361.
Manuhuruk FM. 2016. Efektivitas penambahan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna, antioksidan, dan antimikroba pada sosis daging sapi selama penyimpanan dingin. Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Maxwell WMC, Watson PF. 1996. Recent progress in the preservation of ram semen. J. Anim. Reprod. Sci. 42(10): 55-65.
Munawaroh. 2014. Penambahan ekstrak buah naga (Hylocereus ondotus) untuk pengawetan spermatozoa kambing peranakan boer pada suhu 5oC. Scripta Biologica 4(4): 223-247.
Nalley WM, Handarini R, Purwantara B. 2007. Viabilitas spermatozoa rusa Timor (Cervus timorensis) di dalam pengencer tris kuning telur dengan sumber karbohidrat yang berbeda yang disimpan pada suhu ruang. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 12(4): 311-317.
Noor MI, Yufita EY, Zulfalina. 2016. Identifikasi kandungan ekstrak kulit buah naga merah menggunakan fourier transform infrared (FTIR) dan phytochemistry. Journal of Aceh Physics Society 5(1):14-16.
Nurliyana R, Zahir IS, Suleiman KM, Aisyah MR, Rahim KK. 2010. Antioxidant study of pulpl and peels of dragon fruids: a comparave study. International Food Research Journal 17(1):367-375.
Partama IBG. 2000. Kebutuhan energi dan protein kambing peranakan ettawah calon pejantan. Disertasi. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Partodihardjo S. 2002. Ilmu Reproduksi Hewan. Penerbit Mutiara Sumber Widya. Jakarta.
Purdy PH. 2006. A review on goat sperm cryopreservation. Small Rumin Research 63(3): 215-225.
Putranti OD, Kustono, Ismaya. 2010. Pengaruh penambahan crudetannin pada sperma cair kambing peranakan ettawa yang disimpan selama 14 hari terhadap viabilitas spermatozoa. Buletin Peternakan 34(1): 1-7.
Rizal M, Herdis M. 2010. Peranan antioksidan dalam meningkatkan kualitas semen beku. Jurnal Wartazoa 20(3):139-146.
Setiadi B, Sutama IK, Situmorang P, Supriyati, Adiati U, Budiarsa IGM, Kostaman T, Maulana, Mulyawan. 2000. Evaluasi karakteristik semen kambing calon bibit. Laporan Bagian Proyek Rekayasa Teknologi Peternakan ARMP-II: 74-87. Balai Penelitian Ternak.
Shukla SN, Singh BB, Tomarand NS, Misra BS. 1992. Factors affecting spermatozoa motility in preserved semen. Indian Vet. J. 69 (2): 856-857.
Siregar TN, Hamdan. 2007. Teknologi Reproduksi Pada Ternak. CV. Mita Mulia, Banda Aceh.
Siswandoko B, Zaenab S, Husamah. 2017. Penambahan ekstrak kulit buah naga ke dalam pengencer tris kuning telur untuk meningkatkan kualitas semen beku kambing peranakan ettawa. Jurnal Scripta biologica 4(4): 247-251.
Susilawati T. 2011. Spermatology. UB Press. Malang.
Sutiyono, Riyadi S, Kismiati S. 2006. Fertilisasi dan daya tetas telur dari ayam petelur hasil inseminasi buatan menggunakan semen ayam kampong yang diencerkan dengan bahan berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis. 31 (1): 36-40.
Suwarso. 1999. Peranan ranifosa dalam pengencer tris sitrat kuning telur terhadap kualitas semen beku kambing peranaakn ettawah. Thesis. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tambing SN, Toelihere MR, Yusuf TL, Sutama IK. 2000. Pengaruh gliserol dalam pengencer tris terhadap kualitas semen beku kambing peranakan ettawa. JITV 5(1): 84-91.
Toelihere MR. 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Angkasa. Bandung.
Varasofiari LN, Setiatin ET, Sutopo. 2013. Evaluasi semen segar sapi jawa brebes berdasarkan lama waktu penyiapan. Animal Agriculture 2(1): 201-208.
Wulandari R, Budiyanta MAK, Waluyo L. 2016. The influence of various concentration of red roses (Rosa damascene mill) flower extract to anthocyanin color stability jelly as biology learning source. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia 2(1): 40-48.
Yotov S, Fasulkov I, Vassilev N. 2011. Effect of ejaculation frequency on spermatozoa survival in diluted from pleven blackhead rams. Turk. J.Vet. Anim. Sci. 2(2): 117-122.
Yustendi D. 2013. Penambahan tepung daun katuk (Saurupus androgynus L. merr) dalam ransum kambing jantan peranakan ettawa terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan, lingkar scrotum dan kualitas spermatozoa. Thesis. Program Pascasarjana. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Yusuf TL, Arifiantini RI, Rahmiwati N. 2005. Daya tahan semen cair kambing peranakan ettawa dalam pengenceran kuning telur dengan kemasan dan konsentrasi spermatozoa yang berbeda. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 30(4): 217-223.
Zaniboni L, Rizzi R and Cerolini S. 2006. Combined effect of DHA and

PlumX Metrics

Diterbitkan
2021-06-21
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##