Mengurai Jaringan Informasi Banjir
Studi Social Network Analysis Akun X Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (Kp2c)
Abstract
Penyebaran informasi selama bencana banjir kerap mengalami kendala akibat minimnya koordinasi, keterlambatan informasi resmi, serta terbatasnya jangkauan media konvensional. Di tengah kekosongan tersebut, komunitas lokal seperti Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) memanfaatkan platform X sebagai ruang distribusi informasi alternatif yang responsif. Penelitian ini mengkaji bagaimana struktur jaringan komunikasi banjir terbentuk di media sosial serta peran aktor-aktor dalam menyebarkan informasi melalui akun @kp2c_info. Dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA) dan alat bantu Gephi, data dikumpulkan dari interaksi pengguna X selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa jaringan yang terbentuk memiliki karakteristik terdesentralisasi dengan simpul utama berada pada akun komunitas lokal. Pola keterhubungan antar klaster menunjukkan adanya ikatan lemah (weak ties) yang justru memperkuat difusi informasi di masa krisis. Temuan ini menegaskan pentingnya posisi komunitas warga dalam ekosistem komunikasi bencana digital yang partisipatif dan adaptif. Studi ini memberikan gambaran tentang bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai instrumen penting dalam distribusi informasi banjir, sekaligus merekomendasikan perlunya kolaborasi strategis antara pemerintah dan komunitas digital.
Copyright (c) 2026 Dessy Febrianty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









The articles in Jurnal Communio are licensed under a