PENGARUH STRAIN PEJANTAN TERHADAP DAYA TETAS DAN BERAT DOC DARI INDUK AYAM PETELUR STRAIN CP 909

  • Ignassius Suhario Bandu(1*)
    universitas Nusa Cendana
  • Heru Sutedjo(2)
    universitas Nusa Cendana
  • I gusti Ngurah Jelantik(3)
    universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: berat telur, berat DOC, daya tetas, ketebalan kerabang

Abstract

This research aims  was to determine the effect of different brodcock, i.e Bangkok, France and on egg production and quality of strain CP 909. The experiment was arranged in a completely randomized with three different strain of brodcock as male units so the total hens were 45 chickens. The treatments were Bk : laying hens crossbred with Bangkok and Pr : laying hens crossbred with French chicken. The measured parameter were egg weight, hatchability, DOC weight, and eggshell thickness. The obtained data was analyzed using analysis of variance and if there are significant effect then a  multiple duncan range test was applied see differences in treatment result. The result of this research showed that the egg weight of Bangkok chicken stud is 62,259 g, French chicken 61, 51 g, and Sabu chicken 61,44 g. Hatchability of Bangkok stud 53, 60 %, French chicken 56,27 %, Sabu chicken 53, 20 %. DOC weight of Bangkok chicken stud 52, 99 %, French chicken 56, 15 g, Buras chicken 54, 34 g. Eggshell thickness of Bangkok chicken stud is 0,12 mm, French chicken 0,11 mm, Buras chicken 0,11 mm. The result of the statistic analysis shows this treatment had no significant effect for all the measured parameters (P > 0.05). It can be concluded that egg weight , eggshell thickness, hatchability and DOC weight of laying hens is not affected by the 3 strain of brodstock consisting of Bangkok chicken, French chicken, and Sabu chicken

ABSTRAK

Penelitan ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh pejantan dari strain Bangkok,Sabu dan Perancis terhadap produksi dan kualitas telur ayam strain CP 909. Penelitian ini menggunakan ayam petelur strain CP 909 sebagai induk dan ayam Bangkok sabu dan perancis sebagai pejantan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan  rancangan  acak lengkap (RAL) dengan 3 strain pejantan sebagai perlakuan.  Setiap strain pejantan digunakan 3 ekor pejantan, dan setiap pejantan mengawini 5 ekor ayam petelur CP 909 sehingga total induk yang digunakan adalah 45 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah BK: ayam petelur disilangkan dengan ayam Bangkok, SB:ayam petelur disilangkan dengan ayam sabu(buras) dan PR:ayam petelur disilangkan dengan ayam perancis.  Parameter yang diukur adalah berat telur, daya tetas, berat DOC dan ketebalan kerabang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika terdapat  pengaruh  perlakuan maka dilakukan uji jarak berganda duncan untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat telur pejantan ayam Bangkok 62,25 g, ayam perancis 61,51 g dan ayam buras 61,44 g, daya tetas pejantan ayam Bangkok 53,60%, ayam perancis 56,27%, ayam buras 53,20%, berat DOC pejantan ayam Bangkok 52,99 g,ayam perancis 56,15 g, ayam buras 54,34 g;ketebalan kerabang pejantan ayam  Bangkok 0,12 mm,ayam perancis 0,11mm,ayam buras 0,11 mm. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diukur (P>0,05).hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berat telur,  tebal kerabang, daya tetas dan berat DOC ayam petelur tidak dipengaruhi oleh 3 strain pejantan yaitu Bangkok, perancis, dan buras.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abiola SS, Meshioye OO, Oyerinde BO, Bamgbose MA. 2008. Effect of egg size on hatchability of broiler chicks. Archivos de Zoo Tecnia 57:83-86.
Anggororodi, 1995. Mutu Karkas dan Daging Ayam. Dewan Standarisasi Nasional.
Bukcle KA, Edward RA, Flet GH,Wooten M. 1987. Ilmu Pangan. UI Press. Jakarta.
Hargitai R, Mateo R, Torok J. 2011. Shell thickness and pore density in relation to shell colouration female characterstic, and enviroental factors in the collared flycatcher Ficedula albicollis. J Ornithol 152: 579-588.
Miksik I, Holan V, Deyl Z. 1996. Avian eggshell pigments and their variability. Comp Biochem Physiol Elsevier Science 113B: 607-612.
Paimin FB. 2008. Membuat dan Mengelola Mesin Tetas. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rahayu HS. 2005. Kualitas telur tetas dengan waktu pengulangan inseminasi buatan yang berbeda. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Romanoff AI, Romanoff AJ. 1963. The Avian Egg. Jhon Willey and Sons. Inc, New York.
Sarwono, B. 1997. Beternak Ayam Buras. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sudrajat, Kamal A. 2014. Peningkatan Produksi Ayam Petelur Melalui Manajemen Pakan. Universitas Negeri Malang. International Journal of Poultry Science 10(5):411-415.
Steward GF, Abbott JC. 1972. Marketing Eggs and Poultry. Third Printing. Food and Agricultural Organization (FAO).
Yamamoto T, Juneja LR, Hatta R, Kim M. 2007. Hen Eggs Basic and Applied Science. University of Alberta, Canada.

PlumX Metrics

Published
2015-12-31
How to Cite
Bandu, I., Sutedjo, H., & Jelantik, I. gusti. (2015). PENGARUH STRAIN PEJANTAN TERHADAP DAYA TETAS DAN BERAT DOC DARI INDUK AYAM PETELUR STRAIN CP 909. JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN, 2(2), 179-185. https://doi.org/10.35508/nukleus.v2i2.774
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.