Pengaruh Penambahan Berbagai Level Konsentrat Mengandung ZnSO4 dan Zn-Cu Isoleusinat terhadap Penggunaan Protein Kambing Kacang yang Mengkonsumsi Silase Sorgum – Kembang Telang

  • Cesilia Wilfrida Seran(1*)
    Universitas Nusa Cendana
  • Erna Hartati(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Gusti Ayu Yudiwati Lestari(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Kata Kunci: silase, level konsentrat, protein kasar, urea darah, kambing Kacang

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai level konsentrat mengandung ZnSO4 dan Zn-Cu isoleusinat yang optimal terhadap penggunaan protein yang mengkonsumsi silase sorgum-kembang telang pada kambing Kacang.  Penelitian ini menggunakan kambing Kacang sebanyak 12 ekor dengan rata-rata berat badan 14,40 kg (KV= 14,93%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah T1 = Silase sorgum-kembang telang ad libitium, serta T2, T3, T4 = T1 + konsentrat  dengan level masing-masing 10%, 20% dan 30% mengandung 150 mg ZnSO4 dan 2% Zn-Cu Isoleusinat. Parameter yang diamati adalah konsumsi PK, kecernaan PK, dan konsentrasi urea darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai level konsentrat mengandung ZnSO4 dan Zn-Cu isoleusinat yang optimal terhadap penggunaan protein yang mengkonsumsi silase sorgum-kembang telang pada kambing Kacang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi PK, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kecernaan PK dan konsentrasi urea darah.  Kesimpulannya bahwa bahwa penambahan berbagai level konsentrat mengandung ZnSO4 dan Zn-Cu isoleusinat yang optimal terhadap penggunaan protein yang mengkonsumsi silase sorgum-kembang telang pada kambing Kacang terdapat pada perlakuan T4 sebanyak 30%.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arifin HD, Zulfanita. 2012. Amonia rumen dan urea darah kambing jawarandu pengaruh pemberian daun pepaya. Jurnal Surya Agritama 1(1): 38-47.
Harjanti WA, Harjanti DW, Sambodho P, Santoso SAB. 2017. Pengaruh suplementasi baking soda dalam pakan terhadap urea darah dan urea susu sapi perah laktasi. Jurnal Peternakan Indonesia 19(2): 65-71.
Hartati E, Saleh A, Sulistidjo ED. 2009. Optimalisasi proses fermentasi rumen dan pertumbuhan sapi bali melalui suplementasi zn-cu isoleusinat dan znso4 pada ransum berbasis standinghay rumput kume (Andropogon timorensis) amoniasi. Laporan Penelitian Fundamental Fakultas Peternakan, Undana, Kupang.
Hartati E, Saleh A, Sulistidjo ED. 2014. Pemanfaatan standinghay rumput kume amoniasi dengan penambahan znso4 dan zn-cu isoleusinat dalam ransum untuk mengoptimalkan konsumsi, kecernaan dan kadar glukosa darah sapi bali dara. Fakultas Peternakan, Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Undana, Kupang.
Hartati E, Kleden MM, Lestari GAY, Jelantik IGN. 2018. Nutrient intake, digestibility, rumen parameters and blood metabolites of kacang goats fed silage of forage mixture produced from intercropping of sorghum differing in planting space with butterfly pea (Clitoria ternatea). Indian Journal of Animal Nutrition. 36(4): 334-341.
Hume ID. 1982. Digestion and protein Microbalism in a Course Manual in Nutrition and Growth. Editor: H. L. Davies. Australian Universities. Australian Vice Choncellors Committee, Sidney.
Katupu A.J, Hartati E, Lestari GAY. 2019. pengaruh pemberian pakan silase dari tumpang sari tanaman sorgum (sorghum bicolor l. moench) dan clitoria ternatea pada jarak tanaman yang berbeda terhadap konsumsi, kecernaan dan pemanfaatan protein pada kambing kacang betina. Fakultas Peternakan. Univrsitas Nusa Cendana. Kupang.
Kirtane AJ, Leder DM, Waikar SS, Chertow GM, Ray KK, Pinto DS, Karmpaliotis D, Burger AJ, Murphy SA, Cannon CP, Braunwald E, Gibson CM. 2005. Serum blood urea nitrogen as an independent marker of subsequent motality among patients with acute coronary syndromes and normal to middly reduced glomerular filtration rates. J. Am Coll Cardiol 45: 1781-1786.
Kronberg SI, Malechek JC. 1997. Relationship beetwen nutrition and foraging behaviour of freeranging sheep and goats. Journal of Animal Science. 15(7): 1756-1763.
Little DA. 1986. The Mineral Content of Rumniant Feeds and Potential for Mineral Supplementation In South-East Asia With Particular Reference to Indonesia. In : R.M. Dixon. (Ed), Ruminant Feeding Systems Utilizing Fibrous Agricultural Residues 1986. IDP, Canberra.
National Research Council [NRC]. 1988. Nutrient Requirement of Dairy Cattle. 6thEd. National Academy Science. Washington, D.C.
Ora UNH, Jelantik IGN, Jalaludin. 2016. Kualitas silase hiajuan Clitoria ternatea yang ditanam monokultur dan terintegrasi dengan jagung. Jurnal Nukleus Peternakan 3(1): 24-33.
Puastuti W. 2008. Protein pakan tahan degradasi rumen untuk meningkatkan produksi susu. semiloka nasional prospek industri sapi perah menuju perdagangan bebas – 2020. 19 April – 21 April. Jakarta, Indonesia. Hal. 46 – 51.
Purnomohadi M. 2006. Potensi penggunaan beberapa varietas sorgum manis (Sorgum bicolor L. moench) sebagai tanaman pakan berkelanjutan. Hayati 12: 4-44.
Reksohadiprodjo, S. 1995. Serat dan Sifat Menciri Fisiokimia Hijauan Pakan. Dalam: Kursus Singkat Teknik Evaluasi Pakan Ruminansia. Fakultas Peternakan, UGM, Yogyakarta.
Sirappa MP. 2003. Prospek Pengembangan Sorgum di Indonesia Sebagai Komoditas Alternative Untuk Pangan, Pakan, dan Industry. Jurnal Litbang Pertanian 22 (4): 133-140.
Sofyadi, E. 2011. Aspek Budidaya, Prospek, Kendala, dan Solusi Pengembangan Sorgum di Indonesia. Jakarta.
Sutedi E. 2013. Potensi Kembang Telang (Clitoria ternatea) Sebagai Tanaman Pakan Ternak. Jurnal Wartazoa 23(2): 49-56.
Sutrisna N, Sunandar N, Surdianto Y. 2014. Inovasi teknologi dan kelembagaan dalam sistem usahatani integrasi tanaman sorgum ternak sapi ramah lingkungan pada lahan suboptimal di jawa barat. Prosiding Seminar Nasional. PP: 85-98. BPTP Jawa Barat dan Universitas Padjajaran
Tahuk PK. 2008. Kinerja kambing bligon jantan pada penggemukan dengan level protein kasar berbeda. Tesis. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Thalib A, Haryanto B, Kompiang S, Mathius IW, Ainin A. 2000. Pengaruh mikromineral dan fenilpropionat terhadap performans bakteri selulotik coccid dan batang dalam mencerna serat hijauan pakan. Jurnal Ilmu Ternak dan Vet. 5(2): 92-99.
Tillman AD, Hartadi H, Soedomo R, Soeharto P, Soekanto L. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

PlumX Metrics

Diterbitkan
2021-06-21
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##