Derajat Mindfulness Suku Betawi di Tengah Arus Urbanisasi Jakarta
Abstract
Pendatang dan Suku Betawi di RW 08 Kelurahan Srengseng Sawah yang hidup berdampingan dapat menimbulkan berbagai dampak yang dilatarbelakangi oleh aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan faktor dari dampak urbanisasi dengan derajat mindfulness Suku Betawi. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan rancangan metode paralel konvergen. Data primer diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen dan literatur pendukung yang relevan. Responden penelitian sebanyak 43 orang ditentukan melalui snowball sampling, dan informan dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara komponen karakteristik individu dengan komponen derajat mindfulness. Namun, aspek pada faktor dari dampak urbanisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan komponen derajat mindfulness. Saran dari hasil penelitian berupa perlu adanya upaya berupa sosialisasi terkait pentingnya peran masyarakat untuk menjaga eksistensi Suku Betawi dengan menunjukkan identitas diri sebagai Suku Betawi. Selain itu, perlu adanya dorongan pada kesadaran masyarakat bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh warga Suku Betawi melalui penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Copyright (c) 2026 Eratri Rizki Hermaliah, Titania Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









The articles in Jurnal Communio are licensed under a